Tak Berdaya (1)

Yang Mulia Enief Adhara

 

Zulkam adalah seorang mahasiswa semester 4. Sebagai anak orang kaya, ia kerap merasa sok kece. Kalau boleh jujur secara fisik semua serba minus, satu-satunya kelebihan adalah harta orang tuanya yang berhasil mengangkat derajatnya di belantika dunia gaul. Salah satunya adalah motor Honda Scoopy  warna putih yang menjadi alat untuk menggaet cewek cewek matre Jakarta.

Motor itu dipoles segaul mungkin, velg sampai kursinya, dan baru seminggu lalu keluar dari rawat inap bengkel modifikasi. Secara penampilan Zulkam cenderung korban mode, namun berkat uang sakunya yang besar, cewek-cewek matre nekat berkencan dengannya walau kerap jadi korban perasaan saat harus rela menjadi bahan ejekan orang-orang. Tiap minggu selalu saja gandengan baru, hingga suatu hari Zulkam menatap sosok Purwasih di kantin, dan sejak hari itu dia TAK BERDAYA dan sejak itu juga Agnes Monica kerap menjeritkan lagu ‘paralyzed’ di manapun Zulkam berada. Sejak melihat Purwasih entah kenapa Zul merasa memiliki pandangan baru tentang cewek idaman, sungguh aneh tapi nyata.

kata-kata dari mulutmu memang berbahaya
kau permainkan hatiku dengan berbagai cara
mata bibirmu sentuhku sampai ku tak bersuara
lihat arogansimu ku malah lemah tak berdaya

Diiringi suara Agnes biasanya Zulkam sibuk goyang dombret ikutan menari niruin gayanya Nez Dancer. Asli Boby dan Umar dua sahabat Zulkam hanya bisa dirundung malu. Mengingat tiap hari ditraktir Zul maka kedua-nya memutuskan bertahan dalam aib yang bagai ranjau darat bisa meledak kapan saja. Bayangkan mulai semur jengkol sampai lalap pete istilahnya all you can eat, semua gratis Zul yang bayar. Bagi Boby dan Umar yang uang sakunya pas-pas-an, jelas kehadiran Zul bagaikan mbok jamu muncul di tengah padang pasir.

Sementara itu gadis bernama Purwasih sangat terobsesi menjadi seorang model, dan telah bergabung di sebuah agency yang tidak terkenal yang berlokasi di sebuah RUKO didekat kost kost-an dia. Purwasih berasal dari keluarga pengusaha dari Purwokerto dan baru setahun hijrah ke Jakarta demi kuliah di sebuah Universitas swasta bergengsi. Kelemahan gadis ini adalah suka sok tahu dan kurang wawasan, ditambah sikapnya yang sok aksi membuat dirinya hampir tak memiliki kawan dekat kecuali seorang gadis asal Manado bernama Angelina Pesut (harusnya Lasut) lantaran tubuhnya yang kelewat sintal, hobi ngemil dan selalu tiduran dimanapun berada, membuatnya dijuluki pesut. Keduanya begitu kompak saat membicarakan sosok cowok idola, harus punya ini itu, minta ini itu. Sungguh dari sekian juta cewek matre harusnya Purwasih dan Angelina sadar diri.

Siang nan terik itu Zulkam mejeng di kantin kampus bersama Boby dan Umar. Mereka asyik membanggakan gebetannya masing-masing. Rujak yang berada dihadapan mereka menjadi saksi bisu betapa 3 pria muda ini sok iye. Dan saat Zulkam sibuk mengulum biji kedondong, matanya menangkap sosok gadis yang berjalan bagai tumpukan koper seorang super model. Lantaran otaknya langsung ngeres, ia nyaris menelan biji kedondong yang tengah diemut-emut hampir 20 menit.

Serentak Boby dan Umar menggebuk punggung Zulkam, sementara Zulkam melotot melotot karena tersedak. Gadis semester 2 itu bertubuh agak gendut, namun gayanya angkuh bagaikan super model. Dia memiliki keyakinan 999 % bahwa dialah bintang LUX berikutnya, itulah Purwasih pacar Zul. Purwasih tengah berjalan melintasi kantin bersama Glen yang nama panjangnya Glendotan. Hati Zul dibakar cemburu, apalagi Glen kalo ke kampus bawa Suzuki Swift yang kerap disebut Purwasih, ‘SWEAT’.

Ini terjadi gara gara Purwasih ngambek sama Zul. Pagi sebelum ke kampus Purwasih menelpon Zul minta diantar ke salon naik Honda Scoopy-nya Zul sepulang kuliah, namun Zul bilang siang dia ada kuliah dengan dosen killer. Purwasih gak suka ditolak, apalagi salonnya gak jauh cuma di Pantura sana tepatnya Cirebon. ” Ih jahat !!!, jangan salahin aku yo kalo aku diantar Glen yang mobilnya Suzuki Sweat ! ” ujar Purwasih ditelepon.

Zul rada panik mendengar ancaman itu, ” Ayank jangan gituh ngapa, kalo besok aye bise dah, yak ??? ” Rayu Zul dengan sok imut. Nafas Purwasih terdengar bagaikan exhaust fan sedang menyedot udara ” Grookk … grookkk …. ” hatinya galau Zul berani menolak permintaannya. Dan mulailah iya merepet lagi, ” Awas yuaa kalo aku ditaksir cowok lain, jangan coba coba bikin aku balik ke kamu lohh, aja kelalen yaaa aku iki cantik dan banyak yang ngincer lho ” ancam Purwasih dengan PD yang mencapai 1000 %. Zul meratap dangdut, menghiba supaya Purwasih mau bersabar sampai besok, namun jawaban Purwasih cukup singkat sambil memutuskan pembicaraan, ” Halah….aja ngoceh bae llah…nyong e kencot ko ” dan pembicaraan diputus paksa.

Dan tak sampai 4 jam dari percekcokan itu, Zul melihat Purwasih sedang berduaan sama Glen. Boby dan Umar berusaha menghibur Zul yang galau. Dikepala Zul langsung terbayang bahwa dia harus beli juga Suzuki Swift. ” Bisa kacau kalo Purwasih pindah ke lain hati “, begitu pikir Zul yang otaknya tumpul.

 

 

8 Comments to "Tak Berdaya (1)"

  1. Dewi Aichi  6 December, 2011 at 20:30

    Cieeee..Purwasih bereduaan sama Glen ni yeeee, Biasanya kalau namanya Glen…cocoknya sama cewe bernama Dewi Sandra….wkwkw

  2. Dewi Aichi  6 December, 2011 at 20:28

    Aduhhh..Suzuki swift….pernah memiliki …cuma 3 tahun tapi he he…

  3. [email protected]  6 December, 2011 at 19:22

    mantepp….

  4. [email protected]  6 December, 2011 at 19:22

    mantepp….

  5. J C  5 December, 2011 at 14:08

    Ini satu species sama Tumpuk Artati…entah gimana endingnya nanti…

  6. James  4 December, 2011 at 12:54

    Cat and Lion

  7. James  4 December, 2011 at 12:51

    TWO after Linda

  8. Linda Cheang  4 December, 2011 at 11:39

    Ini Tumpuk versi cowok, ya?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.