Senjata Baru Demonstran, Bom Tinja

Prabu – Jakarta

 

Peringatan : Jangan dibaca ketika Anda sedang makan.

 

Bom Molotov berbahan premium rupanya telah menjadi romantisme sejarah. Maka demonstran masa kini membekali dirinya dengan BOM TINJA.

Dengan memilih bom tinja, minimal para mahasiswa dapat membantu pemerintah dalam menghemat subsidi BBM. Mengingat himbauan pemerintah agar mobil pribadi tidak memakai BBM bersubsidi cuma jadi slogan kosong yang enggak ngaruh bagi orang kaya.

Serius, senjata baru para demonstran ini sempat membuat kocar-kacir aparat di lapangan.

Padahal sebelumnya sering  kita disuguhi kehebatan Tim Gegana dalam menjinakkan berbagai macam bom. Namun kali ini dalam menghadapi pendemo bersenjatakan bom tinja di depan kampus UKI, Cawang,  Rabu (9/11) aparat tak berkutik.

Maka cukup beralasan jika pihak Mabes Polri menyayangkan aksi demonstrasi mahasiswa yang diwarnai pelemparan tinja itu dinilainya tak beradab.

“Tentunya melempar tinja itu kan kurang bagus ya”, kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution kepada wartawan di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2011) malam.

Sementara menurut sumber intelijen, jika Saud benar mengatakan seperti itu, para mahasiswa meminta mantan Kepala Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror itu untuk memberikan contoh, bagaimana melempar tinja dengan baik?

Duh, runyam. Susah emang debat sama mahasiswa!

Ok! Kita tinggalin sumber intelijen dengan infonya yang sepotong-sepotong itu.

Mari kita kembangkan wacana bom tinja ini dengan mendesak pemerintah mengambil langkah konkrit untuk bersama-sama dengan pihak legislative melakukan amandemen UU Terorisme dengan memasukkan bom tinja sebagai ancaman serius.

Begitu pula kawan-kawan di DPR segera membuat pansus bom tinja. Tolong usulan ini jangan ditolak dengan alasan akan bernasib sama dengan Pansus Century dst.

Jika pansus bom tinja ini terbentuk, lalu panggil Kapolri untuk diberi rekomendasi agar Tim JIHANDAK (Penjinak Bahan Peledak) segera membentuk Regu JIHANBEK (Penjinak Bahan Lembek) agar bisa efektif dalam menangani bom tinja yang skala terornya telah meresahkan warga ini.

Aturan secara konstitusional demikian sangat diperlukan di negeri ini. Sebab jika perangkat hukumnya tidak dibuat, dikuatirkan aparat di lapangan bisa jadi bulan-bulanan demonstran yang bersenjatakan bom tinja. Luka terkena bom Molotov bisa diobati pake asuransi Negara. Nah, andai wajah polisi ketimpuk tinja, apakah tega pacar mencium dia?

Ingat, Negeri ini telah dikoyak dengan Bom Bali 1-2, bom Mariot hingga bom bunuh diri Cirebon dan Solo dengan menyisakan trauma korban yang hidup. Maka jangan sampai korban bom tinja ketika menuntut ke pengadilan, justru pelakunya dibebaskan seperti terjadi di pengadilan tipikor.

Selanjutnya jika perangkat hukumnya telah disyahkan, kami mendesak kepada anggota dewan supaya bom tinja dipatenkan ke lembaga international, yang kredibel, bukan ke yayasan kelas dunia namun masih minta sms 1 perak.

Secara geopolitik dan ancaman masa depan, bom tinja mempunyai potensi strategis dalam hal pertahanan Negara. Mengingat alusista TNI sekarang ini telah menjadi besi tua.

Bom tinja juga punya peranan signifikan dengan minimnya anggaran yang diberikan SBY sebagai panglima tertinggi.

Dengan kalkulasi komprehensif seperti itu seyogyanya TNI segera memodifikasi peralatan perangnya agar bisa melontarkan peluru dan bom dari tinja.

Sementara bagi institusi Polri, peluru tinja bisa menggantikan peluru karet yang harganya sangat fluktuatif mengikuti harga karet dunia. Anggaran pertahanan bisa tekor kalau cuma buat menembaki pendemo tiap hari di republik ini.

Dengan peluru tinja yang diperoleh secara mudah dari septictank asrama Polri dan TNI seluruh Indonesia, maka akan diperoleh penghematan anggaran belanja peluru karet. Selanjutnya, selisih penghematan anggaran ini dapat dialokasikan untuk ransom prajurit. Hal ini lebih baik dari pada jenderalnya disogok PT. Freeport Indonesia, namun berdalih buat uang lauk pauk prajurit.

Bom tinja bisa menjadi alternatif untuk dijadikan senjata pemusnah masal. Diharap produsen senjata dan amunisi Pindad bisa mengambil inisiatif melakukan langkah ini.

Dengan penduduk Indonesia yang nyaris ¼ miliar jiwa, coba pikir berapa ton tinja yang bisa di kumpulkan?

Jangankan tertembak peluru tinja, membayangkannya saja kita pastikan anasir-anasir asing takkan berani mengganggu kedaulatan NKRI.

 

Sopo sing wani diberondong tai?

 

About Prabu

Sosok misterius yang sejak kemunculannya tidak banyak orang yang mengenalnya. Walaupun misterius, sosok satu ini sekaligus ramah dan sangat terbuka pertemanannya. Sang Prabu dan Permaisuri sering blusukan menyapa kawula BALTYRA.com dan menggebrak dunia, kebanyakan dengan coretan karikaturnya sekaligus artikel-artikelnya yang bernas, tajam dan berani.

My Facebook Arsip Artikel

19 Comments to "Senjata Baru Demonstran, Bom Tinja"

  1. Lani  17 November, 2011 at 13:38

    15 MEITA : carane??? kumpulkan yg merasa dirinya adam……..trs mrk berseni ria bersama……nanti kan bs dpt sak-bak penuh……wuiiiiiiih tambah nggilani (menjijikkan) iki………

  2. Linda Cheang  16 November, 2011 at 21:11

    eeeewwww….

  3. SU  15 November, 2011 at 15:25

    Iiiiiiih

  4. negro  15 November, 2011 at 09:43

    Mahasiswa maju terus pakai BOM TINJA………..don wori di sini AKEH TINJA BUTO sak lengen lengen …JC siap2 nongkrong yo…………….

  5. Meitasari S  15 November, 2011 at 08:41

    Lha piye to kok aku malah diarani sudrun…… kan kita berpikir secara gila. mengikuti gerak pikir mahasiswa pakai bom tinja. Lha pasti aparat pun juga mikir gila to membalasnya dengan blangwir air seni. Njur nglumpuke ne piye tapi carane????? rada kangelan ya yu lani??????wkwkwkwk

  6. Lani  15 November, 2011 at 07:12

    MEITA 11 : iki malah tambah nggilani………dasar wong sudrun

  7. Dewi Aichi  15 November, 2011 at 06:33

    Mas Dab Prabukeki…! Wakakaka…ngapain juga tuh peringatan ngga berfungsi buat aku, aku sambil makan malam nih…tetap enak….wong laper…ngga makan ya kaliren sendiri mikirin bom tinja ha ha ha….

  8. Kornelya  14 November, 2011 at 21:46

    Yaiik!! Ini ide apa sudah dilakukan beneran?.

  9. Meitasari S  14 November, 2011 at 19:27

    bom tinja vs semprot air seni menang mana ya? Ah tetap menang tinja ya.? Wkwkx

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *