Sekapur Sirih Untuk Perumahtangga

Sakya Sugata

 

Sejujurnya Tidak ada Getaran cinta yang bener-bener membuat kita bergetar…hanya saja ketika bertemu seseorang hati kecil kita biasanya akan ada sesuatu yang berbeda, rasanya begitu dalam dan kesannya membuat perasaan ini nyaman dan damai.. (itu pun kalau dilandasi cinta dari pertemuan kembali  masa yang lalu).

Bila landasan benci yang bertemu kembali, getaran itu tetap ada, dan Sungguh sulit bagi kita  untuk lari darinya, semacam ada ikatan.

Biasanya bahagia pada awalnya, nafsu pada pertengahan dan derita pada akhirnya. Akan munculnya persaaan saling tidak percaya, saling menyakiti dan saling membenci (karena kebencian yang muncul dari masa lalu).

Kondisi dari Jodoh itu biasanya hanya ada dua, pertemuan karena cinta dan dendam atau kebencian, yang akan kembali mencari kita dan selalu berada  tidak jauh dari kita  melalui banyak berwujudannya, kadang dengan wujud asli ataupun dengan topeng yang dikenakannya.

Pacaran pada awalnya,  pernikahan pada akhirnya.  Dimana pada saat itu kita telah melewati banyak proses pertemuan dari mereka semua yang mungkin merupakan jodoh kita.

Pernikahan adalah landasan komitment untuk melangkah ke depan sana, yang dilandasi saling percaya dan saling mengisi. Menjadi teman yang lebih dari sahabat,  Menghubungkan perasaan di antara 2 hati.

Pernikahan itu tentunya didasari cinta pada awalnya, walau terkadang seiring waktu hanyalah komitmen dan tanggung jawab pada akhirnya.

Dimana proses kematangan pikiran dan kedewasaan meletakan tanggung jawab, dan kesetiaan pada pondasi berkeluarga, membesarkan dan mendidik  anak, dan membangun keluarga yang harmonis.

Cinta dan Benci hanya setipis kertas

Sulit menentukan mana yang benar memberikan kebahagiaan, mana yang akan memberikan derita pada kita. Hanya bila dilandasai oleh pengertian dharma dalam kehidupan kita, Kebencian pun dapat menjadi pupuk bagi bibit-bibit cinta.  Semoga  semua perumah tangga dapat menuai cinta dalam  keluarganya dan semoga setiap rumah tangga akan dipenuhi kebahagiaan dan kedamaian…..

 

15 Comments to "Sekapur Sirih Untuk Perumahtangga"

  1. Lani  16 November, 2011 at 07:19

    14 umpanku mengena…….hahaha……pie kabarmu sodara kenthirku tercinta???? ndak pernah japri?

  2. Dewi Aichi  16 November, 2011 at 06:07

    Lani…(sentuh jidat)….ohhh…anget…! Udah bolak balik tulisan Sakya, kok ya salam kenal melulu…!

  3. Linda Cheang  15 November, 2011 at 22:49

    cinta dan benci memang hanya tipis bedanya. cinta sejati, ini yang sulit didapat.

  4. SU  15 November, 2011 at 15:35

    Kemarin ada tante2 yg bicara kalau dia lihat pasangan yang tangannya gatal dan sibuk PDA, dia tahu itu pasti belum jd suami istri dan kemungkinan besar setelah setahun pernikahan bakal berlanjut ke pengadilan.

    Yang jelas, semua dari pikiran. Kalau ada pikiran yg ga selaras sama Firman, kudunya diselaraskan. Kalau enggak, nti jadi kebelet pengen. Akhirnya cari dukungan/pembenaran….makanya ada yg bilang “Cinta yg tepat di waktu yg salah” pd saat suami orang yg juga sudah beranak pinak diembat juga. Katanya sih cinta. Hm kalau ybs dianggap ga punya duit…..apakah masih bilang cinta?

    Selama manusia masih mementingkan nafsunya sendiri (yang penting di gue enak, kalau orang lain menderita….EGP lah yauw) ya pasti ada korban yang bayar harga baik langsung tidak langsung.

    Kalau dalam berumah tangga pernah menyakiti/bahugel (buat affair dg org lain yg bukan pasangan resminya) kalau perlu utk minta maaf dengan bersujud, sujudlah dikaki pasangan resmi Anda.

    Jika pasangan resmi mau memberikan kesempatan dan kemudian dia jadi curigaan, jangan ngambek2an karena ini memang salah satu harga yang kudu dibayar. Suruh siapa buka baju dan buka baju dalam sembarangan. Pengampunan itu hadiah, tapi trust yang sudah dikhianati utk dapat kembali butuh waktu lama dan butuh usaha konsisten. Intinya berani berbuat, berani bayar harga ya! :

    Setuju sekali dgn ini: proses kematangan pikiran dan kedewasaan meletakan tanggung jawab, dan kesetiaan pada pondasi berkeluarga, membesarkan dan mendidik anak, dan membangun keluarga yang harmonis

  5. Lani  13 November, 2011 at 22:15

    2 KANG ANUUUUU…….ngakak aku membaca komentarmu…….itulah klu bermain api…….tentunya kebakar…..bermain air jelas basah dunk…….

    SAKYA SUGATA : salam kenal……mmg begitulah cinta bs menggebu……dgn landasan cinta ato kebencian yg berubah jd cinta…..mmm…..membingungkan kadang…..tp itulah yg namanya cinta………hehehe…….yg komentar jg ikut bingung, krn mmg orang lagi bingung……..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.