Kembar Sial (2)

Yang Mulia Enief Adhara

 

Artikel sebelumnya: Kembar Sial (1)

 

Budi mulai meneriakkan suaranya yang cempreng. Lagu dangdut yang dibawakannya sebenarnya tetap terdengar dangdut, namun kesan rock yang dipaksakan hanya dalam bentuk teriakan, mirip pasien RSJ yang tengah mengamuk. “Pacarku memang dekat, 5 langkah dari rumah yeaaahhh !!!!! Gak usah kirim surat, telepon juga gak usah … Huaaaooooo !!!!!” Sungguh Budi over PD sementara penonton nampak galau gendang telinga-nya bagai ditusuk obeng.

Sebagian besar penonton nampak becek, AC di mall itu seolah tak mampu memberi kesejukan, beberapa ABG mulai menebarkan aroma kecut karena keringetan. Dua gank yang terlihat saling dengki itu bergaya sangat over acting, seolah Budi itu sekelas Justin Bibier. Enam cewek itu memekik memanggil nama Budi. Budi makin menjadi-jadi, suara yang pas pas-an dipaksakan agar terdengar sampai area parkir yang 3 lantai dibawah tanah. Dan karena Budi cenderung mengejan maka terjadilah tragedi memalukan. Tiba-tiba “broooootttt preeetttt” Budi kentut diikuti sedikit “kuah” yang langsung nempel di kancutnya.

Semerbak aroma WC terminal menyeruak di antara kerumunan penonton, beberapa penonton wajahnya membiru, bagi gank MAKEDA hal itu bukan masalah, hidung mereka yang super duper pesek tak mampu mendeteksi aroma secara akurat. Namun bagi gang BIMOLI ini jelas cobaan di siang bolong, dengan kompak mereka menutup area mulut dengan tangan, mereka tak ingin gas beracun buatan Budi merasuk di gigi mereka yang begitu ‘tampil’ di luar area, yaa istilahnya giginya roaming.

Dan Alhamdulillah sesuatu banged, akhirnya Budi ngelengser dari panggung. Duapuluh menit kemudian giliran Dudi yang tampil. Memakai celana ketat dan kaos serta jacket, ia tampil dengan aneka gerakan. Diri-nya merasa tengah memukau penonton dengan gaya yang ditirunya dari film street dance, tentu saja secara seadanya. Anehnya terlihat juga goyang gergaji, patah-patah dan ngebor. Lagu Keong Racun menggema di-atrium mall itu membuat Dudi melakukan gerakan ngebor dengan semangat dan tiba-tiba “kreekkkkk srreekkk” celananya nyaris belah sepanjang bagian pantat hingga ke depan. Terlihatlah pampers yang dikenakan Dudi. Pampers itu tujuannya memberi kesan pantatnya yang tepos terlihat padat, juga andai dia jatuh duduk, pantatnya gak sakit. Dudi ngacir diiringi sorak sorai penonton yang jujur saja lebih merasa terganggu ketimbang terhibur.

Puncak dari acara bakat itu, panitia mengumumkan di kategori “Finalis Paling Konyol” ditetapkan 2 pemenang. Dan predikat itu mutlak diterima Budi dan Dudi. Keduanya memekik histeris. Ini seolah pengukuhan eksistensi mereka di kancah gaul. Mereka langsung menarik microphone dari tangan MC yang sebenarnya belum selesai bicara. Keduanya meniru bintang Hollywood saat mendapat penghargaan. Sederet nama diucapkan plus ekspresi wajah yang sok dibuat penuh haru. MC hanya menatap mereka dengan kesal, ingin rasanya mendorong kembar sial itu hingga jatuh dari panggung.

Gank MAKEDA segera menyatroni duo Budi dan Dudi, mereka bangga cowok idola mereka berhasil mendapat salah satu kategori, walau sejujurnya kategori itu justru tidak diminati peserta lain. Ambar berkedip-kedip penuh arti, mascara yang dioles tebal telah luntur karena keringat, membuat wajahnya mirip racoon. “Hi cowok, yuk kita makan-makan, gw yang traktir deh” Ujar Ambar dengan genit. Cece dan Tuti juga melakukan gerakan menggoda, misalnya tiduran di lantai mall, berkaca sambil ngupil …..

Dari jarak 3 meter gank BIMOLI merasa merekalah yang lebih pantas bersama duo kembar sial, Nana mendekati Budi sambil memainkan jari telunjuknya di wajah Budi yang bergerak dari pelipis menuju pipi dan sampai ke bibir Budi. Hadegan ini ditirunya dari salah satu film drama favoritnya, “ehemm, mau gak nongkrong bareng sama cewek-cewek cantik ? ” Ujar Nana sok sexy. Budi kelojotan disentuh cewek, walau bibir Nana sulit terkatup namun lip gloss pink metalik sangat memaksa Budi memandang bibir Nana yang tengah bicara dengan manja. “Gile cara ngomong Nana mirip JUPE” begitu pikir Budi. Sumi dan Tata memegangi lengan Dudi, persis bos mafia yang diapit 2 gadis. Kembar sial itu tak menolak, dan jelas gank MAKEDA tak mau kalah, mereka ikut ngelendotin Budi dan Dudi.

Akhirnya mereka mendapat posisi yang pas di food court di lantai 4 mall. Gank MAKEDA dan BIMOLI tentu di meja yang berlainan, namun bersebelahan. Satu bersama Budi yang satu bersama Dudi. Tiba-tiba Tata berbicara dengan kencang sambil melirik meja saingannya ……

“Ehhh gw mau mesen CK aja gituuuhh” ujar Tata dengan lantang. Cece menengok ke arah Tata dan menyahut dengan lebay “CK apaan tucchh”. Lalu Tata berbicara dengan gaya JUPE, sok menyek-menyek, “ihhh itu lho Cumi Kangkung”. Sumi yang asyik foto bareng Budi menimpali, “kalo guweh pesyen TiBOX aaahhjah”. Kali ini Tata yang menyahut dengan genit “ooo emm jiii apaan tuccchhhh darling ?”. Sumi menjawab sambil memeluk lengan Budi, “itu teh kotak say”. Mereka sibuk berkotek menentukan makanan yang akan mereka pesan.

Di meja sebelah gank MAKEDA memandang dengan sengit dan tentu tak mau kalah, Tuti beraksi “Dudi cayang mau pesyen apa ?” Ujarnya sambil memainkan lidah di bibirnya, bermaksud sexy, namun entah kenapa justru mirip kadal. Dudi sibuk mengeja tulisan di daftar menu, “EN A NA … NA .. NA .. NASI …”. Cece segera menimpali, “hmmm gimana kalo SHI PE KHO ajah”. Dudi yang wajahnya pintar-pintar bodoh makin terlihat idiot, “itu masakan Cina yaa ??” Ujarnya dengan wajah plongah plongoh. “Bukaannn itu NASI PECEL KOMPLIT” Jawab Cece dikuti suara tawa Ambar dan Tuti. Selanjutnya dari 2 meja yang berdampingan namun bermuatan benci itu terdengar suara cekikik dari masing-masing personil yang tengah menyindir lawannya masing-masing, mirip Kuntilanak lagi reuni.

Tiba-tiba dari big screen di ruang food court itu ditayangkan video clip lagu Physical yang didaur ulang untuk serial Glee. Budi dan Dudi memang terobsesi ikut berperan dalam serial itu, walau itu hanya angan kosong. Tanpa malu-malu Budi naik ke atas meja dan ikut bernyanyi ” I’m saying all the things that I know you’ll like, Making good conversation, I gotta handle you just right, You know what I mean, I took you to an intimate restaurant, Then to a suggestive movie, There’s nothing left to talk about, Unless it’s horizontally” Dengan suara parau dan lantang.

Di meja sebelah Dudi nggak mau kalah, ia naik ke meja dan melakukan tarian robot sambil sesekali diikuti gerakan berbau ‘gym’. Terlihat Dudi tiada jera pasca tragedi robeknya celana ketatnya, dari bagian pantat sampai bagian depan celana terlihat lack ban yang dilekatkan berlapis-lapis.

Cewek-cewek katrok itu merasa bangga berada di antara cowok se-eksis Budi dan Dudi, mereka ikut bertepuk berasa di lokasi shooting atau setidaknya house party. Mereka GR dipandang pengunjung lain yang sebenarnya berfikir gerombolan Budi cs adalah katrok dan enggak banged.

Gank MAKEDA kompak melakukan tolak pinggang, membungkuk sedikit dan menggoyangkan bahu mengikuti irama lagu. Kepala mereka bergoyang hingga bando bulu-bulu yang mereka kenakan ikut bergerak. Gank BIMOLI ingin gerakannya lebih panas, maka masing-masing personilnya melakukan gerakan patah-patah, gergaji dan ngebor. Lagu terus menghentak dan mereka makin menggila, lupa daratan.

Hingga … “Heh !!! Apa apaan ini ????” Bentak 2 orang security berbadan tambun, “ikut kami ke POS, kalian harus mengganti beberapa kerusakan dan menunggu orang tua kalian datang untuk mendapat laporan kami” kedua Security itu berkata tegas sambil mengikatkan tali ke leher para ABG itu dan menggiring mereka bagai kambing menuju POS keamanan. Acara heboh hari itu diakhiri mereka di dalam pos security mall.

 

 

7 Comments to "Kembar Sial (2)"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  15 October, 2011 at 23:17

    Dalam hidup,tidak ada kata sial. Hanya persepsi kita saja.

  2. Linda Cheang  15 October, 2011 at 10:46

    benar-benar edhan…

  3. J C  14 October, 2011 at 14:15

    Salah satu dijodohkan sama Tumpuk Artati pasti ruame dan seru. Satu sama Tumpuk, satu sama Jennifer… hancurlah dunia…

  4. nu2k  14 October, 2011 at 09:46

    Lhooo, kok malah balapan nggesek nomor sih..Goedemorgen… Masih gueeelaaappp.. Mbak Sasayu kok sudah bangun…Bikin PR???, gr. Nu2k

  5. [email protected]  14 October, 2011 at 09:29

    tiga….

  6. Sasayu  14 October, 2011 at 08:33

    Duaaaa

  7. Lani  14 October, 2011 at 08:29

    siji

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.