Menjelang Hari Kalap Nasional Amerika Serikat

Dian Nugraheni

 

Menentukan peringatan jatuhnya hari besar di Amerika, ternyata cukup kompromis dan fleksibel. Bisa diambil dari harinya, bisa juga ditentukan berdasarkan tanggalnya. Misalnya, hari kemerdekaan Amerika Serikat yang terkenal dengan peringatan Fourth of Juli, ya harus diperingati pada tanggal 4 Juli, nggak peduli, apakah tanggal itu jatuh di hari Senin, Rabu, atau bahkan Minggu. Atau perayaan Pesta Tradisional Halloween, yang selalu jatuh di tanggal 31 Oktober, tak peduli juga jatuh di hari apa.

.

Nahh, lain lagi kalau peringatan Perayaan Thanksgiving, atau terkenal dengan sebutan Thanksgiving’s Day, pasti akan jatuh pada minggu ke empat bulan November, di hari Kamis. Harus hari Kamis, karena Thanksgiving’s Day akan disusul dengan “hari kalap nasional Amerika Serikat”, Black Friday. Namanya juga Friday, maka Black Friday harus jatuh pada hari Friday alias Jumat. Hmm..perayaan macam apa pula ini…?

.

Seperti juga di Indonesia, akan ada beda yang jelas ketika orang merayakan hari raya Idul Adha, Idul Fitri, hari raya Natal, hari raya Waisak, hari Kemerdekaan 17 Agustus, dan lain-lain. Intinya, ada perayaan yang dirayakan oleh sebagian kelompok, ada juga perayaan yang dirayakan oleh semua orang.

.

Thanksgiving’s Day ini, adalah termasuk hari besar yang dirayakan oleh semua orang Amerika, nggak peduli apa agamanya, nggak peduli apa rasnya, dan lain-lain, karena inti dari Thanksgiving’s Day adalah pengucapan syukur manusia terhadap Tuhannya. Bagaimana bisa sampai pada kesimpulan ini?

.

Secara turun temurun, kisah ini diceritakan oleh orang-orang di Amerika, bahwa perayaan Thanksgiving’s Day berawal dari kedatangan sekelompok pilgrim di salah satu daerah di Amerika Serikat yang bernama Massachusetts.

.

Pilgrim adalah sebutan bagi orang-orang dari kelompok sekte puritan (sebuah sekte yang berjuang untuk mempertahaankan kemurnian doktrin dan tata cara peribadatannya) yang berasal dari luar benua Amerika, yang memang sengaja pergi dari suatu tempat, mencari daerah baru, dan selanjutnya, daerah  baru tersebut akan dijadikan sebagai tempat menetap bagi mereka. Dan dalam hal ini, Amerika menjadi “promise land”, tanah harapan yang menjadi tujuan para pilgrim ini.

.

Bukanlah hal yang mudah untuk memulai hidup, menjalankan kehidupan, dan bertahan untuk hidup, ketika kita pindah ke suatu daerah yang semuanya serba asing. Secara cepat orang harus mempelajari, apa dan bagaimana hingga mereka nantinya bisa survive di tempat baru tersebut.

.

Demikian pula dengan para pilgrim ini, untuk bertahan hidup di masa itu, mereka mulai bercocok tanam. Maka ketika panen pertama tiba, mereka bersuka ria, beramai-ramai berkumpul bersama untuk merayakan keberhasilan ini, sekaligus menyatakan syukur kepada Tuhan. Perayaan pesta panen ini dilakukan oleh para pilgrim bersama-sama dengan penduduk asli Amerika, suku Indian. Pesta inilah yang akhirnya disebut sebagai Thanksgiving’s Day.

.

Setelah berjalannya waktu, akhirnya Thanksgiving’s Day bukan lagi perayaan terimakasih kepada Tuhan akan keberhasilan panen dari tanaman yang dibudidayakan, tapi sudah berkembang menjadi lebih umum, yaitu peringatan, akan perlunya mengucapkan rasa syukur terhadap Tuhan, atas apapun yang telah Dia berikan kepada setiap insan secara pribadi, maupun secara bersama-sama.

.

Kalau dibanding-bandingkan dengan di Indonesia sih, Thanksgiving’s Day ini, suasananya mirip-mirip dengan Idul Fitri, di mana hampir semua orang berjuang dan berlomba untuk bisa pulang kampung menemui orang tua, kembali ke kota kelahiran mereka, atau berkumpul bersama keluarga besar, untuk merayakan hari besar tersebut.

.

Kalau pada hari raya Idul Fitri ada masakan khas macam ketupat, opor, maka pada Thanksgiving’s Day ini, makanan khasnya adalah Turkey panggang (mereka menyebut Turkey dengan sebutan  Big Bird), dan aneka kue pie manis seperti Apple pie, Pumpkin pie.

.

Tentu saja, semua orang akan tak sabar untuk segera pulang kampung. Suasana menjadi terasa abnormal. Seperti yang aku lihat pagi ini, kereta bawah tanah yang biasanya berjubel, kali ini lengang benar, setelah seharian kemaren pemandangan dipenuhi dengan orang-orang yang berlalu lalang menenteng tas atau koper besar mereka. Yaa, tentunya mereka menuju Bandara Reagan atau stasiun kereta antar kota antar provinsi, yaitu Union Station, di Washington DC, untuk pulang ke kampung mereka masing-masing.

.

Sedangkan Black Friday, adalah sehari setelah Thanksgiving’s Day. Dunia dagang di Amerika Serikat, khususnya supermarket-supermarket besar seperti Macy’s, Wallmart, Sears, Best Buy, berlomba-lomba membuka pasarnya, dengan kondisi, yang sekali lagi, abnormal.

.

Artinya, pada Kamis malam setelah jam 00.00, yang artinya sudah masuk hari Jumat, keesokan harinya, toko-toko yang biasanya buka setelah jam 9 atau 10 pagi, pada hari itu akan buka jam 5 a.m., atau jam 5 pagi, bahkan mungkin sedari jam 4 pagi..

.

Mau tahu abnormal selanjutnya? Nggak tanggung-tanggung, barang-barang yang mereka jual, akan didiskon, alias potong harga gila-gilaan, 50%, sampai 70%, dan bahkan mungkin, lebih.

.

Apa lebih lanjut yang abnormal di Black Friday ini? Percaya nggak, mereka, orang-orang ini, rela ngantri, layaknya ngantri formulir  Ujian Masuk Peguruan Tinggi, jamannya paman-paman kita dahulu. Berbaris mengular dari depan ke belakang, hanya untuk menanti jam buka toko pada jam 4 atau 5 pagi itu. Bahkan mereka rela dirikan tenda, untuk menginap di depan pintu masuk toko yang mereka tuju, dan tentu saja mereka sudah mencanangkan barang pilihan yang akan mereka beli, dan yang jelas, bawa uang atau kartu bayar.

.

Lha gimana, wong TV flat 32 inch yang biasanya harga sekitar $600 bisa jadi $ 200, jas-jas mlipit yang semula $550 bisa turun jadi $ 250an..apalagi barang-barang kecil macam baju, sepatu, panci, wajan.., pokoknya serba harga potong gila-gilaan.

.

Inilah kiranya sepotong surga bagi para kaum pembelanja di Amerika, bila beruntung, akan mendapatkan barang-barang bagus, mahal, yang mereka inginkan, dengan harga yang benar-benar murah dan sangat menguntungkan, asal berani saja…he..he..berani berdesakan, berani antri, dan berani mengendalikan diri…, soalnya kalau nggak bisa mengendalikan diri, bisa-bisa akan kalap, dan barang setoko pengen diborong semua….

.

Aku yakin, bagi orang-orang yang selalu “eling”, ingat kepada Tuhan, maka, rasa syukur akan diucapkan di setiap saat, tanpa memandang waktu khusus. Tapi, tak ada salahnya jika kita coba mengingat kembali perjalanan hidup kita dalam kurun waktu satu tahun ini, apa saja hal-hal yang sudah Tuhan berikan kepada kita, jangan lupa ucapkan rasa syukur sampai ke dalam hatimu, dan bersiaplah untuk menerima banyak karunia Tuhan di tahun berikutnya…

.

Virginia,

Dian Nugraheni

hari ini, Rabu, tanggal 23 November 2011, jam 10.31

(Besok pagi adalah Thanksgiving’s Day, libur 4 hari dwaahhhhh…)

 

24 Comments to "Menjelang Hari Kalap Nasional Amerika Serikat"

  1. Dian Nugraheni  18 December, 2011 at 03:43

    Teman-teman di Baltyra..ngemeng2, aku juga ga pernah ikutan ngalap di amrik..paling liat2 aja mereka yang lagi ngalap..asyik juga liat mereka heboh..knapa aku ga ikutan ngalap, soalnya bingung sendiri mana yang mau dibeli, dan aku juga bukan pembelanja yang baik..gak bisa milih2 apalagi di waktu yang berebut begini..santai aja beibeh lah yaa, kalau pas perlu, baru deh ke toko cari2.., sambil bawa kupon potongan harga yang aku dapat dari surat kabar..lumayan juga kok kalau lagi sale….he2..

  2. anoew  2 December, 2011 at 01:07

    Itu makhluk halus yg antri pakai atasan warna abu-abu, manteb bener..

  3. anoew  2 December, 2011 at 01:01

    Mau cari pasangan baru di toko jelang buka pas Black Friday bisa gk ya.. Antri, berdesak-deskan, berhimpitan.. Bawa pulang..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *