Balawan Gamelan Maestro Project

Lida

 

Sebuah project yang menampilkan para Maestro Gamelan Bali agar lebih dikenal secara individual. Balawan akan berkolaborasi membuat komposisi bersama beberapa Maestro Gamelan, yaitu I Made Subandi dan I Ketut Lanus pada Gangsa Rindik dan Perkusi Kendang, didukung oleh I Wayan Balawan pada guitar dan synth , Ketut Tarmadi pada bass, I Nyoman Suarsana pada kendang dan suling, serta I Wayan Sudarsana pada Suling Cengceng dan Cenggong . Mereka akan memainkan repertoar antara lain : Pangbe, Made Cenik, Ririmemeri, Kotekan, Bali Latino, What’s left Now in Our Land, dan Barat Birit. (kutipan aku ambil dari GKJIF bulan September 2011)

Hampir gak jadi nonton konser ini gara-gara gak ada teman nonton dan pergi klayapan ke pulau luar di Kalimantan Timur. Aku tau konser ini gara-gara follow warta jazz, siang hari searching no telp GKJ untuk pesan tiket. Eh, ternyata tiket masih ada dan bisa beli langsung jam 19.00. Setelah nanya-nanya akhirnya dikasih tau naik busway aja turun di Pasar Baru di seberangnya sudah gedung GKJ. Pukul 18.30 udah nyampai sana sholat dulu kemudian beli tiket. Tiket cuma ada 2 kelas 100 rb atau 75 rb. Waktu lihat denahnya aku pilih yang 100 rb soalnya yang kosong juga dalam posisi yang enak.

Pukul 20.15 konser dimulai, dibuka dengan satu lagu dari 4 maestro minus Balawan dan Ketut Tarmadi. Setelah itu Balawan dan Ketut Tarmadi masuk mereka langsung membawakan pangbe (biarlah). Setelah satu lagu Balawan bercerita, gamelan maestro project ini baru pertama kali konser di Indonesia. Biasanya para maestro dikontrak di luar negeri, khususnya Jepang dan Amerika. Berhubung baru pertama manggung bersama Balawan grogi saking groginya dia tanpa alas kaki waktu konser.

Balawan gamelan maestro project /Agung

Setiap selesai satu lagu Balawan ngobrol sejenak dia bercerita kenapa mereka disebut maestro? Mereka disebut maestro karena bukan sekedar memainkan alat musik saja, tapi bener-bener bisa improvisasi terhadap alat musik. Untuk penabuh kendang kali ini dia memainkan kendang sunda padahal biasanya memainkan kendang bali, dan dia berusaha untuk bisa memainkan kendang dari seluruh Indonesia. Mereka memainkan gangsa rindik berbarengan.

Apik oii, dan mereka bisa menirukan petikan Balawan sama persis. Sedangkan Balawan sendiri membawa 3 gitar, gitar biasa, kecil, sama double. Nih orang canggih banget waktu memetik gitar kecil tidak memegangnya, trus dia bercerita kenapa suka pakai gitar double bukan untuk gaya-gayaan tapi supaya dia bisa memainkan beberapa kunci secara bersamaan.

Mereka membawakan lagu Made Cenik yang artinya Made Kecil (aku tau artinya cenik=kecil gara-gara tanya di twitter Balawan, gara2 aku nulis [email protected] maestro gamelan keren di twitter dan RT sama dia, akirnya aku follow dia. Hehehehee). Kata Balawan kenapa dia selalu membawakan lagu anak setiap konser karena itu misi dia untuk melestarikan lagu anak.

Konser ini ditutup dengan diputar film pendek di iringi petikan gitar Balawan. Film ini bercerita tentang seorang pemuda yang mengajar anak jalanan setiap malam dimana siangnya dia bekerja apa aja termasuk kuli batu, pas dia mau beli alat tulis buat anak-anak itu uangnya kurang akhirnya waktu liat semen dia mengambil semen itu dan menjadi patung di jalanan demi mendapat sumbangan. Ada yang menyumbang juga setelah berfoto dengan dia. Trus ada 3 pelajar sma cowok menulis  dengan pillox kata ASU di badannya dan dia diam saja kemudian mereka juga ambil uang sumbangan itu, ketika lari mereka tertabrak dengan guru mereka dan uang yang diambil jatuh. Kemudian guru tersebut mengambilnya dan memberikan uang itu kepada anak itu sekalian menyumbang juga. Akirnya anak itu bisa membelikan keperluan alat tulis kepada anak jalanan yang diajarnya. Wah nonton ini bikin trenyuh, tapi itu sesuai kenyataan tragis memang, nonton ini bikin nangis.

Kita boleh berhenti SEKOLAH tapi jangan berhenti BELAJAR. Yuk bantu siapapun untuk belajar.

Karya anak bangsa ini ditonton oleh warga negara asing sebesar 50%. Tragis ya, padahal bagus, keren, apa kurang promosi atau emang pada gak suka dengan musik instrumen.

Saya sudah pernah nonton konser Budjana, Balawan kurang nonton Tohpati. Kalau Budjana cool kalau memainkan gitarnya, Balawan sambil menyanyi menirukan suara musiknya, kalau Tohpati gimana ya??? (penasaran banget)

Nonton konser musik instrument itu enak gak perlu menghapal lirik kalaupun mereka salah kita juga gak tau.

Makasih buat Agung buat fotonya, efek punya teman tukang foto ya seperti ini

 

28 Comments to "Balawan Gamelan Maestro Project"

  1. lida  21 October, 2011 at 00:03

    Mawar : samba sunda belum pernah dengar. Ntar deh aku cari2 di google

  2. Mawar09  20 October, 2011 at 23:09

    Lida: kayaknya asyik ya concert nya. Lagi pengen cari info tentang group musik dari Indonesia “Samba Sunda”…… musiknya asyik, alat musiknya banyak yg tradisional. Beli CD nya waktu di Bali. Kabarnya mereka concert di luar negeri terus.

  3. lida  20 October, 2011 at 13:32

    Om ISK: makanya nonton seni lagi, yuk kapan2 barengan nontonnya

  4. IWAN SATYANEGARA KAMAH  20 October, 2011 at 12:19

    Sudah lama tidak nonton pertunjukkan seni, sejak jarang ke GJK. Makanya jadi cepet gila hidup tanpa seni…

  5. lida  19 October, 2011 at 21:43

    Mas Reca : iyaa, ayoo ntar kalau ada lagi di salihara atau TIM aku kasih tau jadi kalau bisa nonton kan enak…

  6. Reca Ence Ar  19 October, 2011 at 19:47

    Ini dia tontonan jiwa
    Asyiiiiknyaaa mba Lida bisa nonton
    Kapan yaaa bisa nonton ?

  7. lida  19 October, 2011 at 19:00

    Buto ma Nev : terserah wis…hehehe

  8. nevergiveupyo  19 October, 2011 at 16:27

    nah tu dia… suhu JC dah ngasih jawaban…..

    * tapi setahuku, suporter persebaya itu gak isa nonton bal gara2 ga due duik..tapi ttp isa budhal lan nonton bal….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *