Thursday, 13 October 2011
Anoew
Dear Baltyrans,
Hidup ini keras, seperti kata orang-orang. Hidup ini menyenangkan, kata orang-orang kosmopolitan. Hidup ini pahit, kata orang-orang yang terpinggirkan. Sebaliknya hidup ini indah, kata orang-orang yang sedang bercinta. Tapi satu dari sekian banyak ungkapan tentang hidup itu, saya lebih suka memandang bahwa hidup itu penuh perjuangan. Tergantung dari sudut mana kita melihat dan menjalaninya, hidup harus dinikmati.
Ternyata, betapa kata-kata tersebut di atas sangat mengena dalam perjuangan saya membebaskan diri dan keluarga dari penjajahan “yang serba kurang”. Kurang puas dengan keadaan yang ada, kurang puas dengan rejeki yang didapat, kurang puas dengan apa yang telah diraih. Ingin mendapat lebih dan selalu merasa kurang, itu manusiawi. Tapi apa pun itu, memang kita harus berjuang untuk membebaskan diri dari penjajahan dalam bentuk apapun. Setuju kan?
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman dalam berjuang “mencari beras” hingga ke pelosok-pelosok dan harus meninggalkan anak-istri di Jakarta selama beberapa bulan. Ayo, kita nikmati “foto-foto perjuangan” berikut, dimana ini adalah perjalanan ke lokasi seismic yang terletak di bilangan Sumbagsel yang memakan waktu sekitar 3 jam dan dari basecamp.
Perjalanan yang tidak mudah menuju lokasi. Terpuruk, terjebak, terendam dan terpater di jebakan jalan berlumpur bukanlah sesuatu yang mengherankan lagi.
Termasuk armada pengangkut mesin, tak luput juga dari dera derita perjuangan ini. Maka tak jarang, meskipun perjalanan dari base camp maupun field camp dan staging tidak terlalu jauh ( kurang lebih 4 km ), sesampai di lokasi wajah kita maupun crew sudah kusut duluan…
Sesampai di lokasi, saya dan crew driller-shooter berikut peralatan perangnya bersiap-siap menerobos hutan karet dan semak belukar yang masih harus ditempuh dengan berjalan kaki…
Tolong jangan dibayangkan bahwa medannya datar dan mulus. Melainkan berbukit terjal dan berbatu, turunan curam kadang berlumut, gatal dan terkadang gelap sekaligus pengap. Berjalan kaki menembus hutan, sama sekali bukan bermaksud untuk sekedar mencari lintah. Apalagi cacing tanah…
Di lokasi, selain kerbau, monyet, babi hutan dan lintah, yang paling sering adalah serangan nyamuk. Dan meskipun telah keluar dari hutan karena lintasan kami yang menyeberangi jalan, terkadang bertemu juga dengan ular kobra, yang sempet kami isengin…
Untuk diketahui, dalam pekerjaan ini tenaga medis mutlak ada menurut standar HSE (Health-Safety- Environment) dan merupakan suatu kejutan jika, bertemu dengan tenaga medis yang segar dan manis dan tenaga medis itu berwujud “mahluk halus yang berkulit halus mulus dan bukan “mahluk kasar yang berkulit kelam seperti biasanya hmm…. Kalau sudah begitu biasanya crew langsung terserang “penyakit” bahu pegal-pegal atau kaki kesleo secara tiba-tiba, atau sekedar dengkul gemetar karena kekurangan vitamin...
“Halluuuw pak Anoew…”, sapanya ramah.. “Ketemu dengan ular yaaaa… Kok saya udah lama nggak liat ularnya bapak…”, sambungnya menggoda. Waaaah, Baltyrans silahkan ngiri…
Berbeda dengan kasus Lani atau Dewi yg dengkulnya gemetar jika melihat sosok ganteng (apalagi laki-laki berseragam), dengkul saya gemetar betulan jika harus melewati bridging yang tinggi karena takut dengan ketinggian… Dengan berkomat-kamit mengucap japa mantra (ndil gondhal gandhil gandhul… , ndil gondhal gandhil gandhul… ndil gondhal gandhil gandhul…, sing gemandul jo nganti ucul..) sebanyak tiga kali, dengan PD-nya saya menapak satu-persatu anak tangga yang centil bergoyang tiap kali diinjak…
Akhirnya setelah seharian bergelut lumpur dan bermandikan keringat, tibalah saatnya pulang. Dan perjalanan ke basecamp meskipun agak menyenangkan, sering pula mengalami kejutan tak terduga dengan kemunculan mobil lain dari depan secara tiba-tiba. Atau turunan yang curam, sehingga tak jarang tiba-tiba arah mobil melenceng dan terjerumus ke semak belukar…
Hal terindah adalah jika perjalanan sudah mulai menginjak aspal, sehingga nafas ini mulai lega dan mulai bisa ber-SMS-an dengan si tenaga medis tadi hehe....
Tersentil dengan omongan seorang rekan di tempat lama, “Wah bro, kalau kayak begini sih kerjaannya enak. Bisa tiap hari off road gratis, jalan-jalan ke pelosok negeri, dibayar pulak”, ujarnya mengomentari pekerjaan saya. Saya cuma tersenyum kecut, betapa rekan itu sesungguhnya kurang menyadari bahwa apa yang saya lakukan itu adalah merupakan perjuangan melawan ego ketidakpuasan saya terhadap apa yang sudah didapat.
Ah… apa pun itu, kita tetap harus berjuang, bukan?
“Bukaaaaaaan…”, jawab seorang pemuda putus sekolah yang suka nongkrong tiap malam di seberang basecamp, yang memang hobinya mabuk jika sedang berkumpul.
Salam Gondhal Gandhil
October 14th, 2011 at 17:23
Nep, aku yo emoh blaaasssss
October 14th, 2011 at 17:20
oke deh klo goa jepang..ketemu di dalam yo gpp.. asal jgn gua yang lain… masak ularnya ntar saling mematuk?? hiyyyy
October 14th, 2011 at 17:09
@Nuchie, apanya yang aneh, Nuch??
Tau aja sih Nuchie kalau topi si medik itu H artinya Hot..
Bugucan says
hayo sing gemandul no…..
October 14th, 2011 at 16:48
“Halluuuw pak Anoew…”, sapanya ramah.. “Ketemu dengan ular yaaaa… Kok saya udah lama nggak liat ularnya bapak…”
ealah…dasar…….hahaha
(ndil gondhal gandhil gandhul… , ndil gondhal gandhil gandhul… ndil gondhal gandhil gandhul…, sing gemandul jo nganti ucul..)
gek apane sing arep ucul….
October 14th, 2011 at 16:20
Oiiii ntar gue jelasin via email yah hahhahhaa mau kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr hahhahahhaha wajar juga sich aneh …wong ownernya aneh hahhahahhaa
October 14th, 2011 at 16:19
Fitur apa ya, Nuchan?

October 14th, 2011 at 16:18
Itu simbol huruf H di topi si cewe apa yah artinya…HOT yah hahahhahahhaha
October 14th, 2011 at 16:17
kayaknya ada yg aneh dengan Mas Anung hahhaha termasuk fitur2 di Baltyra juga sedikit aneh hehehhe (abis ini gue ditimpuk ama Jaicee hahhahhaa)
October 14th, 2011 at 16:12
Itsmi, saya setuju dengan Anda maupun Paspam.. karena aliran darah dari kepala mengalir turun ke “kepala.”
Bukan bu Nunuk, tapi kami menyewa suatu rumah besar untuk dijadikan basecamp.
Trus mobilnya memang begitu, semua 4WD / doble gardan, soalnya kalau 2WD ya gk bakal bisa melahap lumpur maupun tanjakan terjal atau turunan curam.
@Pak ODB, memang iya kalau pas “hari baik” kita dapet “rejeki lumayan”, tapi kalau enggak sih ya lumayan juga meski itu rata-rata pendapatan di perusahaan seperti itu. Apakah keponakan Anda di Total? Sekarang lagi beroperasi di Kalimantan juga lho..
@Pakdhe Dj, trimakasih salamnya. Hahaha komentnya sama betul seperti koment tahun lalu di tempat “yang itu”
@Meitasari: Jangan cuma ngebayangin, yuk jajalin sendiri…
@Nuchie, iya bener.. dulu pernah ada emang. Btw, memang sudah dari sononya sih kalau sebangsa ular itu pasti narsis..
@AMH, trims mbak Adhe..
Sekarang saya lagi di Cepu – Blora, kalau Sekayu udah lama saya tinggalkan, soale nggak ketemu sama pak Bagong.. Btw, Ada lagi di Sekayu Teladan, baru buka.. Mau mampir?
@Neppie, duluuuuu Nep, duluuuuu…..
tetep wae, aku emoh dengan tantanganmu. Ayo ke goa jepang aja.
October 14th, 2011 at 16:00
Hai Baltyrans, senang bisa berbagi disini setelah sekian lama absen, meskipun kadang baca tapi tak sempat meninggalkan koment.
Pak Hand, ternyata masih bisa tegak dan testimoni si merah jambu pun mengatakan demikian
ISK, bener bro, itu baru sedikit dari yang terambil di lapangan. Tapi, 1 gambar bisa mewakili seribu kata, bukan?
Si pink itu, sesuai dengan inisial yang ada di helm-nya, namanya Hennie. Nomer Hp 0812.2222.2xxx (sekian… sekian… sekiaan..)
JC, waaaaah nggak laaaah….. itu belum termasuk dingklik dan kue apem lho..
Hennie maksudnya sebaliknya? apakah si tenaga medis di atas dan saya di bawah, begitu kah?
Pams, sebenernya bukan di ular sih, tapi di sarang ular itulah..
Lani,justru itu Lan, aku malah selalu sehat kalau deket-deket dia..
Lind, ntar ya kubungkusin dua kalau ke Bandung.. Tunggu di depan pintu.