Menjelajah Kekayaan Flora & Fauna Taman Nasional Kelimutu

Dwi Setijo Widodo – Maumere

 

Menikmati keindahan Taman Nasional Kelimutu ternyata tidak hanya dengan menunggu terbitnya mentari di puncak ketiga danau. Bila Anda ingin menggali lebih dalam lagi apa yang bisa dinikmati saat berada di alam Taman Nasional Kelimutu, puaskan rasa ingin tahu Anda dengan menjelajah ke dalam jalur arboretum.

Berfungsi sebagai kawasan koleksi keragaman flora di Kelimutu, hutan di dalam hutan dengan lahan seluas 4.5 ha yang menyimpan kurang lebih 250 pepohonan, terbagi dari 79 jenis pohon, menjadikan arboretum ini terbuka tidak saja untuk sumber genetik (pengembangan budi daya), pengembangan riset, pendidikan, namun juga untuk kegiatan pariwisata dan rekreasi edukatif.

Berbagai jenis flora yang tumbuh di sana, selain jenis endemik, yaitu uta onga (Begonia kelimutuensis), cantigi gunung (Vaccinium varingiaefolium),  turuwara (Rhododendron renschianum), terdapat juga flora dengan ukuran raksasa yang memberi manfaat perlindungan seperti Macaranga gigantea, Omalantus gigantean, pinus (Casuarina junghuhniana), mboa (Melastoma malabathricum) yang juga bermanfaat sebagai insekta organik, serta lunggubaja (Glosidion philicum) yang menjadi bahan kayu adat Lio, juga singgi (Litsea resinosa). Jenis flora yang cukup kita kenal seperti edelweiss, pakis sarang burung (Aspilium nidus), kayu manis (Cinnamomum burmanii), salam (Syzigium polyanthum), dan gaharu (Aquilaria) juga menjadi bagian dari koleksi taman ini.

Selain untuk menikmati keanekaragaman flora dengan berbagai jenis fungsi, karakter, hingga keindahan bentuk bunganya, arboretum juga tempat yang cocok untuk pengamatan berbagai jenis fauna, khususnya burung yang khas tinggal di kawasan ini. Saat turun setelah menyaksikan matahari terbit, pagi sebelum pukul sembilan, adalah saat yang tepat untuk menikmati berbagai jenis dan kicauan burung. Bila jeli, kita akan mendengar kicauan yang mendominasi dari burung endemik Flores yang juga mendiami TN Kelimutu, yaitu burung garugiwa atau bare-throated whistler (Pachychepala nudigula nudigula).

Burung ini dapat mudah dijumpai soliter bertengger di pepohonan pinus di area sekitar tangga saat turun sebelum menuju arboretum. Bahkan juga di kerimbunan pepohonan di dalam arboretum, menjadi panggung pertunjukan beberapa garugiwa yang membuat kita mau tidak mau berhenti sejenak menikmati kicauannya. Kicauannya yang begitu khas dan berganti-ganti seperti saling bersahutan ini menjadikan banyak orang terpesona dan rela berjam-jam berhenti untuk mengabadikan foto dan kicauannya.

Jenis burung lain, dari data TN Kelimutu, yang mudah di temui di kawasan arboretum dan sekitarnya ini adalah perkici pelangi (Trichoglossus haematodus weberi), lodo – sejenis perkutut (Ducula rosacea), singgiwela atau rufous-chested flycatcher (Ficedula dumetoria), anake atau thick-billed white-eye (Heleia crassirostris), isap madu topi sisik (Lonchura punctulata blasii), kacamata biasa atau oriental white-eye (Zosterops palpebrosa unica), serta berbagai jenis lain yang bentuk, warna, dan kicauannya menjadi sebuah keselarasan yang menenangkan dan mendamaikan di kawasan ini.

Bagi yang tertarik menyusurinya, arboretum dapat menjadi jalur keluar alternatif setelah menikmati matahari terbit dan panorama ketiga danau. Di dalamnya, dilengkapi dengan jalur trekking dan tempat istirahat, pepohonan ditata sedemikian rupa dengan papan nama agar lebih mudah dikenali. Meski bisa dilakukan sendiri, bila ingin lebih dari sekadar rekreasi, meminta untuk ditemani seorang pemandu dari TN Kelimutu untuk memberikan informasi mengenai jenis-jenis flora dan fungsinya menjadikan kita tidak ingat waktu. Saking asyiknya, saat sadar dan sampai di mulut jalur keluar yang tidak jauh dari area parkir kendaraan, ternyata kita telah menghabiskan waktu lebih dari dua jam untuk mengeksplorasinya.

 

Kontak:

Balai Taman Nasional Kelimutu

Jl. El Tari No. 16, Ende, Flores, NTT

T. (0381) 23405

www.tnkelimutu.com

——————————————————————

Terima kasih untuk selalu menayangkan tulisan-tulisan saya. Semoga bermanfaat informasinya untuk semuanya.

Salam hangat dari Maumere, Flores

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

70 Comments to "Menjelajah Kekayaan Flora & Fauna Taman Nasional Kelimutu"

  1. Kornelya  8 December, 2011 at 20:43

    Kelimutu, Airnya berwarna. Pemandangannya sangat indah. Pohon-pohon cemara, danau berwarna tiga. Itu keagungan Tuhan yang sangat indah. Apa nggawang ma Dwi!!

  2. yos mbulu  8 December, 2011 at 20:05

    menjelajahi alam indonesia seluruhnya, rasa-rasanya belum lengkap kalau belum menapakkan kakinya di taman nasional kelimutu. anda memasuki kawasan kelimutu seluruh jiwa dan raga anda tersentak sejenak dan hati tersentuh serta menyadari kehidupan anda di dunia selama ini. Dan anda akan merasa kagum dan terkesima terhadap sang Pencipta alam semesta yang dalam bahasa Lio “Du’a gheta lulu wula Ngga’e Ghale wena tana tau pati muri ngawu ngai leka tana watu ina lei mbeja”. Silakan anda datang dan anda akan merasakan hal yang saya sampaikan di atas. Dan setelah itu anda akan mengatur kehidupan anda se-efektif dan se-efisien mungkin dan hidup anda akan benar-benar berarti.

  3. Dwi Setijo Widodo  21 October, 2011 at 15:40

    Mbak Alvina, ya, Tiwu Ata Mbupu adalah salah satunya.
    Menurut kepercayaan adat masyarakat di sana, tiga danau di Kelimutu adalah tempat bersemayamnya para roh-roh masyarakat adat sana yang sudah meninggal. Tiwu Ata Mbupu adalah untuk roh-roh para orang tua yang meninggal. Sedang dua lainnya, masing-masing, adalah untuk roh muda-mudi dan para roh yang dalam kehidupan sebelumnya melakukan kejahatan.
    Ditunggu cerita dari Flores berikutnya.

    Mbak Mawar,
    Salam dari Maumere, ya.

  4. Mawar09  21 October, 2011 at 00:39

    DSW : terima kasih ya sudah berbagi disini, foto2nya bagus semua.

  5. Alvina VB  20 October, 2011 at 21:16

    WOW!!! Sangat indah foto2nya, artistik terutama Tiwu Ata Mbupu, Kelimutu National Park.
    Bukankan danau Kelimutu ini ada 3 warna?
    Ditunggu artikel lainnya ttg Flores.

  6. Dwi Setijo Widodo  20 October, 2011 at 16:49

    Mbak Adhe…kapanpun boleh kok…tapi ati-ati jangan ngajak Mas Pam, bahaya…karena bakalan dikentutin…dan liburan jadi berantakan… Hehehe…

  7. Adhe  20 October, 2011 at 16:21

    thanks mas Dwi, info Kelimutu-nya emang ada niat mau kesana tapi kapan ya??? hehehe. InsyaAllah suatu saat sampe kesana juga.

  8. Dwi Setijo Widodo  20 October, 2011 at 15:36

    Mas Iwan, betul Mas.
    Saling melengkapi dan menyelaraskan.
    Seperti teman-teman di Baltyra ini.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *