Keindahan Bunga Gamal – Dari Meksiko Turun ke Flores

Dwi Setijo Widodo

 

Sebuah Catatan Perjalanan Lintas Flores

Selintas tampilannya mirip pohon bunga sakura dimana bunga-bunga berkelompok-kelompok menghiasi setiap cabang rantingnya yang selalu hampir tanpa daun. Bunga pohon gamal (Gliricidia sepium) yang berwana ungu muda ini memang sungguh memberikan magnet bagi siapapun untuk melemparkan pandangan bahkan mendekat untuk mengagumi keindahannya. Terlebih bila posisinya berjajar sepanjang kanan-kiri jalan. Paduan warna bunganya di biru cerahnya dan kehijauan alam Flores sungguh kontras dan membuat perjalanan keliling Flores terasa begitu istimewa.

Ya, bila Anda pernah menjelajah Flores dan cukup jeli, pohon-pohon gamal yang sedang penuh berbunga akan mudah ditemui di setiap pelosok Flores dari ujung barat hingga timur. Terutama saat musim kering, kehadiran pohon ini menjadi istimewa karena secara alami daun-daun gamal akan merontokkan dirinya dan bunga-bunga gamal akan terlihat tersebar mencolok mata.

Pohon gamal yang aslinya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, Hindia Barat, dan Kolombia ini hadir di Indonesia ternyata awalnya sebagai tanaman pelindung pada areal perkebunan di daerah Medan.

Sebagai bagian dari gerakan penghijauan setelah lamtoro (Leucaena leucocephala), terutama untuk lahan-lahan kritis, pohon gamal hadir di Flores awalnya berfungsi untuk memberantas alang-alang yang banyak tumbuh liar dan mengganggu di banyak lahan masyarakat. Dari sejarah namanya, diperkenalkan oleh tokoh dari Flores, Frans Seda, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perkebunan era Soekarno (1963-1964), gamal adalah singkatan dari “ganyang mati alang-alang”. Sementara nama yang popular dalam bahasa Inggris dari gamal adalah “Nicaraguan coffee shade” dimana memang gamal banyak ditanam sebagai tanaman peneduh di perkebunan.

Selain sebagai pagar hidup, peneduh tanaman, gamal juga berfungsi sebagai tanaman perambat untuk lada dan vanili, dan juga tentunya penghambat pertumbuhan alang-alang sekaligus pengendali erosi lahan. Daunnya sangat cocok untuk pakan ternak maupun dimanfaatkan untuk pupuk hijau bersama ranting-rantingnya. Sementaranya bunganya merupakan penyedia madu bagi lebah dan dapat dimakan bila dimasak.

Wah, ternyata banyak cerita menarik yang bisa digali dari perjalanan lintas Flores melalui pohon dan bunga gamal, ya.

 

Referensi:

Situs Wikipedia, Manglayang Farm Online, dan Kompas Online 7 Januari 2010

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

23 Comments to "Keindahan Bunga Gamal – Dari Meksiko Turun ke Flores"

  1. Dwi Setijo Widodo  30 June, 2012 at 20:22

    Setuju Pak Oemboe!

  2. oemboe  30 June, 2012 at 12:02

    Bagai lukisan bunga sakura dr gunung Fuji di musim kemarau….

  3. Dwi Setijo Widodo  2 January, 2012 at 14:57

    Mbak Lukisan Bunga,
    Salam kenal juga. Saya Dwi, status masih laki-laki.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *