Tuesday, 11 October 2011
Dwi Setijo Widodo
Sebuah Catatan Perjalanan Lintas Flores
Selintas tampilannya mirip pohon bunga sakura dimana bunga-bunga berkelompok-kelompok menghiasi setiap cabang rantingnya yang selalu hampir tanpa daun. Bunga pohon gamal (Gliricidia sepium) yang berwana ungu muda ini memang sungguh memberikan magnet bagi siapapun untuk melemparkan pandangan bahkan mendekat untuk mengagumi keindahannya. Terlebih bila posisinya berjajar sepanjang kanan-kiri jalan. Paduan warna bunganya di biru cerahnya dan kehijauan alam Flores sungguh kontras dan membuat perjalanan keliling Flores terasa begitu istimewa.
Ya, bila Anda pernah menjelajah Flores dan cukup jeli, pohon-pohon gamal yang sedang penuh berbunga akan mudah ditemui di setiap pelosok Flores dari ujung barat hingga timur. Terutama saat musim kering, kehadiran pohon ini menjadi istimewa karena secara alami daun-daun gamal akan merontokkan dirinya dan bunga-bunga gamal akan terlihat tersebar mencolok mata.
Pohon gamal yang aslinya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, Hindia Barat, dan Kolombia ini hadir di Indonesia ternyata awalnya sebagai tanaman pelindung pada areal perkebunan di daerah Medan.
Sebagai bagian dari gerakan penghijauan setelah lamtoro (Leucaena leucocephala), terutama untuk lahan-lahan kritis, pohon gamal hadir di Flores awalnya berfungsi untuk memberantas alang-alang yang banyak tumbuh liar dan mengganggu di banyak lahan masyarakat. Dari sejarah namanya, diperkenalkan oleh tokoh dari Flores, Frans Seda, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perkebunan era Soekarno (1963-1964), gamal adalah singkatan dari “ganyang mati alang-alang”. Sementara nama yang popular dalam bahasa Inggris dari gamal adalah “Nicaraguan coffee shade” dimana memang gamal banyak ditanam sebagai tanaman peneduh di perkebunan.
Selain sebagai pagar hidup, peneduh tanaman, gamal juga berfungsi sebagai tanaman perambat untuk lada dan vanili, dan juga tentunya penghambat pertumbuhan alang-alang sekaligus pengendali erosi lahan. Daunnya sangat cocok untuk pakan ternak maupun dimanfaatkan untuk pupuk hijau bersama ranting-rantingnya. Sementaranya bunganya merupakan penyedia madu bagi lebah dan dapat dimakan bila dimasak.
Wah, ternyata banyak cerita menarik yang bisa digali dari perjalanan lintas Flores melalui pohon dan bunga gamal, ya.
Referensi:
Situs Wikipedia, Manglayang Farm Online, dan Kompas Online 7 Januari 2010
December 31st, 2011 at 13:11
sepanjang jalan jadi teduh dengan ada nya bunga gamal…bunga nya indah dengan warna pinknya…
salam kenal ya mbak…
October 30th, 2011 at 18:08
Halo Ibu RM,
Bunga gamal biasanya muncul saat musim kering dimana mereka menggugurkan daunnya dan menampakkan hanya ranting-ranting dengan kuntum-kuntuk bunganya. Ini biasanya sekitar bulan Juli-Agustus. Bulan2 sekarang memang masih berbunga juga, namun tidak sebanyak bulan-bulan tersebut.
Nah, sepertinya Ibu RM saat berada di perjalanan Ende-Moni waktu itu, pohon-pohon ini sedang tidak berbunga atau sudah gugur bunganya.
October 28th, 2011 at 09:56
@Pak Dwi Setijo Widodo,
bunga Gamal musim berbunganya kapan y?area yg asyiiik u/menikmati keindahan bunganya d mana?krn pas dari Ende k Moni…rasanya sich ga nemuin….or mata saya kurang awas y..hehehe…
cheers
October 15th, 2011 at 10:48
Mbak Mawar, salam hangat dari Maumere, Flores.
October 14th, 2011 at 22:05
DSW: terima kasih ya artikelnya. Foto2 bunganya cantik banget dengan latar belakang langit yg biru. Salam!
October 11th, 2011 at 13:34
Paspampres, mungkin bisa lebih banyak lagi ya kalau digali lebih dalam. Tuh, buktinya Mas Sumonngo sudah ada ide sup atau pecel bunga gamal… Hehehe…
Mbak Probo, mengikuti artikel “nggragas” dirimu – kok kayak aku waktu kecil atau juga masih sihhh tapi dalam skala terbatas -, yg ini bunganya gak bisa di-nggragasi…
)
October 11th, 2011 at 13:19
Saya mengira tadinya berasal dari Mesir (seperti nama mantan presidennya) ternyata Meksiko to, he he …
Wah bunganya dapat dimakan, dibuat sup gamal ya atau pecel gamal?
October 11th, 2011 at 11:28
fotonya cantiiiiik banget…
October 11th, 2011 at 11:23
Mas Handoko, jadi plesetan dan main singkatan memang salah satu kepakaran bangsa kita lo!
SU, selamat menikmati.
Om Dj, di Bali boleh jadi terkenal dengan bunga jepun/kambojanya. Nah, sepertinya Flores dengan bunga gamalnya. Hehe.
October 11th, 2011 at 11:20
ini pohon manfaatnya banyak bener ya….