Saya Kena PMS!

Juwita Setiono – Sydney

 

Tenaang.. Yang dimaksud bukan Penyakit Menular Seksual, tetapi PMS yang satu lagi: Pre-Menstrual Syndrom.

PMS ini ‘sindrom’ paling menyeramkan yang dialami oleh hampir semua wanita dewasa, bahkan mungkin lebih menyeramkan dari PMS/Penyakit Menular Seksual, karena PMS jenis ini dimulai dengan kegiatan yang menyenangkan…

Sedangkan PMS/Pre-Menstrual Syndrom dimulai dengan sakit perut, perut kembung, kepala pusing, nafsu makan bertambah (mengakibatkan kegendutan yang tidak bisa ditangkal) dan kepala pusing – ini baru permulaannya.

Kalau permulaannya saja sudah sedemikian hebat, bagaimana dengan selama PMS itu menyerang?

 

Menakutkan!

Bagi siapa? Ya bagi penderita PMS dan (perhatian!) orang-orang di sekitarnya.

Yang lebih menakutkan lagi, penderita PMS menyadari betul bahwa sesuatu yang tidak beres sedang terjadi (paling tidak selama 4 – 5 hari) tetapi tidak berkuasa bertindak untuk menangkalnya.

Misterius kan?

 

Menyebalkan!

Sungguh menyebalkan! Siapa? Semua orang (kecuali saya) sangat menyebalkan. Kenapa dirimu tidak paham juga kalau setiap 28 hari sekali, saya sedang kena PMS! Apa saya perlu memegang spanduk bertuliskan, “Awas… Saya sedang kena PMS”?

Huh! Kenali dong gejalanya.

 

Minggirr semua…

Jangan macam-macam ya! Masa sih belum mengerti juga apa itu PMS? Sudah..  nggak usah tanya-tanya lagi. Percuma dijelaskan juga, nggak bakalan mengerti juga… Malah dikomentari “Situ PMS-nya lama juga ya, sebulan penuh.”

 

Sudah Mengerti belum?

Begini… PMS itu berhubungan dengan perasaan.

Perasaan yang mengalahkan pikiran dan logika.

Misalnya, peraturan kecil saja: “Jangan menaruh handuk basah yang baru dipakai selesai mandi, di tempat tidur. Segera kembalikan ke rak handuk.”

Mudah dilakukan… tetapi kenapa setelah berpuluh tahun kok ya masiiiih saja lupa. Saat tidak-terkena-PMS: “Ya nggak apa-apa, sayaang… Sini aku kembalikan.”

Tapi jangan coba-coba hal ini terjadi saat-terkena-PMS: “(sumpah serapah) Huh, dasar orang sembrono, tidak rapi, orang males!” – sambil nyamber handuk basah tadi dan dilemparkan ke muka ‘korban-perasaan’.

Seterusnya tersedu-sedu karena menyesal, kok bisa galak dan kasar begitu… Uhu, uhuu…


Capek ah…

Capek memang kalau habis emosi begitu gara-gara urusan sepele. Biarkan dulu saya duduk tenang sambil menikmati semangkuk es krim double-choco vanila, nyum…

Roti isi keju juga nikmat sekali, bisa menggantikan energi yang tadi terbuang percuma. Tapi acara TV kok membosankan! Mana remote TV –nya? Duhh.. kok saya lupa tadi ditaruh mana ya?

 

Lega…

Akhirnya saya tertidur di sofa. Sempat bermimpi juga… Dalam mimpi, saya ada di ruangan dokter. Sang dokter memakai baju kemeja bergaris-garis, duduk di hadapan saya sambil memegangi sekotak tissue.

“Uhuuu… Uhuu..”, saya menangis dalam mimpi. “Dokter percaya nggak sih sama PMS, kenapa semua orang memusuhi saya? Dibilang saya tidak tau perasaan, galak, judes, cepet nangis dan makannya banyak!”… “Saya tuh orang paling sabaaar dan penuh pengertian”

Jawab dokter sambil mengangguk dan dengan suara mantap: “Iya.. saya percaya PMS” dan tiba-tiba saya terbangun dari tidur saya dan langsung duduk tegak di sofa…

Haduuuh, rasanya kok legaaa… Dokter saya yang seorang pria dan tidak pernah  mengalami PMS, percaya bahwa PMS bukan sindrom yang dibuat-buat untuk menarik perhatian. (biarpun jawabannya kutemukan dalam mimpi, biar lah…)

Jadi teman-teman sekalian… Mari kita bersama memahami kemisteriusan PMS ini karena pada dasarnya semua wanita itu baik, penyabar, manja dan lemah lembut… Ya kecuali kalau sedang terkena PMS itu tadi… seraaam!

 

34 Comments to "Saya Kena PMS!"

  1. Linda Cheang  18 October, 2011 at 23:47

    Juwi : lakukan ORHIBA, dong

  2. Juwita  17 October, 2011 at 14:33

    Pak Djoko… Ahhh.. How blessed your wife is and (more over) how blessed you are, nggak pernah kena PMS dan nggak pernah di-PMS-i… Hmmm, tapi perlu diselidiki nih, apa resepnya kok bisa terhindar dari situasi gawat bulanan o.O

  3. Juwita  17 October, 2011 at 14:30

    Pak Hand: Betul, hahah… == JC: Jangan macem2 ya, tak capit loh == Hennie: Gggrrr… == Meitasari: Kalo pengin mbalang duit, lahh repot, hahaha… == [email protected]: Nasiiib… == Lani: Ben tau rasa tuh JC di-PMS-I == Linda Cheang: Bagaimana caranya… Gimanaaa… Hmmm == Sokadindya: Salam kenal kembali. Memang menyeramkan kalo berubah jadi singa betina, hehehe == Chiko: Memang jadi laperrr bawaannya == Pak Iwan: Grrr.. bukan! :p

  4. Dj.  16 October, 2011 at 00:58

    Sokadindya Pratiwi Wening Says:
    October 13th, 2011 at 12:01

    Salam kenal Mba Juwita….

    Rasanya sebeeeeelll banget, ya, kalau kita lagi PMS ngga dipahami. Mudah ‘meledak’ sekaligus mudah nangis juga. Otak pun ikut-ikutan ‘menyempit’ dan ngga terang. Hehehee…

    Sekali waktu, saat PMS, aku meledak-ledak. Mungkin sulungku heran, mengapa mamanya mudah sekali marah hari itu. Ketika maghrib, ia menegurku mengapa ngga salat, aku katakan bahwa aku sedang haid. Ia bergumam, “Pantes satu hari ini marah-marah aja, rupanya PMS.” Dan jika tahu aku sedang haid, dia suka bilang ke adiknya yang suka ngusili aku, “Jangan ganggu Mama. Mama lagi PMS tuh.”
    Senang juga sih, dimengerti oleh anak yang masih kelas 3 SMA (saat itu). Atau mungkin dia takut, ya?liat mamanya berubah jadi singa betina untuk beberapa hari. Hahahahahaaa…..
    ——————————————————————————————————-

    Wi…..
    Selamat malam dari Mainz…..
    Sekarang tambah jelas, apa itu PMS…
    Hanya sedikit heran saja….
    Kami menikah sudah 30 tahun lebih….
    Jelas istri Dj. juga mengalami PMS….
    Tapi dari awal sampai detik ini, kok tidak pernah marah….
    Mungkin istri Dj. tidak normal ya…..
    Hahahahahahahahaha….!!!!
    Salam manis dari Mainz….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.