Perjuangan Bonus Offroad Gratis (1)

Anoew

 

Dear Baltyrans,

Hidup ini keras, seperti kata orang-orang. Hidup ini menyenangkan, kata orang-orang kosmopolitan. Hidup ini pahit, kata orang-orang yang terpinggirkan. Sebaliknya hidup ini indah, kata orang-orang yang sedang bercinta. Tapi satu dari sekian banyak ungkapan tentang hidup itu, saya lebih suka memandang bahwa hidup itu penuh perjuangan. Tergantung dari sudut mana kita melihat dan menjalaninya, hidup harus dinikmati.

Ternyata, betapa kata-kata tersebut di atas sangat mengena dalam perjuangan saya membebaskan diri dan keluarga dari penjajahan “yang serba kurang”. Kurang puas dengan keadaan yang ada, kurang puas dengan rejeki yang didapat, kurang puas dengan apa yang telah diraih. Ingin mendapat lebih dan selalu merasa kurang, itu manusiawi. Tapi apa pun itu, memang kita harus berjuang untuk membebaskan diri dari penjajahan dalam bentuk apapun. Setuju kan?

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman dalam berjuang “mencari beras” hingga ke pelosok-pelosok dan harus meninggalkan anak-istri di Jakarta selama beberapa bulan. Ayo, kita nikmati “foto-foto perjuangan” berikut, dimana ini adalah perjalanan ke lokasi seismic yang terletak di bilangan Sumbagsel yang memakan waktu sekitar 3 jam dan dari basecamp.

Perjalanan yang tidak mudah menuju lokasi. Terpuruk, terjebak, terendam dan terpater di jebakan jalan berlumpur bukanlah sesuatu yang mengherankan lagi.

Termasuk armada pengangkut mesin, tak luput juga dari dera derita perjuangan ini. Maka tak jarang, meskipun perjalanan dari base camp maupun field camp dan staging tidak terlalu jauh ( kurang lebih 4 km ), sesampai di lokasi wajah kita maupun crew sudah kusut duluan…

Sesampai di lokasi, saya dan crew driller-shooter berikut peralatan perangnya bersiap-siap menerobos hutan karet dan semak belukar yang masih harus ditempuh dengan berjalan kaki…

Tolong jangan dibayangkan bahwa medannya datar dan mulus. Melainkan berbukit terjal dan berbatu, turunan curam kadang berlumut, gatal dan terkadang gelap sekaligus pengap. Berjalan kaki menembus hutan, sama sekali bukan bermaksud untuk sekedar mencari lintah. Apalagi cacing tanah…

Di lokasi, selain kerbau, monyet, babi hutan dan lintah, yang paling sering adalah serangan nyamuk. Dan meskipun telah keluar dari hutan karena lintasan kami yang menyeberangi jalan, terkadang bertemu juga dengan ular kobra, yang sempet kami isengin…

Untuk diketahui, dalam pekerjaan ini tenaga medis mutlak ada menurut standar HSE (Health-Safety- Environment) dan merupakan suatu kejutan jika, bertemu dengan tenaga medis yang segar dan manis dan tenaga medis itu berwujud “mahluk halus yang berkulit halus mulus dan bukan “mahluk kasar yang berkulit kelam seperti biasanya hmm…. Kalau sudah begitu biasanya  crew langsung terserang “penyakit” bahu pegal-pegal atau kaki kesleo secara tiba-tiba, atau sekedar dengkul gemetar karena kekurangan vitamin...

“Halluuuw pak Anoew…”, sapanya ramah.. “Ketemu dengan ular yaaaa… Kok saya udah lama nggak liat ularnya bapak…”, sambungnya menggoda. Waaaah, Baltyrans silahkan ngiri

Berbeda dengan kasus Lani atau Dewi yg dengkulnya gemetar jika melihat sosok ganteng (apalagi laki-laki berseragam), dengkul saya gemetar betulan jika harus melewati bridging yang tinggi karena takut dengan ketinggian… Dengan berkomat-kamit mengucap japa mantra (ndil gondhal gandhil gandhul… ndil gondhal gandhil gandhul ndil gondhal gandhil gandhul…, sing gemandul jo nganti ucul..) sebanyak tiga kali, dengan PD-nya saya menapak satu-persatu anak tangga yang centil bergoyang tiap kali diinjak…

Akhirnya setelah seharian bergelut lumpur dan bermandikan keringat, tibalah saatnya pulang. Dan perjalanan ke basecamp meskipun agak menyenangkan, sering pula mengalami kejutan tak terduga dengan kemunculan mobil lain dari depan secara tiba-tiba. Atau turunan yang curam, sehingga tak jarang tiba-tiba arah mobil melenceng dan terjerumus ke semak belukar…

Hal terindah adalah jika perjalanan sudah mulai menginjak aspal, sehingga nafas ini mulai lega dan mulai bisa ber-SMS-an dengan si tenaga medis tadi hehe....

Tersentil dengan omongan seorang rekan di tempat lama, “Wah bro, kalau kayak begini sih kerjaannya enak. Bisa tiap hari off road gratis, jalan-jalan ke pelosok negeri, dibayar pulak”, ujarnya mengomentari pekerjaan saya. Saya cuma tersenyum kecut, betapa rekan itu sesungguhnya kurang menyadari bahwa apa yang saya lakukan itu adalah merupakan perjuangan melawan ego ketidakpuasan saya terhadap apa yang sudah didapat.

Ah apa pun itu, kita tetap harus berjuang, bukan?

“Bukaaaaaaan…”, jawab seorang pemuda putus sekolah yang suka nongkrong tiap malam di seberang basecamp, yang memang hobinya mabuk jika sedang berkumpul.

 

Salam Gondhal Gandhil

 

About Anoew

Sedari kemunculannya pertama kali beberapa tahun yang lalu, terlihat spesialisasinya memang yang "nganoew" dan "saroe". Namun tidak semata yang "nganoew-nganoew" saja, artikel-artikelnya mewarnai perjalanan BALTYRA selama 6 tahun ini dengan beragam corak. Mulai dari pekerjaanya yang blusukan ke hutan (menurutnya mencari beras) hingga tentang cerita kehidupan sehari-hari. Postingannya di Group Baltyra dan komentar-komentarnya baik di Group ataupun di Baltyra, punya ciri khas yang menggelitik, terkadang keras jika sudah menyenggol kebhinekaan dan ke-Indonesia-annya.

My Facebook Arsip Artikel Website

58 Comments to "Perjuangan Bonus Offroad Gratis (1)"

  1. anoew  19 December, 2012 at 22:32

    tip top

  2. Joko Prayitno  19 December, 2012 at 22:10

    Tooop…..

  3. Dewi Aichi  17 October, 2011 at 02:48

    Okeeee

  4. Lani  17 October, 2011 at 02:30

    DA : aku japri dibukak ya

  5. Dewi Aichi  17 October, 2011 at 02:27

    Lha takon dewe kono huahahaha

  6. Lani  17 October, 2011 at 01:25

    DA : lo kok Dian????? ngutik2 ulo pakai gagang pancing??????? OUCH!

  7. Dewi Aichi  17 October, 2011 at 01:14

    Lani ha ha ha…kowe ra ngerti nek Dian Nugraheni senengane ngutik utik ulo nganggo gagang pancing, nggo ngetest fungsine wkwkwkkww

    Keselek meneh aku

  8. matahari  16 October, 2011 at 16:11

    Kalau udh di hutan…mak lampir juga terlihat seperti Beyonce…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.