Derawan Menawan (3)

Adhe Mirza Hakim

 

Hari ketiga/terakhir, Derawan – Tanjung Batu – Tanjung Redeb – Balikpapan – Jakarta

Sejak subuh aku sudah terbangun, sholat subuh dulu, trus ngobrol sama Lida, ah..badan ini koq ngilu semua apalagi di bagian pahaku, hmm… aku kan sudah lama tidak renang, sore kemarin aku ikut-ikutan renang sama anak-anak Bajau, nah..mungkin otot-otot tubuhku agak shock, lha naik boat berjam-jam trus treking di pulau-pulau, cukup menguras my energy, Lida juga mengalami hal yang sama.

Aku melirik ke jam tangan dan sadar waktu sudah menunjukkan pukul 5.30 Wita, halaah bentar lagi ada “Sunrise”, aku dan Lida langsung bergegas keluar kamar, sambil membawa my cam, jangan sampai terlewat moment ini. Saat kami keluar, suasana rumah masih sepii…hihi…kami ber-2 mengendap-ngendap keluar rumah, bagusnya itu pintu rumah tidak dikunci, hmm…aman juga nie kampung. Rumah aja gak perlu dikunci. Udara pagi di Derawan segar sekali, aku dan Lida, sengaja berniat mengitari pulau dahulu, karena jam 5.30 sunrise belum muncul, kami masih ada waktu buat keliling pulau.

Pulau Derawan ini cukup lengkap fasilitas dan infrastruktur nya, ada pembangkit Listrik milik PLN yang bekerja 24 jam, pantess…resort dan hotel-hotel mewah di pulau ini tidak akan kekurangan pasokan listrik. Ada menara BTS/Selular, asli bisa tetap updates sama jejaring sosial kalau mau kabar-kabari teman-teman “Hei gue lagi di Derawan nie…” hihihi bikin sirik aja… jaringan sinyal telpon bagus banget di sini. Trus ada posko TNI AL, sebagi posko pemantau keamanan, menurut info dari temenku yang marinir, kenapa di sana ada posko TNI AL, karena Derawan termasuk pulau terluar dari perairan Indonesia, kan berbatasan dengan perairan Malaysia.

Aku mikir enak juga ya kalau naik sepeda, sambil menikmati udara pagi, sayangnya aku tidak menemukan tempat persewaan sepeda. Ternyata pulau Derawan ini tidaklah besar dalam waktu 30 menit kami sudah bisa mengelilinginya. Kami sempat melihat beberapa peserta pertandingan adu ketangkasan rescue underwater sedang cross country, mereka lari pagi sambil mengatur rambu-rambu lomba di pojok jalan. Senang juga melihat mereka outbound/outing di sela-sela waktu bekerja di tambang yang membosankan. Aku melirik ke arah langit, jam sudah mendekati pukul 6 pagi, haiyaaa…kami berlarian mencari dermaga yang kosong buat membidik Sunrise yang indah.

Ternyata ada satu dermaga kosong yang letaknya cukup strategis untuk mengabadikan sunrise mana sepi lagi, tapi dermaga itu berada dalam lokasi resort yang sebenarnya privat area (Derawan Beach Café and Cottages, thanks pak Arief sudah membiarkan kami narsis di dermaga resort hehe..), aku dan Lida dengan cueknya masuk ke lokasi resort sambil kulonuwun sama pak bon nya yang lagi nyapu taman resort, untung pagi itu suasananya masih sepi,  aku dan Lida bebas jeprat jepret camera di lokasi dermaga, seperti biasa Lida minta dipotret sambil melompat, hmmm…masa kecilnya kurang main tali keknya hehe.

Alhamdulillah….sunrise nya bisa kami abadikan dengan baik, sesuatu banget ya…hanya sehari di Derawan, kami bisa nemu sunset dan sunrise ! Akhirnya kami bosan juga duduk di dermaga tanpa sarapan pagi, waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, kami harus bergegas pulang, teringat pesawat kami akan terbang pukul 14 siang nanti.

Dalam perjalanan pulang, aku sempat mengabadikan kehidupan anak-anak Derawan yang pergi ke sekolah, suasana kampung yang asri dan tenang, Subhanallah….indah sekali. Aku dan Lida sengaja melihat suasana sekolah anak-anak Derawan, dari TK, SD dan SMP, senang rasanya melihat anak-anak itu semangat pergi ke sekolah, kebetulan itu hari Jum’at, ada kegiatan senam pagi di sekolah, aku dan Lida penasaran sama musik senam paginya seperti apa, tunggu punya tunggu koq lama sekali ya….halah ternyata saat bunyi musik senam itu terdengar sebentar lalu tiba-tiba suaranya berubah meliuk-liuk hahahaha…..pita kasetnya kusuuuut!!!

Keknya itu kaset protest berat, karena terlalu sering diputar setiap hari selama bertahun-tahun. Anak-anak SD yang senam tampak gelisah dan bosan mereka ada yang berdiri ada yang duduk, aku sampai geli memperhatikannya, aku juga sempat mengabadikan wajah-wajah polos anak-anak TK dan SD, yang pergi ke Sekolah lengkap dengan bedaknya yang celemongan hahaha….duuh anak-anak memang apa adanya tidak pernah pusing dengan keadaan sekitar. Kami ketemu dengan teman-teman kecil kami, yang tersenyum riang menyapa kami, haiiii…..kami bilang semalam gak jadi lihat penyu bertelur, gara-gara ada panggung gembira di Derawan.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7.45 pagi, aku dan Lida bergegas pulang ke rumah, sudah tersedia sarapan pagi yang enak ada nasi kuning, roti goreng dan 2 gelas Milo hangat !  Kami memutuskan sarapan pagi dulu. Setelah mandi dan berkemas, kami menunggu Iskandar datang menjemput kami, suasana Pantai yang sepi, terlihat beberapa turis lokal, yang kupikir ini para karyawan tambang yang sedang liburan, lagi snorkeling di tepi pantai, aku tersenyum memandangnya, yah…kami harus pulang hari ini, cukup sudah waktu untuk bersenang-senang. Pukul 9.30 pagi boat kami meninggalkan Derawan dengan sejuta kenangan indah, I’ll be back Derawan …

Kali ini aku lebih merasa nyaman menaiki speed boat tidak ada lagi rasa takut, karena sudah terbiasa dengan guncangan dan hembusan angin serta goyangan ombak di hari sebelumnya, alam begitu ramah dan bersahabat, bahkan Lida dengan pede nya naik speed boat tanpa life jacket. Alhamdulillah…

Kami tiba di Tanjung Batu pukul 10 pagi, tak lupa aku berterimakasih dengan Iskandar, dan memberikan sedikit Tips sesuai janjiku padanya. Aku menelpon Pak Totok untuk dijemput di dermaga, kami menunggu sebentar, pukul 10.15 pak Totok datang, kami segera masuk ke mobil, siap meluncur ke Tanjung Redeb.

Di tengah perjalanan pak Totok mampir ke SPBU, mau beli bensin, ternyata persediaan bensin habis, mobil yang kami tumpangi segera keluar dari areal SPBU, memarkirkan mobil di tepi jalan, pak Totok segera membuka cabin belakang mobil Daihatsu Xenia yang kami tumpangi mengeluarkan sedirijen bensin untuk dimasukkan ke tangki bensin, hmmmm…..rupanya para awak angkutan umum ini sudah preparing dengan kondisi keterbatasan bahan bakar di Berau, miris….ya begitulah.

Setelah mengisi bensin, kami melanjutkan perjalanan, kami sempat berhenti di tepi jalan untuk memotret pohon-pohon yang terbakar karena kebakaran hutan, musim kemarau yang panjang memang cenderung membakar semak belukar yang kering kerontang. Pak Totok bertanya tentang perjalanan kami mengelilingi Derawan, aku dan Lida bilang benar-benar berkesan dan mau balik ke sini lagi. Pak Totok tersenyum senang, kembali bertanya apakah kami sempat mengelilingi semua pulau? Kami jawab iya…kami sempat ke Maratua, pulau terakhir yang kami kunjungi walau sempat ada prakiraan badai yang disampaikan Iskandar, tapi aku tetap berkeras untuk melanjutkan perjalanan.

Pak Totok tertawa mendengar kegigihanku untuk meneruskan perjalanan ke Maratua, “Bu…hebat…ibu tidak terpengaruh sama kata-kata Iskandar, itu memang taktik dari nelayan di sini untuk menghemat bensin, jadi kalau tidak ke Maratua, sediaan bensin mereka tidak berkurang banyak”, hahaha…oh itu dia kenapa mereka ngotot bakal ada badai di Maratua. Syukurlah aku gak terpengaruh, kadang aku pake feeling dalam menerka alam.

Lalu pak Totok bertanya kembali apa kami sempat ke Nobuco Island? Tidak…lha gak mudeng, ternyata itu salah satu pulau exclusive yang ada dekat Maratua, haiyaaaa….sayangnya, itu privat island, ada resort dengan tarif Euro yang beroperasi di sana, tapi keberadaan pulau ini legal, dalam arti mereka bayar pajak ke Pemda setempat. Resort di pulau itu ternyata sudah beroperasi selama 10 tahun (aku tahu saat pulang, di atas pesawat ketemu rombongan turis bule yang pake kaos dengan logo “Peringatan 10 tahun pulau Nobuco”). Okay….someday ya kalo sempat, siapa tahu bisa ngintip ke sana.

Pak Totok bertanya lagi, apa kami sempat ketemu dengan kapal pesiar asing di Derawan, aku jawab iya..bahkan sempat motret itu kapal serta berbicara dengan salah seorang turis asing yang ikut dalam kapal pesiar itu, tepatnya mereka buang sauh di perairan Pulau Kakaban. Ternyata kata pak Totok, kapal pesiar asing itu illegal masuk ke kepulauan Derawan, jadi kemarin pihak Kepolisian sengaja datang ke sana untuk meminta pihak kapal keluar dari perairan Derawan, Ooo….pantess…ada banyak Pejabat Polisi di P. Maratua yang tidak jauh lokasinnya dari P. Kakaban, mereka sedang menginterogasi awak kapal yang membawa turis-turis asing itu hmmmmm…..yah begitulah kisahnya.

Kami tiba di Tanjung Redeb sekitar pukul 12.30 siang, aku sengaja mampir ke expo “Berau Fair” yang sedang berlangsung di Tanjung Redeb, rupanya kami datang di Berau bersamaan dengan hari jadi kota Berau, koq bisa tepat ya momentnya, aku masuk ke stand pemda untuk mengambil beberapa brosur, khususnya stand pariwisata, lumayan buat tambah info melengkapi tulisan ini.

Kami tidak lama di area expo, aku ingat di Berau ada dua museum, bekas Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung, tapi karena waktu yang sempit aku hanya bisa mampir ke Museum Gunung Tabur, sayangnya karena itu hari Jum’at, museumnya tutup, aku hanya bisa foto sebentar di area museum, serta foto di tepian sungai Segah yang tepat berada di depan museum.

Jam sudah menunjukkan pukul 13.15 siang, walah…..kami harus bergegas ke Airport, benaaar saja…kami hampir ketinggalan pesawat hahahaha….jadwal penerbangan tiba-tiba maju!!! Yang harusnya pukul 14 siang, maju menjadi pukul 13.35 siang, syukurlah Tanjung Redeb kota kecil tidak ada kemacetan, sehingga kami terhindar dari ketinggalan pesawat hihihi….Lida bergegas masuk ke bandara untuk check in pesawat, makasih ya pak Totok, yang sudah dengan sabar menemani perjalanan kami, aku sengaja melebihkan ongkos mobil, Alhamdulillah dengan senang diterima pak Totok sambil mendo’akan semoga aku selalu diberi rizki yang berkah oleh-NYA, aamiin…….insyaAllah bisa kembali ke Derawan ya bersama rombongan bodrek, hehe.

Penerbangan dari Berau ke Balikpapan berjalan lancar, eh ketemu lagi dengan turis lokal yang kemarin jumpa di Derawan, ternyata mereka hanya sebentar liburannya, dengan gaya flashpacking juga. Pukul 14.30 wita, pesawat kami mendarat di Bandara Sepinggan Balikpapan, kali ini tidak ada bagasi yang kami bawa, pokoknya santai banget, yang ngeberatin cuma baju-baju kotor aja, aku memutuskan sholat jama’ qoshor dzuhur-ashar dulu di musholla bandara, mushollanya apik, ber-AC dingin banget!

Kami punya waktu transit yang lumayan panjang ada waktu 4 jam yang bisa kami pakai buat jalan-jalan di kota Balikpapan, aku sempat menghubungi temanku, buat minta rekomendasi supir taksi langganan dia, alhamdulillah dapet nomer telponnya, dan kami dijemput sama pak supir yang orangnya baik juga, namanya lupaaa hehehe… satu hal lagi aku lupa kalau punya keluarga di Balikpapan, adik sepupu mama ada yang menikah dengan orang Balikpapan, aku baru ingat justru setelah sampai di rumah, parah!

Keliling kota Balikpapan, cukup menyenangkan….kotanya bagus, rapih bersih pokoknya kereen deh kata pak supir kota ini sudah menang Adipura beberapa kali wajar kalau begitu. Kami mampir dulu untuk city check in di Garuda, karena kami pulang naik pesawat Garuda yang malam hari, sekitar pukul 19 malam. Setelah urusan check in selesai, maksudnya kalau kami telat datang sudah tercatat dalam manivest pesawat ya siapa tau bisa ditungguin kan? Hehe…maunya tuh!

Jalan-jalan tidak lengkap jika tidak mencoba kuliner local, aku nyobain bubur Samarinda yang direkomendasikan adik sepupuku, katanya enak banget. Setelah aku cobain …rasanya koq mirip nasi soto ayam, seporsi Rp. 20.000,-. Gantian aku nemenin Lida makan bakso, waduuh kalo makan bakso di bandara mahal banget, makan kwetiau di bakso lapangan tembak semangkok bisa mencapai Rp.35.000,- (pengalaman Lida). akhirnya kami makan bakso di dekat SMA 1, lagi-lagi rekomendasi dari temanku, lumayan semangkok Rp. 15.000,-  enak juga.

Selesai makan, kami mampir ke Pantai Monpera, pantainya bagus ada tugu Monpera di sana, ada retribusi Rp. 1500,- /orang. Duduk sebentar sambil jeprat jepret tapi tidak ada sunset di sini, akhirnya kami pindah ke Pantai Melawai untuk mengejar sunset….tapi sayang…sore itu mendung menggantung, nggak nemu sunset deh. Maghrib menjelang, aku putuskan untuk sholat jama’ qoshor Maghrib – Isya di Masjid Agung Balikpapan, alhamdulillah senangnya sholat di masjid yang indah ini, ruang wudhu dan toiletnya bersih banget dan masih kinclong, maklum masjid baru kan.

Aku sholat maghrib secara berjama’ah dengan para jama’ah masjid malam itu, lalu lanjut sholat jama’ qoshor isya dan sholat sunnah safar, biar selamat dalam perjalanan. Kami agak terburu-buru ke airport mengingat waktu sudah mendekati pukul 19 malam, tapi ternyataaaa…..delaaay lagi sodara-sodara!!!! Hahahaha….emang kalo gak delay penerbangan di Indonesia asli gak normal! Lagi-lagi kami diberi snack kotakan tapi rasa snack nya lebih enak dari airlines yang satu itu.

Akhirnya pukul 20.00 wita kami diberangkatkan, penerbangan malam itu cukup nyaman, naik Garuda memang enak, dikasih makan malam menunya nasi dengan ayam atau kentang dengan daging, aku pilih kentang plus daging, lumayan deh kenyang juga nie perut. Pesawat Garuda landing dengan mulus pukul  21.00 wib di bandara Soetta jarak tempuh 2 jam berasa terbang hanya 1 jam hehe…karena ada perbedaan waktu antara Wib dan Wita, aahhhh….selesai juga perjalanan melintas udara, daratan dan lautan.  Kami  cintaaaa banget dengan Indonesia.

Buat para pembaca Baltyra yang sudah dengan sabar membaca catatan perjalanan dari reporter  Baltyra tanpa kartu anggota ini, aku ucapkan terimakasih…bagi teman-teman yang berminat ingin ke Derawan, jangan ragu-ragu, siapkan tekad kumpulkan uang cari tandem jalan yang asyik agar perjalananmu lebih berwarna, lebih banyak teman lebih bagus karena makin irit biaya perjalanan. Alasanku memilih Lida sebagai tandem jalan, selain dia baik tidak banyak cakap, sama-sama suka traveling, berani dan sabar, yang paling penting selama di jalan Lida bisa motretin aku, hahaha…. Lotta thanks my dear Lida.

Di bawah ini aku lampirkan nomer telpon dari pihak-pihak yang turut mensukseskan kunjungan singkatku ke Derawan, terimakasih yang tulus buat mereka semoga pariwisata di Derawan makin maju dan berkembang lebih baik lagi, lebih banyak orang yang bisa datang ke Derawan, tidak terkesan eksklusif gara-gara mahalnya harga paket tour ke sini.

  1. Pak  Taher (Derawan khusus jasa persewaan speed boat, bisa juga request penginapan)  +6281350172006
  2. Pak Totok (Tanjung Batu, jasa travel Tanjung Redeb – Tanjung Batu PP) +6285245513865
  3. Pak K. Arief (Derawan Beach Café and Cottages – Derawan) +6281346270001
  4. Pak Deny (Derawan Tour Agent) +6281254860006

Info contact person yang aku kutip dari buku Deedee Chaniago “Flashpacking Keliling Indonesia”

1         Mas Ferry (Island Hoping, sewa boat) +6281350204334.

2         Pak Kasino (Wisma Danakan, penginapan) +6281350148954

3         Penginapan Arlisah +6281253143960

4         Penginapan Reza dan Dira +628125490980 , +628125310193

5         Home Stay Dona  +6281253095584

6         BMI Resort  +6281347885300 , +628115424121

7         Penyewaan Boat dan Perlengkapan Snorkeling  +628115401544

Nama dan Tarif Hotel di:

Tanjung Redeb:

1.       Hotel Bumi Segah

– Vip           : Rp. 570.000,-

– Deluxe     : Rp. 505.000,-

– Standart  : Rp. 465.000,-

– Extra Bed :Rp.110.000,-

Reserfasi : +6255424041

 

2.       Derawan Hotel

– Suites        : Rp.700.000,-

– Executive  : Rp.400.000,-

– Superior     :Rp.350.000,-

– Standart     :Rp.300.000,-

Reservasi : +6255423128

 

3.       Hotel Sederhana

– Suites      : Rp.415.000,-

– Superior  : Rp.340.000,-

– Standart   :Rp.280.000,-

– Extra Bed  :Rp.115.000,-

Reservasi : +6255421353 , +6255422079

 

Derawan

  • Derawan Beach Café and Cottages

– Standart            : Rp.275.000,-

– Deluxe Double : Rp.330.000,-

– Family Room     :Rp.500.000,-

Reservasi: +6281346270001

 

Pulau Pabahanan

Speed Boat Tanjung Redeb – Nobuco PP Rp. 6.000.000,-

  • Nobuco Resort

– Full Board Basis

– Single ——————— 102 Euro

– Double———————  74 Euro

– Triple———————–  67 Euro

Children 2 – 11 years old.

10 Dive Package per pax 345 Euro

20 Dive Package per pax 652 Euro

 

Pulau Maratua

Speed Boat Tanjung Redeb – P. Maratua/ Charter  Rp. 4.500.000,-

Speed Boat Tanjung Batu – P. Maratua / Charter Rp. 2.700.000,-

  • Maratua Paradise Dive Resort

– Indonesia

Beach Challet 5 hari / 4 malam ———- Rp. 5.600.000/ Orang.

Plus Dive ————————————-Rp.     900.000/penyelam/malam

Water Villa 5 hari / 4 malam ————–Rp. 5.800.000/ malam.

 

– Non Indonesia

Beach Challet 5 day / 4 night ————- US $ 840/ person

Additional Day ——————————US $ 160

Water Villa 5 day / 4 night —————- US $  900 / pax

Additional Day ——————————-US $  175

Reservation: +622132975000.

Email : [email protected]

 

Semua info mengenai tarif dan hotel tersebut di atas diperoleh dari Brosur dinas Pariwisata Kabupaten Berau – Kaltim.

*Sedikit Catatan, jika tarif penginapan dan paket tour tersebut dirasa cukup mahal, jangan sungkan melakukan gaya independent traveling, memang tidak semewah paket tour tersebut diatas, tetapi tujuan untuk menikmati keindahan alam dan laut di kepulauan Derawan tetap tercapai, mari kita sukseskan Pariwisata Indonesia, salam traveling !

 

About Adhe Mirza Hakim

Berkarir sebagai notaris dan PPAT yang tinggal dan berkeluarga di Bandar Lampung. Berbagai belahan dunia sudah ditapakinya bersama suami dan anak-anak tercintanya. Alumnus Universitas Sriwijaya dan melanjutkan spesialisasi kenotariatan di Universitas Padjadjaran. Salah satu hobinya adalah menuliskan dengan detail (hampir) seluruh perjalanannya baik dalam maupun luar negeri lengkap dengan foto-foto indah, yang memerkaya khasanah BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

50 Comments to "Derawan Menawan (3)"

  1. BuCe  31 October, 2011 at 14:48

    KereN.. habiss…. kapan yah bisa nyampe Derawan..?

  2. Adhe  19 October, 2011 at 14:49

    @mba Mawar, makasih juga selalu setia membaca liputan jalan2ku, oyaa…sudah ini akan ada artikel Banjarmasin Selayang Pandang, ditunggu aja yaa….

  3. Mawar09  18 October, 2011 at 23:54

    Adhe : terima kasih ya lanjutan kisah perjalanannya. Asyik bacanya, foto2nya juga bagus semua…. jadi tahu sekarang pemandangan dan kondisi Derawan. Ditunggu cerita lainnya ya!

  4. Lani  17 October, 2011 at 22:57

    PAM-PAM : jd baru liat gambarnya doank to?????? aku kira dikau udah pernah ke MALDIVES……..ya udah kapan2 kesana ya…….motret2 yg asyik2

  5. Lani  17 October, 2011 at 22:52

    45 ADHE : naaaaaaah klu yg ini aku se777777 buangettttttttttti! wahahahah…….hrs yg enak2 dan kepinuk………

  6. Adhe  17 October, 2011 at 22:31

    @Cik Lani, hahahaha….okeeh kalo nggak buat anak, buat enak aja deeeh hihihi

  7. Lani  17 October, 2011 at 22:29

    42 ADHE : hah????? ora salah???? bikin anak??????? sapa yg mo bikin anak????? HANIMUN ku ya hanya buat berdua aje yeeeeeee

  8. Lani  17 October, 2011 at 22:28

    37 MAS DJ : mas ndak usah heran bin bingung di INDONESIA mmg umum……org bilang KASIH MENTAHAN nya sj…..aku jg bbrp kali dengar dr sodara sendiri lo mas………ya ndak jd aku kasih…….bagiku itu mata duitan! mo dikasih apa yg belum dipunyai, malah njaluk duit……..woalaaaaah dalah……..tobil anak kadal!

    mas, dicoba dulu minta visanya……..klu buat mbakyu SUSI tdk pake visa wong pake paspor Jerman……la nek mas DJ HARUS…….hehehe itulah nasib paspor ijooooooo royo2……tax buat htl nampaknya diatas 10% mas……..tp ora usah kuatir, kan dollar amrik lagek ambrukkkkkkk……..euro lbh kuat…….

    kmrn ktk Iron Man ngancani belanja konco soko Itali…….dlm tempo 1 jam mrk buang hampir $ 1,000 ediaaaaaaaaan wes……
    tp aku jg menguntungkan buat mrk, soale mrk dpt gratis 2 t-shirt krn aku bilang mrk beli banyak…….kasih discount duoooonk………

  9. Adhe  17 October, 2011 at 22:26

    @Cik Lani, hayuuu Hanimun di Derawan, bisa buat anak lagi nie, hahaha….. nggak kuku.

    @Pakde DJ, hahaha…..adhe blum mampu sewain apartmen, kalau kasih alamatnya aja bisa, hihihi….

    @Alexa, iyaa bener asyik mba tempatnya, Lida seru buat jadi tandem traveling, untung deh dia bisa bujukin itu petugas bandara dengan wajahnya yg memelas, jadi kami dikasih ijin buat naik ke pesawat, kalau tidak alamat deh….jadi Pacar ketinggalan pesawat judule, hehe….

    @bu T. Moken, makasih bu…sudah baca semua artikel ini, iya adhe suka dengan ekspresi anak2 yang polos, selalu jadi objek foto yg menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.