Tenaga Kerja

Dewi Aichi – Brazil

 

Sebagaimana kita ketahui bahwa UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan , sangat sangat tidak memihak kaum buruh. Bisa diartikan bahwa UU tersebut untuk kepentingan investor (baca: investor asing). Semua aturan yang ada dalam UU memperlemah posisi tawar pihak buruh/pekerja dalam  hal  upah, kepastian kerja dan jaminan hari tua. Lebih tepat dikatakan bahwa UU tersebut merupakan kepanjangan dari kapitalisme (pengusaha).

Saya pernah bertanya terhadap beberapa buruh kerja yang saya kenal dekat. Dan ingin tahu tentang jaminan maupun hak-hak buruh mereka. Untuk saya bukan hal yang sulit dilakukan maupun diamati, mengingat tempat tinggal saya yang tidak jauh dari lokasi kerja mereka.

Di sepanjang jl. Magelang, hampir setiap jengkal ada pabrik yang termasuk besar menurut ukuran wilayah kabupaten Sleman. Dari km. 9 saja misalnya, di situ ada pabrik cibalec  yang memproduksi lampu (bolam dan TL). Jl. Magelang km 14 ada dua pabrik besar yang dulunya sangat bonafit yaitu PT. GKBI dan PT. Primissima.

Jaman kakek saya, pabrik ini dikuasai oleh Jepang, dan bagi siapapun yang bekerja di sana, rata-rata hidup berkecukupan. Kira-kira 2 kilometer ke arah selanjutnya, ada pabrik garment milik pengusaha batik Ardianto, pekerjanya sangat banyak dan rata-rata pekerja wanita. Satu lagi di sebelah utara pabrik garment ini adalah PT Starlight..memproduksi plastik untuk packing, kemasan, dan kantong plastik biasa.

Mengingat tempat tinggal saya maupun orang tua berada di sekitar , maka masyarakat sekitar, tetangga, maupun kerabat keluarga banyak yang menjadi buruh pabrik di situ. Untuk kebutuhan sehari-hari saya rasa tidak masalah, kita tau bagaimana adat masyarakat kampung yang hidup berdampingan saling membantu. Tetapi jika sudah di bagian biaya pendidikan, kesehatan, tentu sangat mahal bagi mereka.

Untuk UMR wilayah Jogja dan sekitarnya berkisar antara Rp.700.000-Rp.800.000. Hanya sedikit saja dari mereka yang merupakan pekerja tetap, lainnya adalah buruh kontrak. Buruh kontrak, selain tidak memiliki jaminan hari tua, juga dihadapkan perasaan cemas, karena sewaktu-waktu tidak dibutuhkan, akan dikeluarkan (baca: PHK), tanpa memperoleh hak-haknya sebagai buruh. Yang saya ketahui, buruh kontrak akan diperpanjang kontraknya setiap 2 bulan. Hanya dengan menandatangani selembar kertas, maka seseorang akan dipekerjakan atau diberhentikan.

Melakukan protes maupun unjuk rasa menuntut perbaikan yang memihak kepada kaum buruh, selama ini sia-sia belaka. THR merupakan hadiah satu-satunya yang menghibur. Dengan adanya UU terbaru ini sebenarnya tidak lagi mengatur adanya THR, itulah siasat kaum kapitalis. Itulah buruh di Indonesia, gaji rendah, segala peraturan yang tidak memihak kaum buruh, jaminan hari tua maupun keselamatan kerja yang tak diperhatikan.

Jika para kaum buruh itu memiliki kesehatan yang buruk, maka otomatis tidak bisa bekerja. Jika tidak bekerja, maka tidak bisa mempunyai gaji. Jika tidak mempunyai gaji, maka tidak bisa membayar jaminan hari tua yang diambil dari sekian % gaji mereka. Sungguh, kaum buruh masih sangat jauh dari hidup sejahtera. Kaum buruh di Indonesia dengan UU yang berlaku saat ini, merupakan korban berstruktur dari kapitalisme global.

Di Brasil, dalam urusan kompensasi pekerja sudah lumayan bagus. Bahkan yang tidak mampu bekerjapun bisa memiliki pensiun nantinya. Seorang yang telah bekerja selama 35 tahun(apapun jenis pekerjaannya) mempunyai hak pensiun. Misalnya, jika seseorang tidak mampu lagi bekerja karena sakit, kehilangan pekerjaan atau terkena PHK, usia tua, dipenjara, jika mereka membayar kompensasi melalui INSS (Instituto Nasional Seguro Social), maka mereka tetap akan menerima pensiun.

Untuk mendapatkan pekerjaanpun tidak dibatasi usia. Tenaga pramuniaga misalnya, usia 44 tahunpun bisa mengajukan lamaran pekerjaan. Biasanya hanya menyerahkan surat keterangan riwayat kerja sebelumnya , dan riwayat pendidikan. Sudah cukup. Setiap warga mempunyai kartu riwayat kerja dalam bentuk buku kecil mirip paspor. Isinya adalah keterangan dari berbagai tempat dimana pemegang buku pernah bekerja. Dari buku tersebut tercatat berapa lama bekerja (total lama bekerja di berbagai tempat). Dengan buku tersebut, seseorang tercatat dan terhitung lamanya bekerja, dan kapan saatnya bisa menerima pensiun.

Jika sudah memenuhi syarat, tidak tergantung usia pensiun, tapi lamanya masa kerja, bisa menerima haknya sebagai aposentador (pensiunan). Jika usia masih memungkinkan untuk bekerja, maka seorang pensiunan juga bisa mencari pekerjaan lagi, di samping uang pensiun, mereka mempunyai gaji. Itulah bagusnya, biar sudah pensiun, bisa punya gaji lagi.

Saya kutipkan sepenggal tulisan dari Emha Ainun Nadjib,

Dari buku “Gelandangan Di Kampung Sendiri”, Pustaka Pelajar, 1995

Terus terang, kalau bersentuhan dengan strata pekerja, otak saya langsung curiga. Ini ada urusannya dengan ketentraman sosial. Oleh karena itu saya ‘siap perang’. Terus terang saja, saya tidak suka pada pemogokan kaum buruh.

Itu mengancam ketentraman sosial. Dan sangat lebih tidak suka lagi kepada sumber atau penyebab-penyebab pemogokan mereka. Misalnya, hak-hak pekerja yang tidak dipenuhi!

“Kata orang, buruh macam kami ini derajatnya sama dengan onderdil mesin.
Tapi ternyata mesin lebih berharga dan lebih bernasib baik dibanding kami, Cak!” salah seorang nrombol. “Opo maneh iku!” kata saya.

“Kalau mesin mogok, ia tidak dipukuli, melainkan langsung diperbaiki, agar bisa digunakan lagi. Kalau kami mogok, lain soalnya. Wong masalahnya hanya aus karena kurang oli, kok lantas bisa sampai ke mana-mana yang kami tidak paham. Yang mbalelo, yang subversif, yang…”

“Bukan,” jawab saya, “Bukan sampai ke mana-mana. Hanya sampai ke uang. Uang itu titik pusat gerak-gerik lain dalam kehidupan.***

Kesejahteraan kaum buruh seharusnya masih menjadi perhatian utama pemerintah selain bidang pendidikan dan kesehatan. Sakit hati membandingkan UU sebelumnya dengan yang sekarang, direvisi(dihilangkan) pasal-pasal yang sekiranya memihak tenaga kerja/buruh.

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

32 Comments to "Tenaga Kerja"

  1. Dewi Aichi  7 November, 2011 at 16:46

    Silvia…it’s oke….santai aja…

    Atite….lho…..tenggelam lagi deh….masih sibuk ya? marsinah itu kan sangat fenomenal beritanya…pekerja wanita yang dibunuh itu lho…di Sidoarjo Surabaya…!

  2. Dewi Aichi  7 November, 2011 at 16:43

    Meita….kalau aku jadi menaker..walah malah bubrah semua…!

  3. Mawar09  5 November, 2011 at 04:50

    DA : terima kasih ya tulisannya. Aturan perburuhan di Indonesia masih kacau dan tidak ada usaha dari pemerintah untuk memperbaikinya. Dimana-mana pasti ada buruh yang nakal!!

    Soal syarat penerimaan pegawai juga aneh, lihat aja iklan cari pegawai/sekretaris atau tenaga administrasi, pasti dicantumkan berumur sekitar 25 thn, berpenampilan menarik, berpengelaman sedikitnya (disebut berapa tahun0 dan lainnya.

  4. matahari  5 November, 2011 at 02:27

    Cuti hamil di Indonesia 3 bulan mungkin karena di Indonesia pihak kekerabatan masih sangat tinggi…keluarga saling bantu menjaga bayi…ada adik yang mau menjagai anak kakaknya atau oma yang dengan senang hati mengurus cucu tiap hari….mengurusi ibu yang baru melahirkan…sementara di negara maju….semua dikerjakan sendiri..yang namanya keluarga walau kandung sekalipun tetap aja mereka punya kehidupan masing2….semua org sibuk dengan pekerjaan masing2…..dan tidak mungkin berbulan bulan setiap hari kita bebani dengan menitipkan anak kita…..memang ada perawat yang bisa datang ke rumah tapi secara general…semua dilakukan sendiri..sehingga buat ibu yang baru melahirkan sangat berat….karena gak mungkin bayi usia 2 bln di titip di penitipan bayi (creche)…krn bayi masih sangat rentan….karena itu mungkin di beberapa negara ada cuti hamil 1 thn atau 8 bulan….sehingga sang bayi andaikata di titip di penitipan anak..telah sedikit gede….

  5. atite  5 November, 2011 at 00:31

    mbak Dewi,
    makasih sharingnya… sumpah, banyak komen2 di sini yg sy baru tau… ttg Marsinah? betulkah?
    oh Tuhan, knp manusia2 rakus hrs hidup??

    salam sedih…

  6. SU  4 November, 2011 at 09:05

    Dew, ga bisa kasih info lebih jauh lagi mengenai teman saya itu. Terlalu sensitif

  7. Meitasari S  4 November, 2011 at 08:39

    Betul kata ayla, yen obat mu co2k wah jian ngedhap2i…. Wkwkwk. Wis dadi menaker Baltyra bae. Cocok!

    JC dah punya 3 mentri.
    Mentri pariwisata mpek doel n wakilnya pak han. Mendiknas yu lani. Sip lah!.

  8. Dewi Aichi  4 November, 2011 at 06:05

    Alvina…enak dong ya…1 tahun…hi hi…kalau tiap tahun hamil…?

  9. Alvina VB  4 November, 2011 at 01:34

    Dew…
    Di sini bisa cuti 1 thn stl melahirkan, sippppp kan???

  10. Dewi Aichi  3 November, 2011 at 20:27

    mas JC, kalau cuti haid kan yo jelas untuk siapa wkwkw…kecuali makhluk ajaib seperti Anoew minta cuti haid..

    Di Indonesia kan cuti hamil 3 bulan ya totalnya, kalau belum ganti, nanti aku lihat lagi, kalau di Jepang kayaknya ngga ada cuti hamil, kalau hamil bisa bekerja sampai dimana ia sanggup bekerja, setelah itu ya keluar dari kerjaan, nanti bisa masuk lagi…di Brasil lebih enak lagi, cuti hamil 8 bulan booooo…dibayar penuh…

    Oya..kebetulan bulan ini mulai berlaku UMR baru, setiap pekerja naik 40 USD upah minimumnya. Dan itu harus dipenuhi oleh pengusaha..jika tidak, langsung tutp usahanya..!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.