Tumpuk Artati (8)

Yang Mulia Enief Adhara

 

Pasca tragedi Prom Nite, Tumpuk tak lagi berhubungan dengan Anton. Dan jelas di pihak Anton-pun tak lagi menghubungi dirinya, siapa juga yang mau pacaran sama Tumpuk? Namun Cindy si culas 5 hari kemudian datang ke rumah Tumpuk. Di teras samping yang asri si Tumpuk sedang duduk di sofa rottan bak Cleopatra ….. ” Srroootttt !!!! Ssroottt !!! Kkrrrookk ….. Ssrrooottt !!!!! ” Suara sedotan dalam gelas juice yang mulai kosong. Pisang goreng dan bakwan juga sudah ludes.

Tumpuk 5 hari ini memang kerjanya duduk demi kesembuhan pergelangan kakinya yang terkilir. Tiba-tiba Cindy muncul dari pintu samping …. ” Haii putri Solo, apakabar? ? ” Sapa Cindy sok ramah. Tumpuk tetap tidak tau bahwa kehadiran Anton dalam hidupnya berkat scenario Cindy. Pasca kejadian Cindy belagak menelpon Tumpuk seolah ia panik mencari-cari Tumpuk sampai ke lobang WC di lokasi acara.

*****

” Lagi ngapain lo? ? Kaki lo udah sembuh? ? ” Tanya Cindy sok perduli. ” Ohh wes mari, tinggal latihan mlaku ben ora lemes (ohh udah sembuh, tinggal latihan jalan biar gak lemes) ” Sahut Tumpuk dengan suara cemprengnya, lalu Tumpuk memutar compo yang ada di dekatnya, lagu Lady GaGa …. Just Dance ….

Tumpuk ingin pamer pada Cindy kalau ia sudah kembali lincah …. Walau sebatas goyang-goyang pundak dan tangan sambil menirukan bait-bait lagu sesuai apa yang dia dengar (Tumpuk selalu salah dengar dan diucap menurut sangkaan dia) – interlude Tumpuk bergoyang pundak dan dada sambil bernyanyi – half psychotic sick, hypnotic, I got my blueprint it’s symphonic, half psychotic sick, hypnotic, I got my blueprint electronic, half psychotic sick, hypnotic, I got my blueprint it’s symphonic, half psychotic sick, hypnotic, I got my blueprint electronic (VERSI Tumpuk –> gagal maning gagal maning nya nya nya elektronik, gagal maning gagal maning hmm beli elekronik, gagal maning gagal maning hhmm elektronik)

*****

Sementara Tumpuk konsentrasi membayangkan dirinya Lady GaGa, mata Cindy tertuju ke layar laptop yang berada di coffee table di teras itu, Cindy tertarik melihat wall di FB Tumpuk yang tengah terjadi dialog bahwa ia bakal menjadi model. Dialog antara Mira Jombang (MJ) dan Tumpuk (TA)

MJ : ” Puk opo tho kegiatanmu? Kan wes lulus? “

TA : ” Ooo gw lagi mau nunggu aja panggilan jadi model, wes akeh sing koling tapi aku durung minat (udah banyak yang nelp tapi gw belom mau) “

MJ : ” Mosok tho, lha awakmu blegug ngunu tur pendek, model opo? Obat panu yo? (Masa sih, lha badanmu gembrot gitu lagian pendek, model apa? Obat panu ya?) “

TA : ” Ndasmu suwek, enakmen, gw tuh eksotik, neng majalah ae akeh cewek ireng dibilang eksotik, ireng piye ngono, iku si Naomi Kendal (maksudnya Naomi Campbell) luweh ireng tapi laku, mangkane langganan majalah teko luar negri, ojo Kuncung ae pean woco (pala lo sobek, enak aja, gw tuh eksotis di majalah aja banyak cewek item dibilang eksotik, item gimana gitu, itu Naomi Kendal lebih item tapi laku, mangkanya langganan majalah dari luar negri, jangan Kuncung aja lo baca) “

MJ : ” Sak karepmu wes, aq ora percoyo (terserah lo aja, gw ga percaya) “

—- komen post dari Djamal Madiun

 

DM : ” Hahaha mbok Tumpuk cocoke dadi model racun tikus “

TA : ” Dasar ndeso !! Delok ae (dasar udik, liat aja) kalo gw beneran ada dimajalah, gw remop lo dari FB gw biar nyesel “

DM : ” Halah, dapuranmu koyo ledhek ketek ae …. Wong kenthir sing ngejak pean dadi model (halah, tampang lo kaya topeng monyet aja … Orang sinting yang ngajak lo jadi model “

*****

Cindy membaca dialog itu lalu tersenyum, satu sekolah juga tau kalo Tumpuk merasa dirinya pantas menjadi model, sementara Tumpuk asyik menggoyangkan pundaknya mengikuti irama lagu. Cindy memiliki satu rencana lagi untuk berbuat kriminal terhadap Tumpuk. Hatinya terus meradang, sudah luluspun Mario tetap rajin FB-an sama Tumpuk, sementara Cindy bagaikan mbak Kunti di siang bolong alias ga ada greget-nya di mata Mario.

Dina sahabat kentalnya kerap jadi kompor mleduk yang terus memberi laporan aktual tentang Mario yang kebetulan tetangga sebelah rumahnya ” bayangin Dy, si Mario rela FB-an gara gara Tumpuk OL … Padahal dia lagi disuruh Mama-nya buang sampah lho ” atau ” ooo emm jiiii Dy, Mario ke Solo Square janjian sama Tumpuk, gw tau dari pembantu Mario ” atau ” bete deh liat Mario nangkring di teras cengar cengir SMS-an sama si Tumpuk ” dan banyak headline news lainnya yang membuat Cindy membara oleh dendam. ” Gila kali Mario, cewek sexy dan glamour kaya gw cuma dikacangin, ehh buntelan kentut malah dijabanin, dasar buta melek tuh cowok ” Umpat Cindy dalam hati.

*****

Intinya Dina bagai setan yang terus menghasut Cindy yang imannya tipis. Di lain pihak Mario sengaja mengumbar hubungan hangat dengan Tumpuk karena dia tau Cindy kerap memantaunya, dia tau Cindy gadis bodoh dan culas dan itu bukan type pacar idaman bagi Mario.Terhadap Tumpuk, Mario sudah 1312 x menekankan bahwa dia menganggap Tumpuk sebagai adik dan Tumpuk menyambut dengan riang, ibarat makan gule ayam ga apalah ga dapat ayamnya, kuahnya aja sudah berasa …. walau Mario bau ketek tapi dunia mengakui kegantengannya.

*****

“Puk gw mau ke Jakarta lho, ikut yuk !! ” Ujar Cindy sekonyong koder sambil mengelap sepatu di rak di walking closet-nya. Tumpuk yang trauma dengan sepatu high heels tengah memandang ngeri ke sepatu Stuart Weitzman milik Cindy yang terpajang sekitar 6 pasang di antara deretan sepatu sepatu lain. Cindy soal gaya, juara. Namun saat bicara otak, dia looser. ” Ngapain ke Jakarta Dy? ? ” Tanya Tumpuk.

Cindy menarik nafas … ” Ya liburan aja … Kan gw ada apartment di Jakarta di daerah Sudirman. Sekalian bantu Papi gw ambil berkas di office Jakarta, ehh lo bisa liat toko gw di Plaza Indonesia …. ” Cindy ngoceh panjang lebar, memancing Tumpuk agar turut dengannya. ” Puk lagian lo kan mau jadi model, gw ada lho kenalan yang jadi redaktur majalah fesyen, dia udah gw ceritain tentang elo, tapi yaa gitu deh … Lo kudu ke Jakarta ” Mendengar ajakan itu Tumpuk merasa seperti terlahir kembali …. harapan menjadi mega model ada di depan mata, dia HARUS berangkat ke Jakarta. Cindy yang sibuk pamer aneka gaun, tas, sepatu kepada Tumpuk seperti calo bus yang berteriak-teriak sementara orang cuek saja mondar mandir. Tumpuk tenggelam dalam khayalannya sendiri …. sebagai mega model.

*****

” Yakin kowe neng Jakarta Puk (Yakin lo  ke Jakarta Puk) ” sahut Rubyem sedikit tercengang, ” Cindy iku …… (Cindy itu ….) ” belum sempat Rubyem selesai si Tumpuk langsung menggonggong …. ” guk guk guk !!! awas kowe yo? !! ojo ngelek ngelek Cindy sahabatku yo !! (awas lo ya? !! jangan jelek jelekin Cindy sahabat gw ya !!) “.

Rubyem terdiam, Tumpuk tetap Tumpuk …. selalu tertipu penampilan. Tumpuk memasukan aneka koleksi terbaiknya ke dalam koper besar warna hitam. ” Bude Tami wae ora ngelarang koq (Bude Tami aja gak ngelarang koq) ” Sahut Tumpuk merasa menang. Padahal Tumpuk tidak jujur pada Bude, ia hanya mengatakan diajak Cindy liburan, bukan mencoba menjadi model, karena andai Tumpuk jujur jelas bude akan ceramah panjang, secara semua juga tau kondisi fisik Tumpuk jauh dari gambaran ideal seorang model. Tumpuk segera update status …. publikasi dia akan ke Jakarta ….

*****

Status FB Tumpuk ” Akhirnya gw jadi model …. majalah fesyen Dewi bakal make gw sebagai modelnya …. hello Jakarta aim koming prekitiewwww ” dan komen berdatangan …..

Djamal Madiun : ” asli kentir kowe ckckckck “

Mira Jombang : ” baca doa Puk ….. (tetep ga yakin)

Yuda Sari Asem : ” wahh dunia mau kiamat iki “

Mamat Tiyul : ” apa tren baru ya …. buntelan jadi model? ?? parah “

Rubyem : ” God bless u my friend “

Lydia : ” hahahaha tumben si Usman mingkem wkwkwkwkw “

 

Tumpuk Artati : @ Jamal, Mira, Yuda, Mamat : yaaa tar ya gw kasih gratis majalahnya … iri yaaa !!!!

@Ruby : makasih ya cyynn

@Lydia : Udah gw block hahahaha sokoorrr

*****

Dan pagi itu Tumpuk sudah berada di bandara Adisumarmo …… memakai kemeja tangan pendek kotak-kotak yang diikat bagian perutnya, dengan jeans biru dan sendal FROG merah. ” Ihhh cantik banged sih lo Puk … asli kaya model ” Sindir Cindy yang sebenarnya sengaja membuat Tumpuk GR. Tumpuk bagai api disiram bensin, langsung menyahut ” ini kan gaya HELL BERI (Halle Berry)…. pas di majalah ” ….. Cindy hanya mendengus kesal …. namun hatinya riang, rencana berjalan mulus ….. ” Ok Tumpuk Artati … welcome to hell ” Ujar Cindy dalam hati.

Tumpuk juga membawa serta sepatu ala BEYONSE warna pink, sebenarnya Tumpuk lebih suka yang merah tapi sudah rusak waktu acara Prom Nite beberapa waktu yang lalu. Dan Cindy pandai bicara, apalagi terhadap Tumpuk yang kepribadiannya lemah ….. ” Ga bakal patah Puk kalo lo ga jingkrak-jingkrak … ni sepatu gw malah 8 cm lho rata-rata ” Ujar Cindy waktu itu, meyakinkan Tumpuk sambil memamerkan sepatu Christian Louboutin miliknya.

 

 

11 Comments to "Tumpuk Artati (8)"

  1. Dj.  2 November, 2011 at 03:22

    Maju terus Puk…..!!!
    Hahahahahahahaha…..!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.