Hidup Sekali, Harus Berarti

Hilda Rumambi

 

Menikmati titian hidup satu demi satu
Tautan nikmat dan derita menjalin di antaranya
Nikmat semanis madu
Laknat mendera seburuk badai
Bahagia menjelma dalam keindahan rasa
Sengsara mencari dahan-dahannya bergelantung dengan kekecewaan

Akankah  diri  berkata
Nikmat lebih rendah dari derita
Sengsara lebih tinggi dari bahagia
Bukankah semua terjadi dengan suatu sebab?
Derita dan kesenangan
Manis dan pahit
Luruh menyatu di kehidupan yang indah
Seindah sang Maha memberi waktu terbatas untuk berkarya

Hidup itu indah
Hidup itu hanya sekali
Bahagia itu nikmat
Luka itu nikmat
Meski akal tak mampu memecah misteri
Kadang derita melampaui kemampuan hati menyapa diri

Satu  yang pasti menguatkan iman kini:
Sang Maha memberi  kelemahan,
menjadikanku kuat
Sang Maha memberi  kepahitan,
menjadikanku manis
Bagi segala mahluk

Sebelum akhir duniaku menghampiri
Sebelum sayap malaikat melesatkanku
MenujuNya

“Dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna….”

 

@Bumi Tadulako, 18 November 2011

 

15 Comments to "Hidup Sekali, Harus Berarti"

  1. Lani  20 November, 2011 at 23:18

    7 HILDA : salam hangat kembali buatmu……udah sembuh 100% kah dirimu? moga2 ya……jd bs ber-aktifitas dgn bebasnya tanpa gangguan……..

    ada pepatah yg mengatakan harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama……hehehe…….klu salah mohon dibetuli dan dimaafkan……..

  2. Hilda  20 November, 2011 at 22:55

    hihihi..makasih ya JC, iya kangen juga naa sama Baltyra lama2…
    sekali2 nongol boleh yaa disini?

    salam sayang utk admin Baltyra, juga JC dan bang Iwan

  3. Hilda  20 November, 2011 at 22:52

    @Anastasia: makasih ya udah berkunjung, iya saya juga masih belajar utk mengisi hidup ini sebaik2nya..heheh…bikin hidup lebih hidup..

  4. J C  20 November, 2011 at 09:08

    Hoooorrrreeee…Hilda mecungul lagi…(tinggal nunggu yang satu lagi ya… ). Setuju…it’s legacy yang orang bakalan ingat akan kita…tanpa legacy, tak ada siapapun yang akan mengingat kita nantinya…

  5. Anastasia Yuliantari  20 November, 2011 at 03:35

    Puisi yg indah Hilda. Menyia-nyiakan hidup sungguh menyedihkan, ya? Thanks sdh berbagi dalam puisi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.