Anak Kuburan

Abu Waswas

 

Dulu tahun 1997 rumah saya dekat dengan TPU Tanah Kusir. Di situ saya bermain, main apa saja. Yang menarik jika ada penguburan, jika umat Kristen disertai lagu pujian beda dengan Muslim yang lebih tenang.

Jika umat Budha lebih meriah, ada sesaji sampai ornamen replika tempat tidur, mobil, dan uang yang dibakar. Pernah sekali peti matinya diperciki darah dari lidah oleh pelayat dengan pisau besar, aduh ngilunya.

Kalau Ceng Beng ( hari berziarah ), pasti kuburan Budha dipenuhi makanan . Jika peziarahnya sudah pergi, langsung aku dan teman-teman menyerbu makanan. Dapat jeruk, apel, bakpau, dan daging ayam.

Yang heboh saat ada pemakaman korban Garuda yang kecelakaan di Medan, jenazahnya itu bau banget itupun sudah diberi bubuk kopi. Juga waktu pemakaman mahasiswa tragedi Trisakti, ramai banget. Waktu Dono warkop apalagi. Banyak deh yang lain.

Tahu Ruhut Sitompul SH? Dia pernah membelikanku es krim saat dia ziarah. Aku kadang-kadang pernah dikasih Rp5000 atau Rp20000 sama yang berziarah. Pernah juga dikasih Rp140.000, perlu digarisbawahi saya bukan perawat makam yang menyapu makam dan menyiram rumput.

Hingga akhir SMP (2003) aku tak sering lagi ke sana.

Masa kecil yang berharga. Aku tak iri dengan anak-anak zaman sekrang yang cuma main PS dan Nintendo wii, atau game online yang mengurung mereka di ruang.

 

From my lovely blog ^_^

 

About Abu Waswas

Penulis lepas dengan ketertarikan khusus akan film. Tulisannya tersebar di banyak media sosial.

My Facebook Arsip Artikel

16 Comments to "Anak Kuburan"

  1. Abu Waswas  21 November, 2011 at 23:45

    Nunduk nunduk karena maluuuuu Ntar aku kirim ah ke [email protected] cerita yg lain.

  2. Dewi Aichi  21 November, 2011 at 21:57

    lha ngapain sampai nunduk-nunduk…duitnya jatuh ya he he he….

  3. Abu Waswas  20 November, 2011 at 22:23

    Terima kasih buat Anda semua yang sudah baca dan meralat tulisan saya. (sampai nunduk nunduk
    )

  4. kembangnanas  19 November, 2011 at 14:04

    hahaha yu nut, justru serunya rebutan sawuran…. nggo jajan )

  5. Dewi Aichi  18 November, 2011 at 15:39

    Elnino…sama he he….tapi aku pernah dikasih sama temenku, duit sawur…waktu mau buat jajan, dicublesin dulu di pohon pisang biar ngga di primpeni yang meninggal wkwkwkwkww….dasar anak anak..!

  6. Dewi Aichi  18 November, 2011 at 15:38

    Masa kecil yang layak untuk diceritakan ha ha…lucu tapi kenangan indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.