Beberapa Hal Yang Bisa Kita Contoh Dari Bangsa Jepang

Dewi Aichi – Brazil

 

Berbicara tentang Jepang tentu tidak jauh dari membicarakan soal budaya, tradisi, etos kerja, game, anime, manga, dan gempa bumi. Jepang bukanlah negara yang sempurna, bukan negara yang tanpa cacat. Di samping keberhasilannya di bidang tekhnologi, masih banyak hal buruk lainnya yang tak habis jika dituliskan.

Tetapi maaf jika kali ini aku menuliskan dari sisi bagusnya saja.Dalam hal belajar, memerlukan kerendahan hati. Dalam tulisanku ini, tidak berlaku peribahasa “gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak”, eh kebalik ngga peribahasa ini he he…maaf bu guru..saya lupa.

Jepang adalah negara yang menurutku sangat elegan dalam menghadapi bencana seperti gempa bumi dan tsunami yang terjadi tahun ini! Dalam keadaan sesulit apapun, seperti krisis ekonomi beberapa tahun yang lalu. sunggu hal ini layak dijadikan contoh bagi siapapun dan dimanapun tempatnya.

Bayangkan jika itu terjadi di Brazil?Atau di Indonesia yang juga sering terjadi bencana alam? Yah, sebenarnya lebih baik bahkan tidak usah membayangkan …

Kita bisa mengakui beberapa contoh bahwa Jepang mengajarkan dengan cara berperilaku yang benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Misalnya saja di bawah ini yang saya amati, yang tidak ada di Brasil maupun di Indonesia, bukan tidak ada, tetapi kecil sekali keberadaannya:

1 – TENANG

Tidak ada tayangan di tv atau juga di lokasi bencana, orang merengek, menangis dan mengeluh bahwa “telah kehilangan segalanya.” Kesedihan yang begitu mendalam karena bencana alam, masyarakat selalu tampak tenang dan tidak panik yang berlebihan.

 

2 – MARTABAT

Disiplin antrian untuk makanan dan air. Tidak ada kata-kata kasar dan sikap saling berebut, ketakutan tidak kebagian.

 

3 – KEMAMPUAN

Kehebatan bangunan yang memang telah disiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan, misalnya. Bangunan bergetar, tetapi tidak jatuh. Untuk itulah, jika terjadi gempa, masyarakat sudah dilatih untuk diam ditempat sementara, baru setelah getaran berhenti, masyarakat disarankan keluar dari rumah dengan tenang, dan berkumpul di tempat yang sudah disarankan. Tentu saja, tempat sudah diketahui masyarakat setempat, karena semua kemungkinan sudah dipersiapkan.

 

4 – SOLIDARITAS

Orang-orang hanya membeli apa yang Anda benar-benar dibutuhkan saat ini. Jadi semua orang bisa membeli sesuatu.Saya bersaksi dalam hal ini, dengan pengalaman bencana taifu di tahun 1999, bulan September, apartement yang saya tinggali hancur tertimpa tiang listrik, mati lampu selama 3 hari sungguh merupakan kesulitan luar biasa di Jepang. Tetapi masyarakat membuktikan ketertibannya, kedisiplinannya, ketika memerlukan makanan dan minuman , mereka membeli sesuai kebutuhan, agar dibelakangnya juga bisa terpenuhi kebutuhannya.

 

5 – TERTIP DAN DISIPLIN

Tidak ada penjarahan toko-toko. Tidak membunyikan klakson di jalan dan lalu lintas. Hanya ketenenangan dan solidaritas.

 

6 – PENGORBANAN

Lima puluh pekerja harus memompa air laut untuk reaktor pabrik Fukushima. Berita yang saya daaptkan dari Asahi shinbun. Juga kebersamaan tentara Jepang, yang sudah terlatih, bekerja keras dan masak di dapur umum agar masyarakat tidak kelaparan.

 

7 – KELEMBUTAN

Restoran telah memotong harga mereka dengan setengah. ATM dibiarkan tanpa pengawasan apapun.yang Kuat peduli kepada yang lemah.

 

8 – PELATIHAN

Tua dan muda, semua orang tahu apa yang harus dilakukan dan melakukan persis seperti apa yang mereka dapatkan dari pelatihan menghadapi situasi sulit, dan juga pelajaran disiplin sejak usia dini..

 

9 – PERS

Mereka menunjukkan kebijaksanaan besar dalam newsletter. Tidak ada cerita-cerita sensasional yang hanya membuat masyarakat terprovokasi berita. Hanya laporan dan siaran sesuai lapangan.

 

10 – KESADARAN

Ketika listrik padam di toko, maupun di lapangan kerja, dengan tertip masyarakat menata dan mengembalikan alat-alat di tempatnya. kemudian keluar, dengan tertib.

Itulah beberapa hal hal positif yang bisa kita serap. Bagi saya, kehidupan adalah ruang kuliah atau tempat belajar tanpa batas. Tidak membutuhkan biaya mahal. Hanya sikap yang dibutuhkan. Sikap dan mental dalam menghadapi situasi apapun hingga mampu mengaktualisasikan diri.

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

51 Comments to "Beberapa Hal Yang Bisa Kita Contoh Dari Bangsa Jepang"

  1. Evi Irons  7 October, 2011 at 07:21

    indahnya kalau seperti ini

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *