Wedang Pengusir Masuk Angin

Yeni Suryasusanti

 

Hari Rabu yang lalu, 21 September 2011, saya mewakili kantor untuk suatu meeting di Hotel Aston, Pasteur, Bandung.

Seperti biasa, karena pertimbangan pribadi dan keluarga, setiap perjalanan dinas yang bisa saya jalani dengan “pulang hari” maka saya memilih untuk tidak menginap meskipun telah disediakan kamar bagi saya dan tamu lain :)

Pagi hari saya berangkat dengan travel, dan tiba di lokasi meeting lebih cepat dari waktu yang tertera di undangan. Di perjalanan, AC di mobil travel lumayan dingin, tapi belum terlalu terasa menyiksa.

Namun di ruang meeting, dinginnya luar biasa… padahal saya berbusana muslimah tertutup rapat heheheh…

Selama ini saya sering merasa terlindungi dari cuaca dengan busana saya, dan baru akan membawa jaket / jas ketika pergi ke tempat yang terkenal dingin seperti Lembang. Bandung saya anggap tidak terlalu beda dengan Jakarta :D

Tapi, sore itu turun hujan lumayan deras. Perjalanan pulang dari Bandung dengan travel di tengah hujan semakin menambah rasa dingin AC mobil. Jadi rasa dingin yang saya rasakan terutama di daerah punggung kian berkepanjangan.

Sampai hari Jumat, 23 September 2011, rasa dingin di punggung saya tidak mau hilang. Meskipun secara medis katanya tidak ada yang namanya masuk angin, saya merasa terserang “masuk angin”.

Saya selama ini hampir tidak pernah dikerok  jika masuk angin, dan lebih sering mengandalkan pijitan si Mbok Saminah atau suami saya untuk mengeluarkan anginnya dengan bersendawa :)

Tapi si Mbok Saminah ternyata sedang pulang kampung, sedangkan suami saya kebetulan pulang agak larut malam. Saya sudah mencoba minum ramuan untuk mengatasi masuk angin yang terkenal untuk orang pintar, namun belum berhasil mengatasi “masuk angin” dan perut kembung saya yang ternyata cukup parah.

Suhu tubuh saya hari itu pun agak meningkat. Kening mulai terasa hangat. Seorang teman satu divisi, Sinthia memberikan Redoxon untuk saya agar tidak terserang flu. Namun, karena angin yang tak kunjung keluar dari perut saya, akhirnya perut saya kram di Jumat sore itu :(

Alhamdulillah, pada sore hari itu saya sedang chatting di YM dengan salah seorang sahabat baik saya, Nadia Devita (alias Nadia Paritrana) yang juga member NCC (Natural Cooking Club – www.NCC-Indonesia.com), dan saya ceritakan kondisi kram perut saya akibat “masuk angin” tersebut.

Daaaannn….. Nana memberikan resep ramuan pamungkasnya :D

Saya memberikan instruksi melalui telepon kepada asisten di rumah, kebetulan seluruh bahan yang dibutuhkan tersedia. Jadi sesampainya di rumah saya tinggal menghangatkan ramuan dan menikmatinya :)

 

Wedang Pengusir “Masuk Angin”

Recipe by Nadia Devita / Nadia Paritrana

Bahan :

6 ruas jahe (sebesar jempol orang dewasa)
8 batang sereh
12 butir cengkeh
4 butir kapulaga
1-2 lembar daun jeruk
3 gelas air
Madu sesuai selera

 

Cara Membuat :

Bakar jahe sebentar, kemudian kupas kulitnya hingga bersih (versi aku, plus digeprek dikit jahenya).
Rebus bersama bahan lain hingga mendidih dan air menyusut menjadi 2 gelas saja
Minum hangat-hangat dengan dibubuhkan madu sesuai selera
Ramuan di atas sukses mengusir “masuk angin” saya tanpa kerokan dan urut :D
Saya share di sini atas perkenan Nana untuk teman-teman semua.

Jangan tanya rasanya… Coba aja deh heheheh…

Pokoknya wangiiii, hangaaaatttt, dan setelah minum wedangnya saya seketika merasa mengantuk dan tidur dengan pulas malam itu. Kram perut saya pun reda seketika :)

Terima kasih Nana tercinta… Insya Allah resep darimu ini bermanfaat bagi orang banyak dan mengalirkan pahala tak putus bagimu :D

 

25 Comments to "Wedang Pengusir Masuk Angin"

  1. Yeni Suryasusanti  8 November, 2011 at 10:03

    @ Ilham : iya, disamping rasanya nggak karuan, bahaya juga kali ya… kebanyakan gas di lambung bisa sesak nafas akhirnya… selamat mencoba, semoga cocok

  2. ilhampst  7 November, 2011 at 15:32

    Paling gak enak klo masuk angin ditambah gak bisa (maaf) buang angin. Aduduh… rasanya gak karu2an hehe….
    sepertinya mesti sedia bahan-bahannya nih.
    Terimakasih artikelnya, semoga jadi tabungan amal. Aamiin

  3. Yeni Suryasusanti  17 October, 2011 at 10:46

    SU : maaf baru balas… selamat minum wedang jahe
    Swan : itu dia anehnya… kenapa hanya di indonesia ya terkenal penyakit masuk angin?

  4. Swan Liong Be  15 October, 2011 at 16:47

    Kalo baca “masuk angin” saya ingat dahulu kala kita anak² selalu bilang untuk “barangkali masuk angin” bahasa belandanya “goederen Rivier binnen wind”. Sebetulnya kalo masuk angin ya keluarkan lagi; masuk dari atas,ya logisnya keluar dari bawah, of niet?
    Keliatannya penyakit “masuk angin” hanya ada diIndonesia saja ya.

  5. SU (alamat email ini SUDAH dinon-aktifkan)  3 October, 2011 at 09:47

    Terima kasih ya Yen. Saya memang suka banget minum wedang jahe. Sekarang jadi punya resep alternatif bikin wedang jahe.

    Terima kasih juga buat Nadia yg sdh rela berbagi resep.

    Gbu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.