Musim Gugur Sudah Datang

Nunuk Pulandari

 

Teman-teman semua, kali ini saya hanya mau sedikit bercerita melalui foto yang ada.

Perubahan warna dalam  fenomena alam di musim gugur sangat indah dan menawan. Lewat sapuan warna Sang Pencipta sering bisa kita saksikan berbagai nuansa warna yang bermunculan seiring dengan pergantian musim dan suasana langit yang bermain sebagai latar belakangnya.  Permainan nuansa warna dalam dedaunan, tetap merupakan satu keindahan yang tak terperikan. Juga di dunia hewani, melihat gelombang perpindahan burung-burung dari negeri yang menjelang dingin ke negeri  tropis sangat menakjubkan.

 

Foto 1.  Menjelang sore di sekitar Wassenaar

Pergantian warna dengan nuansanya yang seolah telah mengenal waktu kapan harus terjadi.  Di pagi hari ketika  berangkat untuk mengoreh sebutir berlian (istilah saya)  atau mengarit rumput (istilah kangmas DJ) dan menggaru di sawah (istilah jeng Lani) tampak warna-warna indah  yang langka sering menampakkan dirinya. Sapuan warna merah yang menghiasi  birunya warna langit merupakan suatu fenomena alam yang sangat indah.

Foto 2. Suasana di pagi hari yang masih sedikit berkabut. Sapuan kemerahan memberikan nuansa keelokan alam yang ada

 

Foto 3. Cuaca di pagi hari ketika sedang menyambut datangnya pagi hari

Hanya dalam hitungan menit atau mungkin detik, nuansa kemerahan yang ada sudah berhiaskan sapuan warna putih nan terang. Suatu permainan warna yang menandakan datangnya pagi nan cerah..

Kadang dalam kecerahan langit, tiba-tiba  awan hitam yang sarat air datang bergumpalan. Meskipun di desa nun jauh di sana  masih tetap terang benderang. Memang cuaca di negeri Belanda kadang membuat orang serba salah. Bayangkan kalau anda mau keluar rumah dan melihat di sekitar daerah anda cuacanya terang benderang. Tentu anda akan keluar tanpa membawa payung atau mungkin jas hujan.  Dalam hal ini janganlah anda terkejut kalau di tengah perjalanan tiba-tiba tetesan air hujan terasa membasahi wajah dan rambut anda…

 

Foto 4.  Suatu pemandangan alam yang memberitakan akan datangnya gumpalan hujan

Foto 5. Burungpun turut berlomba menghindari gumpalan awan nan gelap

Foto 6. Awan yang sedang melaju dengan berbagai nuansa warnanya

Perpaduan nuansa warna keputihan dengan warna kelabu yang menghitam memberikan satu pemandangan yang sangat mengagumkan untuk mata para pemirsanya.

Foto 7. Gumpalan awan yang seolah memnghadang perjalanan di depan kita

Foto 8.  Semburat sang surya menyambut datangnya pagi nan cerah meskipun awan hitam mengancamnya

Foto 9. Heningnya suasana pedesaan di pagi hari,  di negeri Belanda

Sering kali dalam perjalanan menuju rumah, merupakan moment indah. Kemacetan yang ada atau karena rusaknya salah satu jembatan sehingga tidak bisa ditutup kembali , kadang memberikan hikmah pada pemakai jalan untuk bisa menikmati  saat mulai tenggelamnya sang surya. Justru di antara hiruk pikuknya lalu lintas, tenggelamnya  sang surya dengan nuansa warna oranyenya (atau kuning ya??) sering memperlihatkan  keindahan dirinya.

 

Foto 10. Sang surya di antara hiruk pikuknya lalu lalang kendaraan

Semacam “obat penawar” yang boleh kita tenggak  dengan gratis, ketika jalanan menjadi macet dan harus berlama-lama berada di antara barisan kendaraan.

 

Foto 11. Matahari terbit di pagi hari

Foto 12. Semakin tinggi sang surya semakin berkurang nuansa perbedaan warna yang ada

Kadang cerahnya Sang Surya hanya berlangsung sangat singkat. Karena di kejauhan sana sudah menanti awan hitam yang menggunung.

Foto 13. Datangnya sang hujan sering kali diiringi dengan hembusan sang bayu

Dalam foto nampak datangnya awan kehitaman yang dihembuskan sang bayu. Seolah seluruh daerah yang dilewati di”payungi” oleh awan hitam yang menimbulkan kegelapan bagi penghuninya. Hujan tidak lama kemudian membasahi kendaraan yang sedang melaju.  Suatu perbedaan nuansa warna dalam awan sangat menarik sekali untuk dilihat.

Foto 14. Suasana berkabut di jalan raya

Salah satu peristiwa alami yang sering kita lihat menjelang datangnya musim gugur adalah datangnya kabut di pagi hari. Kadang karena kabut yang begitu tebalnya, sehingga jarak pandang dari kendaraan tidak lebih dari 50 / 100 m. Dalam hal seperti ini,  para pengendara mobil harus menyalakan lampu kabutnya. Seperti plus minus beberapa hari yang lalu , ketebalan kabut yang ada menyebabkan para pemakai jalan  sampai di rumah plus minus 1 ½ jam lebih lambat untuk jarak waktu yang sama.

Teman-teman di Baltyra dan pembaca lainnya, termasuk dalam fenomena alam sehubungan dengan datangnya musim gugur adalah perubahan warna dalam dunia pepohonan  dengan berbagai nuansa tingkatannya. Dedaunan mulai menguning warnanya, lalu menjadi agak kecoklatan lalu menjadi coklat lalu berguguran bila ditiup sang bayu. Kadang warna ungu dan lainnya juga  muncul dalam pergantian musim ini.

 

Foto 15. Pohon dengan dedaunannya yang mulai berubah warna

Foto 16. Perubahan warna yang terjadi di sepanjang selokan tidak jauh dari rumah

Foto 17. Indahnya warna dedaunan di salah satu halaman

Foto 18. Nuansa warna yang ada di musim gugur

Foto 19. “bukit”kecil yang mulai merana

Foto 20. Daerah Bergen aan de Zee yang sudah mulai menggundul

Foto 21. Bersepeda Egmond aan de Hoef di antara pohon-pohon yang sudah menggundul.

Foto 22. Rontoknya dedaunan di musim gugur berbeda dari tiap daerah. Seperti nampak di Voorburg di atas

Foto 23. Indahnya warna dedaunan di musim gugur

Foto 24. Pohon dengan daunnya yang berwarna merah keungu-unguan

Foto 25. Rontoknya deadunan sudah mulai berserakan di sepanjang jalan

Foto 26. Ikan gurame yang tidak mengenal musim gugur, di tepi jalan sepeda menuju ke Delft

Foto 27. Tidak seorangpun menangkapi ikan-ikan yang ada

Foto 28. Salah satu sepeda yang saya gunakan untuk jarak jauh.

 Untuk jarak jauh saya menggunakan sepeda dengan dua baterrij. Dengan cara mengayuh sepeda seperti yang saya lakukan,  kecepatan rata-rata bisa mencapai 22KM/ jam.  Kecepatan maximuum dari Ride Control hanya mencapai 25km/ jam.  Jika kecepatan kayuh melebihi 25 km/ jam, maka Ride Control tetap hanya menampakkan angka 25km/ jam. Dengan sepeda ini saya baru bisa bersepeda berdampingan dan mengobrol dengan konco ngajeng…. 

*Selamat beraktivitas dan terutama untuk mbak Nia, semoga senang dengan foto yang ada, gr.Nu2k*

 

57 Comments to "Musim Gugur Sudah Datang"

  1. nu2k  12 October, 2011 at 12:08

    Mbak Nia, ha, ha, haaaaaa…..Te laat .. Heel erg te laat…..Ha, ha, haaaaa…gr en dag dag.. Nu2k

  2. nia  12 October, 2011 at 12:01

    bu Nunuk… hadirrrrrrrrrr… *telat bgt ini hehehe…
    makasih foto2nya bu Nunuk

  3. nu2k  6 October, 2011 at 18:32

    Jeng Lani, belum wungu toch???… Ayooolah sudah subuh… Mataharinya pasti sudah terbit…. Jogging dulu atau ngopi duluan… Salam, Nu2k

  4. nu2k  6 October, 2011 at 11:47

    Kangmas DJ, kok ikan yang di nomor 52 mirip dengan ikan makreel ya bentuknya… Juga mirip seperti ikan baars… Panjang dan tebal di perutnya, bukan bundar lho yaaaa……. Ha, ha, haaaa. Wis ach saya mau siap-siap ngoreh-ngoreh berlian.. gr. en werkt ze, Nu2k…

  5. nu2k  6 October, 2011 at 11:42

    Goedemorgen….Kangmas DJ, waaahhhh yo tararengkyu sudah diluruskan… Sekarang nggak nggoreng lagi ikan guramé kecuali kalau beli.. Tapi nggoreng ikan mas jenis gendut dan lembut dagingnya…. Ha, ha, haaa… Tararangkyu…. gr. Nu2k

  6. Dj.  6 October, 2011 at 03:28

    Maaf nambah…..
    Ikan mas, biasanya diair kotorpun bisa hidup….
    Olehnya memang benar, kalau dapat ikan mas, silahkan dimasukan ke ember atau ke Badtub, 1-3 hari baru di masak. Karena kalau tidak demikian, akan bau dan rasa lumpur.
    Ini saat Dj. mancing dan dapat beberapa ikan mas, juga kami kasi berenang di Badtub beberapa hari agar lumpurnya keluar….hahahahahaha….. ( orangnya malah tiidak mandi…. hahahahaha… )

  7. Dj.  6 October, 2011 at 03:21

    nu2k Says:
    October 6th, 2011 at 02:54

    Kangmas DJ, saya ingat dulu waktu anak laki-laki saya, Birrutte mancing dapat ikan “emas/guramé”. Terus ikannya sehari semalam saya taruh di ember. Tiap kali airnya diganti.. baru dua hari kemudian, setelah airnya bersih ikannya dipotong dan dimasak…. Tetangga sampai ikutan ngicipi ikannya segala.. Lhawong besar dan tebal dagingnya… Enak tenan lho kangmas… Pernah coba belum???? Gr. Nu2k
    ———————————————————————————————————————

    Mbakyu NU2K….
    Dj. kenal benar perbedaan antara ikan gurame dan ikan mas.
    Justru ikan gurame yang termasuk ikan galak yang sirip atasnya berduri.
    Ikan gurame, dibagian perutnya ada semacam dua tali, seperti Manfish , bentuknya lebar.
    Sedang ikan mas, juga ada beberapa macam, ada juga yang tidak banyak durinya ( hanya duri besar ).
    Ikan mas bentuknya bulat lonjong…. Ikan Koi yang dari jepang yang sangat terkenal, juga termasuk jenis ikan mas.
    Ikan mas, memang sangat cocok dibikin pepesan, karena dagingnya lebih lembut daripada ikan gurame.

    Nah ini photo ikan gurame, enak dibikin asam manis….hahahahaha….!!!!
    Beda kan bentuknya….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.