Dobrak Diri

Diday Tea

 

“ Ya! Setelah beberapa kali memenuhi tantangan diri, saya semakin yakin bahwa tidak ada yang sulit di dalam hidup ini asal kita mau dan dengan izin Allah

Challenge yourself, and lt your life will be full of passion to let you live better here and after”  (Diday Tea) 

Ketika saya sedang berkonsentrasi penuh untuk melatih intuisi dan ketajaman mata, serta ketelitian dan ketepatan berpikir dengan bermain Angry Birds, tiba- tiba hape Blueberryku (bukan Blackberry) tiba-tiba meraung- raung. Di seberang telepon sana, ternyata salah seorang teman kerja saya meminta tolong untuk memperbaiki laptopnya yang kena virus. Saya kaget lah, tiada angin badai atau hujan apalagi awan mendung yang lewat di depan rumah saya, kenapa tiba- tiba ada orang yang merekomendasikan saya sebagai seorang ahli IT yang bisa memperbaiki semua masalah software di komputer merek apa pun.

Tadinya sih mau saya tolak dan “mengorbankan” teman saya yang saya yakini lebih mumpuni di bidang perkomputeran. Permintaan tolong itu akan saya tolak saja, dengan alasan saya tidak tahu menahu masalah software. Eh, setelah saya pikir ulang,  ternyata ini adalah tantangan baru! Apa salahnya sih kalau dicoba dulu, kan mas Google selalu ada di depan saya setiap saat? Kalau pun ngga bisa ya, kembalikan saja laptop itu. Gitu aja kok repot yah?

Laptop teman saya itu memang berada di dalam masalah besar. Laptop itu sama sekali tidak bisa bertelur, eh, itu mah hayam ya? Maaf, tiba- tiba kepikiran Angry Bird yang egg thrower, hehehe…

Laptop teman saya itu tidak bisa mengeksekusi program apa pun. Bahkan system restore pun tidak bisa.

Berdasarkan pengalaman laptop saya yang pernah mengalami hal yang kurang lebih sama.  Saya coba cari di menu facory reset. Alhamdulillah, ternyata ketemu dan bisa! Laptop itu saya factory reset saja dan tidak lebih dari 20 menit, seresettt…Semua beres, dan laptop itu kembali seperti baru.

Buat saya, kejadian ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa. Pencapaian yang meningkatkan percaya diri di dalam diri saya berkali- kali  lipat. Karena ini membuat saya berkata kepada diri saya: “Ternyata saya bisa ya?” “Ternyata mudah ya?” “Ternyata gitu doang lah!”

Saya bisa melakukan hal yang tadinya saya pun tidak yakin apakah bisa melakukannya atau tidak.

Ya! Setelah beberapa kali memenuhi tantangan diri, saya semakin yakin bahwa tidak ada yang sulit di dalam hidup ini asal kita mau dan dengan izin Allah.

Masalahnya sederhana saja, hanya sekedar mau atau tidak mau. Lain tidak.

Jika anda mau dan kalau pun tidak berhasil, anda sudah mendapat pengalaman baru untuk tidak berhasil.

Anda selangkah lebih maju dibanding orang yang jarang mau menerima tantangan atau membuat tantangan dalam hidupnya.

Apakah anda sekarang hidup dengan nyaman? Bangun tidur, sholat, sarapan berangkat kerja, pulang, jalan- jalan ke taman atau mall dengan keluarga tercinta.

Jika anda nyaman sih silahkan saja, dan tidak ada yang salah dengan hal itu.

Tapi percayalah, anda akan merasa lebih cepat tua, hehehe…

Untuk saya, ketika hidup hanya sebatas menjalani rutinitas seperti itu, saya akan merasa seperti Angry Bird di dalam sangkar. Ada perasaan kurang nyaman ketika kejenuhan rutinitas mulai hinggap di atas pikiran kita. Hidup terasa kurang berwarna.

Walau pun tidak sering, tapi saya sering memberikan tantangan untuk diri saya. Hal yang menantang tidak harus selalu sulit. Contohnya menantang diri untuk bisa sholat dhuha dua rakaat setiap hari. Atau merutinkan sholat malam,walaupun hanya satu rakaat witir. Atau memaksa diri untuk bisa mengaji Al Qurán satu ayat setiap hari.

Atau bisa juga berupa tantangan fisik. Saya menantang diri saya untuk bisa berlari terus- terusan selama 30 menit di atas treadmill dengan kecepatan 10km/jam (kalau yang ini masih belum kuat..hehehe).

Atau memaksakan diri untuk rutin bermain sepakbola setiap minggu. Atau hal kecil seperti menantang diri untuk push up 10 kali dan sit up 10 kali setiap bangun tidur.

Atau kadang saya mencari tips dan trik untuk mengedit foto di Youtube, dan mencoba praktek sendiri.

Lalu saya posting di Facebook untuk melihat bagaimana tanggapan teman- teman saya.

Dan tantangan- tantangan kecil ini ternyata berlanjut sampai sekarang. Karena saya belum bisa istiqomah terus- terusan melakukan tantangan- tantangan itu. Kecil atau besar pasti akan selalu sulit. Sulit tapi bisa. Bisa asal mau!

Tuh kan, ujung- ujungnya mah, asal kita mau, pasti kita akan bisa melakukan hal- hal yang sulit sekalipun.

Ketika kita sudah bisa dan berani menantang diri untuk mencapai sesuatu, itu pun sudah sangat bernilai. Itu artinya kita sudah berhasil mendobrak kemalasan di dalam diri.

Setiap pencapaian setelah memenuhi tantangan akan menimbulkan ledakan motivasi dan percaya diri yang luar biasa dari dalam diri kita.

Bukankah malas adalah salah satu musuh terbesar di dalam hidup kita?

Ayo dobrak diri!

Didaytea
21112011
Doha, Qatar

 

 

10 Comments to "Dobrak Diri"

  1. Adhe  28 November, 2011 at 14:33

    Kang Diday setuju sama tantangannya….yg berat itu apa kita bisa istiqomah dg apa yg sdh kita kerjakan, tabik.

  2. didaytea  25 November, 2011 at 18:07

    Kakinya ada kettler,masing-masing 2 kilo…

  3. Dj.  25 November, 2011 at 15:22

    Kang Diday….
    Terimakasih, anda sangat benar…
    Kemalasan, membuat orang hanya hiduo dalam impian saja….
    Hal ini sering Dj. alami, kalau ada orrang pesan lukisan, sering Dj. tolak, karena sedang malas.
    Padahal kalau diterima, ya papsti Dj. kerjakan dan hasilnyapun selalu memuaskan ( kata yang memesan ).
    Hanya saja, untuk memolai sesuatu itu yang kadang Dj. ragu, ya itu, karena malas…hahahahaha..!!!
    Padahal kalau sudah dimolai, pasti beres….

    Ah…masa lari 30 menit dengan kecepatan 10Km/jam belum kuat….???
    Terakhir Dj. ikutan lari 10 Km, tepat satu jam, walau napas ngos-ngosan, tapi masih kuat….

  4. Anastasia Yuliantari  25 November, 2011 at 10:33

    Memang benar, kemalasan itu penyakit akut…buat saya juga. (Masih leyeh2 di rumah udah tengah hari gini) hehehhe.

  5. didaytea  25 November, 2011 at 08:21

    @J C: bagaimana rahasianya mencari ilustrasi yang manteb surantep markentep…? Artikel2 di Baltyra selalu dihiasi ilustrasi yang tepat dan juga keren- kereb nih….

  6. Dewi Aichi  25 November, 2011 at 07:56

    aku jangan di dobrak ya…..aku menyerah aja deh..

  7. Dewi Aichi  25 November, 2011 at 07:55

    Mengomentari ilustrasinya dulu he he…..ciamik..

  8. J C  25 November, 2011 at 07:55

    Ayoooo dobrak diri masing-masing…mantep, mantep….

  9. didaytea  25 November, 2011 at 07:42

    Betull… Nanti malah jadi penyanyi….

  10. Handoko Widagdo  25 November, 2011 at 07:22

    Tapi kalau jadi Presiden Republik Indonesia ya jangan coba-coba.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.