Persaingan Bisnis Telekomunikasi Makin Sengit

Ratman Aspari

 

Terjadi Perang Spektrum Axis dengan Telkomsel

JAKARTA, Baltyra.com – Persaingan bisnis spectrum telekomunikasi di Indonesia kini makin sengit. Pasca perang tarif, kini muncul perang spectrum 3G/2.1 GHz, antara operator Axis dengan Telkomsel.

Direktur Ciitrus (Center For Indonesia Telekomunication Regulation Study), Dr.Ir.Asmiati Rasyid menengarai  dibalik perang  spectrum itu terindikasi kuat ada multi kepentingn industry players (vendor, investor dan operator asing) untuk menguasai industry layanan broadband wireless di Indonesia.

“Pihak asing berusaha kuasai spectrum melalui operator-operator yang mayoritas di kuasasi asing,” tegasnya, dalam seminar Penyelesaian kasus Axix vs Telkomsel di Jakarta Media Center/JMC (03/11).

Dosen STT Telkom Bandung ini lebih jauh menegaskan,akibat tidak adanya arah kebijakan persaingan yang jelas, khususnya tidak adanya strategi kebijakan pengalokasian spectrum, 75% spectrum 3G di band 2.1 GHz sudah dikuasai asing. “Sungguh menyeedihkan,”ujarnya.

Untuk mengurangi kerugian Negara, blok 2 dan 6 secepatnya dialokasikan kepada operator yang benar-benar membutuhkan melalui proses evaluasi. Untuk itu disarankan perlu dilakukan audit spektruum segera yang hasilnya dijadikan dasar untuk menentukan siapa yang berhak dan diperioritaskan untuk mendapat spectrum tambahan.

Diingatkannya, untuk mencapai tujuan liberalisasi sector strategis ini dari segala bentuk rongrongan asing, pemerintah harus punya strategi kebijakan persaingan. Alokasi spectrum harus diperioritaskan kepada flag carier yang mengemban kepentingan nasional dan terjaganya kepentingan public.

Hal sama, disampaikan Prof. M. Hawin, SH, LLM dari UGM, menurutya, kebijakan pengalokasian spectrum harus berorientasi kepentingan nasional. Dalam konteks ini Telkomsel yang 65% sahamnya dimiliki Telkom Indonesia layak diperioritaskan, untuk tambah spectrum.

Sementara itu, Dr.Any Anjrwati, SH, dosen hokum Agraria UGM, menekankan perlunya Indonesia mempunyai peta spectrum. Saat ini,lanjutnya Indonesia belum punya peta spectrum dan spectrum dibagi tanpa tender. (Ratman/Taufik HE)

 

9 Comments to "Persaingan Bisnis Telekomunikasi Makin Sengit"

  1. Lani  8 November, 2011 at 06:34

    AKI BUTO mmg bener adanya aturan provider/carrier di indonesia plg komplit-plit……dan aling mumet-met njelimet…….sampe bingung bin puzink………krn saking banyak ragamnya aturan yg mrk buat……mau menggunakan cell hrs tau jam berapa…..pakai provider yg mana dll….dst…….

  2. J C  7 November, 2011 at 22:37

    Mas Ratman, ini yang paling hebat di Indonesia. Persaingannya sudah luar biasa sampai-sampai mereka memiliki produk-produk yang muskil dan mustahil di negara lain.

    Contoh paling nyata adalah BlackBerry service, setahu saya yang bisa HARIAN ya hanya di Indonesia. Aktivasi via sms juga hanya di Indonesia. Hari ini ada pulsa Rp. 2000, bisa main BB, besok habis, dan belum bisa isi pulsa, ya mandeg BB’nya. Kemudian ada lagi paket BB yang hanya bisa chat dan social network saja (FB, Twitter, dsb), e-mail tidak bisa, browsing tidak bisa. Ada paket yang hanya bisa e-mail, dsb, dsb. Buanyak sekali produknya. Mungkin hanya di Indonesia yang bikin agreement khusus sama RIM untuk produk yang “tailor made” fully customized sesuai permintaan pasar.

  3. SU  7 November, 2011 at 18:43

    Teman2 sy yg di Bdg sering mengeluh internet/telp yg bray pret.

  4. ilhampst  7 November, 2011 at 12:27

    Pemerintah gak punya roadmap yang jelas. Jadi kayak lagunya Ayu Ting Ting deh, kemana kemana kemana mau dibawa pertelekomunikasian kita.
    Kebayang gimana ribetnya migrasi frekuensi 4 tahun lalu cuma gara2 pita frekuensi yang lama mau dipake operator baru

  5. anoew  7 November, 2011 at 11:08

    Cuma bicara sama semut? Lha ya rugi dong pak Hand, kalau cuma bisa memerintahkan semut thok..

  6. Handoko Widagdo  7 November, 2011 at 10:45

    Kang Anoew, kalau aku butuhnya ilmu Nabi Soleman yang bisa bicara dengan satwa.

  7. anoew  7 November, 2011 at 10:41

    Kapan ya bisa pakai telpon tp gk bayar pulsa? Ayo kalian hei para provider bikin terobosan baru dong..!

    * kalau pak Hand gk butuh, soale mainnya ke hutan terus *

  8. Handoko Widagdo  7 November, 2011 at 08:35

    Ayo kita kembangkan telepati supaya tidak repot dengan provider

  9. Lani  7 November, 2011 at 08:24

    1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.