Sepatu Sebelah Kiri dan Caraku Mengingatmu

Khrisna Pabhicara

 

1.
Bukankah kita sepakat menjadi sepasang sepatu
yang saling menguatkan dan mengindahkan
sepanjang tualang?Tetapi rindu mengaburkan wajahmu di anganku
hingga sepi berkali-kali menegaskannya, dan aku
sepatu sebelah kiri yang berhari-hari sendiriKecemasan tak pernah benar-benar mampu
menakutiku, kehilangan dirimulah yang sungguh-
sungguh mencemaskanku
2.
Aku takkan lelah mengingat dan merindumu,
karena kamu tak pernah lelah mengingatkanku
untuk merindumuAda banyak cara mengingatmu, perempuanku,
tetapi yang paling kusuka adalah caramu
mengingatkanku lewat mimpiDi matamulah, perempuanku, cahaya berumah
di sana, malamku memastikan yang lebih kilau
dari rembulan
3.
Seolah matahari pagi, kutunggu cahayamu
untuk menghangatkan rinduku di selantang
tualang

Gunung Halimun, Juni 2011

 

7 Comments to "Sepatu Sebelah Kiri dan Caraku Mengingatmu"

  1. Linda Cheang  16 November, 2011 at 21:03

    kayak kuali ketemu kekep

  2. Dewi Aichi  12 November, 2011 at 22:53

    Bagaikan suami istri, sangat beda…tetapi harus bisa kompak, kalau ngga kompak ya bisa patah..!

  3. matahari  12 November, 2011 at 22:49

    Sepatu..kiri kanan…tapi tetap mengarah ke jalan yang sama karena kalau satu kaki ke kiri dan kaki lain ke kanan..maka kita akan jatuh..bahkan jatuh terkangkang

  4. HennieTriana Oberst  12 November, 2011 at 16:35

    Indah sekali dirindui.

  5. Dj.  12 November, 2011 at 15:43

    Hebat….!!!
    Sepasang sepatupun, bisa menjadi tullisan yang indah…..
    Salam,

  6. Anastasia Yuliantari  12 November, 2011 at 11:14

    Rindu, jangan pernah berhenti mengunjungiku.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.