Kembar Sial (1)

Yang Mulia Enief Adhara

 

Kehidupan ABG Jakarta yang penuh dengan persaingan kini makin terasa ketat, sepasang ABG asal Semarang tiba-tiba ikut meramaikan belantika kehidupan ABG Jakarta. Dua orang ini bernama Budi dan Dudi. Keduanya bagaikan duo Ratu yang selalu tampil PD dan menarik perhatian.

Duo ABG kembar ini memiliki minat yang berseberangan namun saling berhubungan. Budi senang bernyanyi dan Dudi senang menari. Suara Budi sulit untuk dikatakan merdu, cenderung cempreng, lantang dan tak sesuai dengan irama. Semantara itu Dudi konon tergila-gila tarian jalanan alias street dance (dalam arti sebenarnya) yaitu menari di pinggir jalan, di-mall, di lapangan basket pokoknya dimana ada lokasi yang banyak berkumpul massa, di sanalah ia bakal unjuk gigi (Dudi agak tonggos)

Duo kembar ini sama sekali tidak layak pandang alias jelek, tapi rasa percaya diri yang kuat kerap membuat mereka bagaikan boy band SMASH. Kedua-nya memiliki hidung bagai jambu air, kulit wajah berminyak dan berjerawat, kadang bibir mereka pecah-pecah dan tentu saja gigi yang terlihat sombong (tonggos-red)

Dandanan Korean look menjadi pilihan mereka, soal satu ini memang mereka juara, maklum ayah keduanya pengusaha sukses yang tentu saja membuat duo kembar ini dengan mudahnya membeli aneka pakaian sebagai penunjang eksistensi mereka di kancah gaul. Walau sumpah mati dandanan itu sangat tidak cocok di tubuh mereka dan sangat terlihat korban mode.

Di sekolah mereka ada 6 cewek yang begitu memuja keduanya. 6 cewek ini tadinya satu gank, namun mereka ‘pecah’ gara gara tragedi jengkol. Kisah sedih yang membuat persahabatan mereka berantakan bermula saat Tata (nama panjang Tabungan Tahapan) salah satu personil gank berulang tahun. Makan makan heboh digelar di kediaman Tata. Canda tawa 6 gadis ini terhenti saat Ibu Tata memerintahkan mereka untuk bersantap. Di meja makan dengan 6 kursi itu terhidang aneka hidangan berbahan dasar jengkol. Misalkan jengkol cordon blue, salad jengkol, cream jengkol dengan mushroom dan jengkol smothies sebagai desert.

Nana menyantap jengkol cordon blue sambil merem melek, menurutnya jengkol itu diolah sangat pas. Namun menurut Cece jengkol itu kurang empuk, lain lagi saat Tuti menyedot jengkol smoothies yang disajikan dingin, menurutnya jengkolnya kurang berasa, sedangkan bagi Sumi (nama asli Susah Mingkem) itu adalah smoothies jengkol bintang 5. Dan saat Tata promosi bahwa salad jengkol mentah buatan ibunya adalah juara, Ambar dengan tegas mengatakan bahwa salad jengkol buatan tetangganya lebih maknyus.

Nuansa pro-kontra itu akhirnya membuahkan cekcok dan berakhir dengan permusuhan jangka panjang. Sejak hari itu gank ‘PD sejuta gaya dua juta’ terpecah menjadi 2 kelompok. Yang satu ganti nama menjadi ‘Gank BIMOLI (bibir monyong sekali) dan yang satu mengganti nama bernuansa jepang, MAKEDA (Mancung Ke Dalem) dan dua kelompok gank ini sangat terlihat bersaing ketat di segala hal, anehnya soal nilai pelajaran mereka justru tak bersaing, lantaran 6 gadis ini terkenal bodoh di kelas.

Siang itu duo Budi dan Dudi akan tampil di sebuah mall yang menggelar acara bakat. Hadiahnya lumayan, kalkulator, kulkas 1/2 pintu, Play station (tiket mejeng bermain di stasiun kereta) dan sebagai hadiah utama HP gaul yang bisa BBM (Boleh Banget Minjem). Budi sudah mantap membawakan lagu Pacar 5 Langkah versi rock dan Dudi sudah mantap menari street dance dengan lagu Keong Racun.

Dari kerumunan ABG yang nampaknya kurang wawasan dan hiburan, terlihat gank BIMOLI dan MAKEDA yang hanya dipisahkan jarak 2 meter. Gank BIMOLI yang terdiri dari Nana, Sumi dan Tata tampak asyik memulas lip gloss pink metalik ke bibir mereka yang ‘mancung’, diantara 3 gadis itu baru Sumi yang tergerak memakai kawat gigi, itupun hampir tidak berhasil membuat gigi gondrongnya mundur walau 1 inch. Alasannya dia memakai kawat gigi karena capek saat harus mengusir lalat yang ingin menclok di giginya yang memang paling tonggar di antara 2 sahabatnya.

Sementara gank MAKEDA yang hari itu tampil harajuku (walau lebih ke harakiri) tampak sibuk touch-up di tengah padatnya pengunjung. Cece yang bapaknya pengusaha panti pijat plus (plus disuruh ngepel, nyuci, nyetrika dll) asyik menepukkan bedak powder ke hidung peseknya yang berminyak, akibatnya bedah tabur itu bagai debu ditiup angin membuat bersin dan kelilipan orang orang di sekitarnya. Sementara itu Tuti tengah membetulkan rok balerina yang dibuatnya dengan menyobek kelambu di kamar ibunya, lalu Ambar yang terlihat khusyuk menyedot oksigen, lantaran hidung yang kelewat pesek membuatnya kurang leluasa bernafas di-atrium mall yang padat pengunjung.

Sebenarnya duo kembar itu tak layak di-idolakan namun gank BIMOLI dan MAKEDA tak punya pilihan, hanya 2 cowok itu saja yang mau melayani mereka saat foto bareng atau minta sunkit (sun dikit). Pernah waktu Kangen Band manggung cewek-cewek itu meminta foto bareng, bukannya diajak berfoto sama Andika sang vocalis malahan dikasih uang receh disangka pengemis. Sejak kejadian itu mantan personil gank ‘PD sejuta gaya dua juta’ memutuskan akan memuja cowok-cowok yang mereka kenal saja. Secara lebih pasti.

Peserta demi peserta tampil dengan berbagai bakat, hingga giliran Budi yang tampil. 6 cewek pemuja dirinya nampak berteriak lebay sambil meneriakan nama Budi. Sikap lebay itu dilakukan untuk sekedar pamer ke penonton lain bahwa mereka mengenal Budi secara dekat, padahal bisa dipastikan tak ada yang perduli akan hal itu.

Coming soon ” ehhh gw mau mesen CK aja gituuuhhh ” ……. CK apaan ??? penasaran ? tunggu bagian kedua sekaligus ending dari kisah Kembar Sial “

 

11 Comments to "Kembar Sial (1)"

  1. Lani  7 October, 2011 at 14:19

    wakakakak……CK? mmm cewek kampungan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.