Surat Cinta Dari Tuhan

Seroja White

 

Hari yang melelahkah. Seharian berjibaku melaksanakan tugas dan kewajiban, menderu di antara debu jalanan. Hari ini langit sangat cerah dengan matahari yang tertawa sangat renyah, lengkap sudah. Capek polll…

Kembali ke rumah, tapi sepertinya masalah tak mau henti mengejarku. Sebuah surat panggilan dari sekolah, diserahkan adikku tanpa sedikit pun ekspresi bersalah di wajahnya membuat amarahku naik ke ubun-ubun. Kali ini entah kebandelan apa lagi yang diperbuatnya.

Ini sudah kedua kalinya dalam sebulan ini aku harus mengahadap pihak sekolah. Rasanya sudah tebal lima inci wajahku karena harus bolak-balik mengurusi kebandelan adikku ini. Ada saja pelanggaran andisipliner sekolah yang di lakukannya, ‘trouble maker’.

Almarhum ayah meninggal ketika adikku berumur enam tahun. Sejak saat itu ia ikut bersamaku dan suami untuk tinggal bersama. Kondisi ibu yang sakit dan renta tidak memungkinkan untuk merawatnya. Maka kini aku harus berperan ganda sebagai kakak sekaligus orang tua untuknya. Sungguh sebuah beban dan tanggung jawab yang tidaklah mudah. Padahal waktu itu aku dan suami baru saja berumah tangga, keluarga muda. Tapi ini tugas, kami mencoba menjalaninya dengan penuh rasa sayang dan tanggung jawab.

Adikku itu tumbuh menjadi remaja yang keras, sulit aku tuk memahaminya. Segala teori tentang psikologi pendidikan remaja, beragam metode pengajaran yang biasanya ampuh aku gunakan sebagai strategi andalan untuk murid-muridmu, tumpul dibuatnya. Hasilnya, bentrokan-bentrokan kecil acap kali terjadi di antara kami. Biasanya kalau sudah begini, suami lah yang jadi pelerainya.

Awalnya sebagai kakak dan orang tua aku merasa gagal, aku kecewa pada diriku sendiri. Bagaimana mungkin aku bisa mendidik berpuluh muridku dengan baik, kalau mendidik adikku saja aku tidak mampu. Dan ternyata kekerasan tak dapat ditandingi dengan kekuasaan, keegoan tak dapat dilumpuhkan dengan emosi. Jujur tanpa sadar aku lebih mengedepankan emosional bila menyangkut urusan adikku ini, sangat berbeda kalau aku sedang menghadapi murid-muridku di sekolahan. Dan setelah kucoba urai, kunci dari semuanya adalah kesabaran dan keikhlasan.

***

Suatu malam aku menemukannya menangis di kamarnya. Baru kali ini aku melihatnya menangis. Dengan lirih ia menyampaikan padaku betapa kerinduannya pada kedua orang tua kami, aku ikut luruh dalam tangisnya. Ternyata ia menyimpan kerinduan yang begitu dalam, semua kebandelannya hanyak untuk mencari perhatian orang-orang di sekelilingnya agar memperhatikannya. Dadaku sesak, kini aku tahu kekuranganku, perhatian.

Sejak saat itu, aku lebih meluangkan waktu dengannya. Sekedar ngobrol ringan atau mendengarkan cerita kesehariannya. Tak ada lagi nada emosi dalam setiap perintah, talk with heart, just it and simple. Dan ternyata berhasil. Kini kami dapat saling memahami layaknya sepasang sahabat.

Bagiku, adikku itu adalah sepucuk surat cinta yang berisi amanat. Amanat dari orang tua dan Tuhan, tentunya. Sepucuk surat cinta yang harus kujaga dan kupertanggung jawabkan kelak. Mampukah aku, hingga detik ini aku aku akan berusaha. Pada suatu sore, sepulang bekerja. Ia menghampiriku dengan senyum terkulum di bibirnya,

“Kak, capek yah?”

“Iya” jawabku sekedarnya.

“Mau kubuatkan teh?” tawarnya manis.

“Boleh..” tak seperti biasanya pikirku.

Tak lama segelas teh hangat tersaji. Ehm..mencair sudah kepenatanku. Lalu ia duduk di sampingku. Sambil menyodorkan sebuah surat.

“Kak, besok kakak di suruh menghadap kepala sekolah. Ini suratnya.”

“Apaaaaa….surat panggilan lagi!” Seruku sambil melotot, lalu kuelus dadaku…sabar..sabar…sabar.

****

 

Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung Seroja White! Make yourself at home dan ditunggu artikel-artikel lainnya ya. Terima kasih kepada Dewi Aichi yang mengenalkan Baltyra kepada Seroja White…

 

 

9 Comments to "Surat Cinta Dari Tuhan"

  1. Dewi Aichi  4 November, 2011 at 06:03

    Tulisan yang indah mba Seroja…sangat mencerahkan…terima kasih…selalu ditunggu sharingnya…di sini, di baltyra….rumah kira bersama..

  2. Seroja  4 November, 2011 at 01:44

    All, terima kasih atas sambutan dan komenya, salam jabat erat hati semoga bermamfaat…salam

  3. nevergiveupyo  2 November, 2011 at 17:20

    hii seroja, it’s a truly great lesson… thanks a bunch seroja…. see you soon

  4. Dj.  2 November, 2011 at 03:40

    Jadi ingat diri sendiri….
    Saat Umur 10 tahun, Dj. sudah hidup ikut kaka satu ke kaka yang lain….
    Bandelnya bukan main dan kaka Dj. juga sering dipanggil kepala sekolah.
    Selalu dibilang anak yang paling nakal, ( tukang berkelahi dan ngacau teman yang lalin ) tapi….
    Nilai pelajaran selalu dapat yang terbaik, bahkan ujian SD dan SMA dapat Nr. 1.
    Anak nakal, biasanya otaknya jalan, tapi banyak orang tua yang kurang memahami, bahwa anak
    tersebut memerlukan perhatian khusus.
    Karena IQ yang tinggi, dia akan menjadi bosan, kalau disamakan dengan yang lain.
    Sudah merasa bisa dan dengan kebosanan, maka hal yang aneh-aneh yang akan dibuatnya.
    Tapi kalau bisa disalurkan dengan baik, Dj. yakin akan sangat membatu dalam pertumbuhannya.
    Anak yang Hyperaktiv, biasanya mempunyai kecerdasan yang diluar target seumurnya.
    Ini hanya salah satu hal saja.
    Anak nakal juga bisa jadi memang kurang perhatian dari lingkungan kehidupannya, tau terlalu dimanja.
    Salah perhatian dari lingkungan hidupnya.

    Terimakasih dan salam manis dari Mai

  5. Linda Cheang  1 November, 2011 at 23:07

    Bagaimana mungkin aku bisa mendidik berpuluh muridku dengan baik, kalau mendidik adikku saja aku tidak mampu. -> ya, begitulah umumnya guru….

  6. J C  1 November, 2011 at 11:47

    Pelajaran menarik…terima kasih sharing’nya…

  7. Meitasari S  1 November, 2011 at 09:26

    Kirain…..

  8. Handoko Widagdo  1 November, 2011 at 09:16

    Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti. Hanya cinta dan kelembutan yang bisa meluluhkan kekerasan

  9. lani  1 November, 2011 at 08:12

    1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.