Nadia

Adhe Nita

 

Rotan usang penuh jamur karena terkena hujan yang tak henti-hentinya di akhir tahun ini membuat tubuh ringkih Nadia menggigil kedinginan setiap malam tanpa selimut tebal hanya kain usang menutupi tubuhnya untuk berlindung dari dingin yang menusuk di tengah malam yang mencekam, karena neneknya hanya menjual ubi goreng di pasar tak mampu untuk membeli selimut baru yang tebal untuk makan sehari-hari pun sudah sangat bersyukur, Nadia gadis belia tak memiliki orang tua dan hanya tinggal bersama nek Ijah yang sudah tua usianya 74 tahun namun tubuhnya masih saja kuat untuk bekerja dan mencari sesuap nasi untuk cucunya tercinta.

Nadia adalah anak yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia saat dia masih berusia 5 tahun dan dia selama ini hanya tahu kalau orang tuanya sedang pergi dan akan kembali, karena usianya yang kini belia dan sang nenek berpikir dia sudah pantas tahu kalau orang tuanya takan pernah kembali mereka telah dijemput menemui surga yang indah yang Tuhan janjikan. Nadia menangis sejadinya saat mendengar rahasia ini, dia seolah tak punya harapan dan tak ada pengharapan ingin menjadi sesuatu untuk orang tuanya.

Nek Ijah membujuknya makan dan berbicara namun tetap saja dia bungkam, namun lambat waktu berlalu Nadia meminta maaf pada neneknya itu karena dia sadar hanya neneknya yang dia miliki saat ini dan dia berjanji dalam dirinya bahwa dia akan membuktikan cita-citanya demi sang nenek yang selama ini merewat dan memberikan segalanya yang ia butuhkan.

****

Pagi ini sekolah masih sepi namun Nadia sudah berada di sana menghirup udara segar dan penuh senyum sumringah di wajahnya, dia memiliki banyak teman dan terlebih sahabat yang sayang padanya dan peduli pada dirinya makanya dia bisa bersekolah seperti ini berkat beasiswa yang dia dapatkan karena memang Nadia tergolong anak yang pandai dan baik hati sehingga banyak yang menyenanginya dan merasa nyaman berada di dekatnya. Nadia kini duduk di kelas VIII (SMP kelas 2) dia berada di kelas unggulan yang dominan anak-anaknya memang sangat aktif dan mampu bersaing dengan sehat, walau dia dari keluarga yang tidak berkecukupan dapat sekolah pun dari beasiswa yang diterimanya dulu di SD karena dia merupakan juara umum dari SD yang memang bonafid di daerahnya. Waktu berlalu tak terasa kini usia belianya menapaki 14 tahun yaitu usia anak-anak kelas IX yang akan menghadapi UN yang begitu mendebarkan karena dia masih memiliki harapan dapat sekolah tinggi dan membahagiakan neneknya.

Tidak terasa UN sudah berlalu dan 3 bulan kemudian hasilnya pun diumumkan akhinya dia menjadi juara umum lagi dan dapat terus bersekolah sesuai harapannya dia melanjutkan ke sekolah yang dia inginkan dengan beasiswa lagi dia bisa bersekolah. Pada masa-masa SMA adalah masa-masa dimana dia mengenal rasa cinta pada lawan jenis namun dia hanya memendam saja semua itu karena dia tak mau cinta merusak prestasinya dan impiannya menjadi seseorang untuk membahagiakan neneknya, akhinya dia berusaha melupakan tentang cinta dia pun berhasil walau awalnya memang sangat sulit yang dia rasakan. Nadia selalu mendapat peringkat pertama dan nilainya amat sangat memuaskan.

Tiga tahun berlalu tak terasa begitu saja dia jalani dia berhasil kembali menjadi juara pada hasil UN SMA namun kali ini dia menjadi juara ke dua karena posisi pertama di tempati oleh Ayu sahabat baiknya. Walau sudah bersahabat sejak lama namun masalah prestasi mereka tetap bersaing namun dengan sehat, kekecewaan nampak dari wajahnya gusar melanda hatinya akankah mimpinya dapat dia wujudkan karena dia khwatir tak mendapatkan beasiswa prestasi kembali.

Hingga akhirnya pengumuman peraih beasiswa pun tiba penuh degup kencang hatinya dia mendengarkan dengan seksama pengumuman yang disampaikan dan alangkah terkejutnya dia masih mendapatkan beasiswa itu. dia berhasil menjadi mahasiswa di salah satu kampus terkenal di kota yang tak terlalu jauh dengan desa dimana rumah neneknya tinggal, saat semester 3 ujian baru datang padanya dia belum sempat membuat bangga neneknya dengan dia menjadi sarjana namun neneknya sudah dipanggil terlebih dahulu oleh Sang Pencipta.

Dia sempat bersedih namun dia berpikir keras melawan sedihnya “bila saya bersedih seperti ini nenek saya tidak akan tenang di sana, saya harus yakin ini cara Tuhan membuat nenekku bahagia berada di surgaNya dan aku tak boleh lemah aku harus kuat dan tetap tunjukkan prestasi karena kini aku berjuang untuk hidupku dan membuat nenek dan orang tuaku tersenyum di sana”. Nadia selalu mencoba tegar dan semangat hingga akhirnya dia berhasil menggapai cita-citanya.

*****

Kini Nadia yang belia dan bertubuh ringkih hidup bahagia menjadi seorang pengusaha muda dan tetap dermawan dia pun menjadi orang tua asuh untuk beberapa anak jalanan, menyekolahkan mereka dan membekali mereka dengan kreatifitas yang tinggi agar makin banyak Nadia-Nadia baru yang memiliki harapan untuk masa depannya.

 

 

7 Comments to "Nadia"

  1. adhe nytha  10 December, 2011 at 16:46

    si nadia ada di baltyra…aw aw aku baru up date hari ini hehehe
    mksh mba dedew sayang…..

    semoga semangat Nadia di miliki oleh anak-anak masa kini sebagai generasi muda penerus bangsa.

  2. Alvina VB  7 December, 2011 at 22:09

    Selalu ada jln dan harapan kl ada usaha spt Nadia

  3. J C  6 December, 2011 at 22:07

    Mencerahkan sekali…semangat tak pernah padam untuk mengubah nasib…

  4. Linda Cheang  6 December, 2011 at 09:39

    well done, Nadia

  5. Handoko Widagdo  6 December, 2011 at 08:55

    Selamat buat Nadia

  6. Lani  6 December, 2011 at 08:50

    Salam kenal…….selamat gabung disini

  7. Dewi Aichi  6 December, 2011 at 08:45

    Salut Nadia….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.