Jadi Milyader Dari Bisnis Pendidikan

Handoko Widagdo – Solo

 

Saya terkejut dengan sebuah iklan di SOLOPOS tanggal 16 November 2011 tentang seminar pendidikan. Iklan yang terletak di baris paling atas halaman III ini menyebutkan: ”BISNIS PENDIDIKAN, JADI MILYADER DARI BISNIS PENDIDIKAN”.

Ada kata-kata dalam iklan ini yang menurut saya sangat mengganggu karena bertentangan, yaitu BISNIS dan PENDIDIKAN. Apalagi dalam iklan ini secara menyolok disebutkan: JADI MILYADER dari bisnis pendidikan.

Dalam pemahaman saya, sektor pendidikan sampai saat ini masih berada di ranah sosial, yang harus diusahakan secara nirlaba. Pendidikan adalah hak asasi yang harus dinikmati oleh semua manusia. Namun iklan ini secara provokatif mengajak peserta seminar memperlakukan pendidikan sebagai ajang bisnis.

Bukan hanya judul iklannya yang sangat provokatif, tetapi ilmu yang dijanjikan untuk disampaikan dalam seminar ini juga sangat bisnis-oriented. Ada delapan ilmu yang ingin dibagi oleh pembicaranya. Kedelapan ilmu ini jelas-jelas menggunakan kiat-kiat bisnis (berorientasi keuntungan) untuk mengusahakan pendidikan. Bahkan biaya seminar disebut sebagai investasi.

Meski dalam iklan ini hanya disebut PAUD (Pendidikan Usia Dini), Kursus, SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dan Perguruan Tinggi; tidak disebut SD dan SMP serta SMA, tetapi tetap saja semua jenjang-jenjang tersebut ada di sektor pendidikan yang mestinya diusahakan secara nirlaba.

Saya menjadi bertanya, apakah memang dunia pendidikan sudah dijadikan ajang bisnis sekarang ini? Jika ya, dimana kesempatan bagi yang miskin tetapi pandai untuk mengubah hidupnya melalui pendidikan? Bagaimana masa depan bangsa ini?

Saya berharap ada penjelasan dari penyelenggara seminar dan pembicaranya, sehingga iklan ini tidak dipersepsi oleh mereka-mereka yang haus akan uang dengan menggunakan sektor pendidikan sebagai sarana.

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

78 Comments to "Jadi Milyader Dari Bisnis Pendidikan"

  1. Handoko Widagdo  29 November, 2011 at 07:51

    Bapak Drs. Joko Sutrisno. M.Pd membaca artikel ini apa tidak ya? Kalau membaca, saya mohon bisa memberikan klarifikasinya.

  2. Handoko Widagdo  26 November, 2011 at 08:54

    SU dan Mas Iwan, emangnya kalau negara komunis sekolah gratis?

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  25 November, 2011 at 22:52

    Tulisan ini spt isi hati saya membayangkan jika saya tak mampu menyekolahkan anak saya. Jadi ingin menjadi negara komunis. Andai Indonesia komunis…

  4. SU  25 November, 2011 at 21:48

    Tulisan yg singkat tp mantap isinya.

  5. Handoko Widagdo  25 November, 2011 at 15:40

    Belum tuh…entah kemana panitianya…

  6. nevergiveupyo  25 November, 2011 at 11:52

    sudah dapat konfirmasinya belum pak hand? saya tunggu….

  7. Handoko Widagdo  25 November, 2011 at 08:55

    Mbak Alexa, kalau kualitasnya bagus dan pendapatan diinvestasikan ulang seperti yang Mbak ceritakan itu sangat baik. Yang dipermasalahkan disini adalah motivasi untuk ‘membisniskan’ pendidikan.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.