Opera van Baltyra Jilid 3 – Pasar Malam

Elnino

 

Setelah siangnya melihat Sang Karaeng dan Sang Meneer berlaga
Malam harinya adalah saat rakyat Baltyra berpesta
Ramai-ramai mengunjungi pasar malam serba ada
Yang digelar heboh di alun-alun kota

Sungguh sangat ramai suasana di sana
Pengunjung berjejal-jejal saling bersenggol ria
Banyak di antaranya yang baru mudik ke kampung halaman
Karena bertepatan dengan hari Lebaran

Ada Frau Hennie Aura Ngasih von Tubingen dengan putri tercinta
Chiara namanya, si mungil berambut panjang nan jelita
Dikawal ketat oleh Punggawa Pampers dari Negeri Singa
Yang selalu setia mengintil berjaga-jaga

Ada pula Datuk Inakawa bersama sang permaisuri
Maitresse Patricya yang berparas secantik bidadari
Wajah keduanya penuh senyum berseri-seri
Ah, pengantin baru memang selalu bikin iri

Tidak ketinggalan Radenmas Edy si Pangeran Gurun Pasir
Yang kali ini lebih suka berperan sebagai juru parkir
Meskipun harus repot mengatur ratusan sepeda motor
Tapi dia oke saja, namanya juga berjiwa investor

Di sisi kiri alun-alun, Ki Handoko Jogowono menggelar dagangan
Ada bertumpuk-tumpuk buah ley, lahong, serta krantungan
Di depannya nongkrong Karaeng Iwan Kamah sendirian
Si penyembah durian itu sampai merem melek keenakan

Di sebelahnya ada lapak Tumenggung Anoew Hutanrimba
Dia memamerkan aneka burung koleksinya
Dari golongan burung yang lihay berkicau
Hingga jenis burung yang berbulu memukau

Tak ketinggalan stand Sastro Geni Menyala-nyala
Dengan display obat sudrun aneka rupa
Baik model diminum, dioles, maupun dijilat
Tapi manjur tidak dijamin wong yang jual juga sudrun berat

Raden Ayu Anastasia Yuliantari ikut membuka warung kopi
Andalannya kopi eksotis bumi Manggarai asli
Di situ nongkrong Nuchan Perawan Medan, Alfred Filsuf Rupawan dan meneer Itsmi
Mereka berdiskusi soal ateisme seru sekali

Tak mau kalah, Ki Buto Serpongdimejo membuka lapo tuak
Ada bermacam-macam jenis minuman siap ditenggak
Mulai caipirinha, baileys, kahlua semua tersedia
Ada juga produk lokal ciu, KTI, dan anggur cap orangtua

Di sisi kanan berderet-deret lapak makanan
Segala serba ada, dijamin menggiurkan
Ada rujak petis jualan Neng Silvia ti Majalaya
Sampai potato cake buatan Ci Imeii Larasati dari Amerika

Ni Mawar Bunga Mekar menyajikan hidangan ala lebaran
Sementara Neng Linda Cheang menyuguhkan keong2an
Ada juga aneka kue buatan Nyonya Deduskha dari Turki
Tak ketinggalan swikee Purwodadi ala Pawon Peony

Pusat keramaian ada di gedung pertunjukan
Malam ini bakal ada sebuah pementasan
Wayang orang Baltyra yang gayanya agak-agak mbambung
Dengan lakon : Ki Djoko Brengosdowo Gandrung

Di pintu masuk gedung pertunjukan duduk cewek berwajah manis
Mengambil peran sebagai penjual karcis
Dialah Atite pendatang baru di Baltyra
Lebih Baik Atite Gigi Daripada Atite Hati, nama lengkapnya

Di panggung, Ki Djoko Brengosdowo sedang bermuram durja
Memikirkan pujaan hati yang berada nun jauh di mata
Nyi Probo Harjanti, bu guru cantik yang suka menari
Konon rumahnya ada di belakang Tamansari

Pujaan hati yang sedang kurang sehat raga
Membuat hati Ki Djoko gundah gulana
Dua dayang-dayang Ki Djoko yang selalu setia menemani
Mencoba urun rembug memberi inspirasi

Nyi Rara Lani Waiki yang hobi berhahahihi
Dan Mevrouw Nunuk van Holland yang suka ketawa ketiwi
Kalau Nyi Lani ingin menghibur Nyi Probo dengan tari hula-hula
Mevrouw Nunuk lebih suka menghadiahkan mawar cantik dari Belanda

Ki Djoko tak lupa mengirimkan masakan spesial kreasinya
Bubur kacang ijo dan kolak pisang istimewa
Berikutnya dihantarkan sepiring sambel goreng tempe
Yang pedasnya bisa-bisa membuat bibir jadi ndomble

Tiba-tiba, seseorang nyelonong ke atas panggung
Gayanya mirip artis wannabe yang sedang linglung
Itu dia Ni Dewi Tumpuk Aichi yang merasa sexy
Pakai kaos putih ketat bertuliskan ”Kiss Me”

Bibirnya berkilauan karena dioles lipgross sampe belepot
Komat kamit menyanyikan lagu-lagu yang diputar dari Cepod
Meliuk-liuk ala Beyonse dengan gerakan super hot
Saking napsunya hak sepatu Jimi Mecucu-nya pun copot

Melihat ada pengacau merajalela
Satpam Sumonggo Notobotolimo bertindak segera
Ni Dewi Tumpuk Aichi diseret turun dari panggung
Sehingga wayang orang kembali dapat berlangsung

Setelah dihibur tari hula-hula, bunga mawar dan aneka makanan
Badan Nyi Probo mulai terasa lebih enakan
Senyum manisnya pun kembali tersungging di bibir
Hati Ki Djoko menjadi lega dan ikutan nyengir

Akhirnya wayang orang mbambung selesai
Rakyat Baltyra bertepuk tangan ramai-ramai
Semua orang merasa terhibur
Kini saatnya pulang, tidur sambil mendengkur

*Duduk manis, pake helm…*
Peraturan tetap : nesu…satus ewu!!
Atiteeee…siapin tas kreseknya, sepertinya kita bakal banyak dapat uang nih… :D

 

 

Nyai Dalang Sudrun van Tjiboeboer

Oktober 2011

 

 

144 Comments to "Opera van Baltyra Jilid 3 – Pasar Malam"

  1. elnino  7 March, 2014 at 22:11

    Yee…Linda kok baru baca dalangan ini. Padahal udah digelar lebih 2 tahun lalu

  2. Linda Cheang  7 March, 2014 at 16:53

    hahaha, elnino inget aja kalo aku pernah menyajikan keong,

  3. elnino  8 November, 2011 at 08:43

    Atite, makasih akhirnya mampir juga. Sampai lapaknya dah digusur, hehehe…
    Lho, tidak pernah ada dalam sejarahnya dalang yg narsis, tampil menghadap penonton. Jadi ya biar ditunggu sampe jambul uwanen (rambut memutih) ya nyai dalang kagak bakal pernah jadi lakon

    Wah, kalo script-nya sampe jatuh ke tangan Tiada Akar Ram Punjabi, paling2 cuma dipake jadi bungkus kacang godog aja

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.