Mpek Dul
Nama resmi negara ini adalah République des Seychelles atau Republic of Seychelles atau Repiblik Sesel (bahasa Kreool).
Bentuk negara Republik dengan seorang presiden yang dipilih lima tahun sekali. Negara ini pada awal mulanya mengenal Perdana Menteri tetapi pada tahun 1977, sesudah diadakannya referendum, jabatan ini dihapus sehingga presiden yang sekaligus menjabat tidak saja sebagai kepala Negara tetapi juga sebagai kepala pemerintahan.
Bahasa resmi yang dipakai di negara ini adalah Kreol, Inggris, Perancis.
Motto: Finis Coronat Opus berasal dari bahasa Latin yang berarti : “Akhiran adalah Mahkota Pekerjaan”
Lagu kebangsaan: Koste Seselwa
Presiden: James Michel
Wakil Presiden: Danny Faure
Kemerdekaan dari Britania Raya 29 Juni 1976.
Mata uang Seychelle Roepie (SCR)
Luas wilayah Seychelles 455 km2 terbagi atas 23 distrik dengan ibu kota adalah Victoria. Jumlah penduduk hanya sekitar 87.000 orang terdiri dari pelbagai ras. Satu negara multi rasial yang dapat dikatakan stabil dan cukup makmur di benua Afrika.
87% dari penduduknya menganut agama Katolik Roma yang dibawa oleh imigran Perancis dan sekitar 9% Kristen Protestan Pantekosta dan Adventis serta Anglican, yang dibawa oleh oleh Inggris. Di samping itu juga ada yang menganut agama Hindu, Islam dan Buddhisme, kebanyakan komunitas dari India, Pakistan, China.
Meskipun hampir seluruh penduduknya memeluk agama, tetapi di negara ini tetap menganut ke tata negaraan sistim sekuler dalam arti bahwa agama terpisah dari hukum ke tata negaraan. Dengan kata lain hukum negara adalah di atas hukum agama, karena negara mempunyai fungsi untuk tidak berpihak dan melindungi semua penduduk tanpa membedakan ras, suku dan agama, dan perkawinan campur antara agama tidak dipersoalkan atau dilarang. Faktor demikian menjamin stabilitas dalam bidang sosiologis yang dilidungi oleh hukum negara dan demokratis yang didukung oleh semuruh penduduk yang nenek moyang mereka berasal dari India, China, Afrika, Melayu. Sepintas lalu suasananya hampir sama seperti Singapura, meski tidak semakmur negara ini.
Hal ini berbeda dengan negara seperti Indonesia dimana hukum agama terkadang lebih tinggi dari hukum negara. Satu contoh yang jelas adalah, menurut hukum internasional keluargaan hampir di sebagian besar negara-negara di dunia, perkawinan harus dilangsungkan dan diresmikan terlebih dahulu oleh negara di catatan sipil, baru kemudian di gereja, atau menurut hukum agama masing, sedangkan di Indonesia terbalik dimana perkawinan harus dilangsungkan diresmikan terlebih dahulu sesuai dengan agama yang dianut oleh pasangan itu baru kemudian di catatan sipil kotapraja.
Selain itu perkawinan campuran antara agama tertentu yang berbeda tidak diperkenankan. Setahu saya ketika saya masih kuliah di fakultas, hukum demikian adalah bertentangan dengan hukum internasional sipil kekeluargaan (burgerlijk wetboek), karena hukum agama diterapkan.
Kemungkinan besar Seychelles juga mengambil contoh dari Turki, negara besar antara benua Asia dan Eropa dimana 90% dari penduduknya menganut agama Islam yang terdiri dari tiga aliran: Sunnah, Syafii, dan Alawi, tetapi satu negara sekular karena hukum agama sudah dihapus pada tahun 1928 ketika Turki di bawah pimpinan “Bapak dari segala bangsa Turki ”, Kemal Attaturk . Juga di dalam undang2 dasar negara tidak tercantum pasal-pasal dan ayat-ayat hukum sipil.
(Hampir 30% dari penduduk Turki adallah penganut Alawi yang dapat digolongkan Islam Syiah Imamiyyah). yang menghubungkan ke dasar2 agama, sehingga menjamin faktor stabilitas di wilayah yang sangat peka sekali berhubung adanya pertikaian antara ketiga aliran agama di atas.
Republik Seychelles atau République des Seychelles (baca: Seisyel e) adalah satu negara kepulauan yang terdiri dari 115 pulau di Samudera Hindia lebih kurang 1.600 km di sebelah timur daratan Afrika, dan sebelah timur laut Madagaskar. Negara dan teritori tetangganya ialah Mauritius dan Reunion di sebelah selatan, Komoro dan Mayotte di barat daya, dan Maladewa di timur laut. Seychelles memiliki populasi terkecil di Afrika.
Bersama dengan Mauritius, dan Reunion, Seychelles adalah bagian dari Kepulauan Mascarene.
Penerbangan dari bandara Paris Charles de Gaulle dengan Air France penerbangan nomor AF 952 ke Aéroport de La Pointe la Rue, di Mahé berlangsung sekitar 11 jam. Bandara udara internasional di Seychelles ini terletak ditepi laut dan hanya terdiri dari satu runway atau landasan terbang untuk mendarat dan naik.
Sejarahnya
Seychelles diketemukan untuk pertama kalinya oleh seorang pelaut Portugis Vasco da Gama, melewati Amirantes. Penghuni kepulauan ini pada awal mulanya adalah bajak laut.
Sebuah titik transit untuk perdagangan antara Afrika dan Asia, pulau-pulau tersebut kadang-kadang digunakan oleh bajak laut sampai Perancis mulai mengambil kendali sejak 1756 Kapten Nicholas Morphey meletakkan batu kepemilikan. Pulau-pulau itu diberi nama Jean Moreau de Séchelles, seorang menteri keuangan raja Louis XV dari Perancis pada waktu itu.
Inggris mengambil alih atas pulau-pulau itu antara 1794 dan 1810. Jean Baptiste Quéau de Quincy, administrator Perancis untuk Seychelles yang setelah beperang tahunan dan menolak kedatangan Inggris, akirnya bersedia berdamai dan berhasil merundingkan status penyerahan kepada Inggris dengan syarat harus menjalankan politik netral. Inggris akhirnya memegang kendali penuh atas Mauritius pada tahun 1810, dan diresmikan oleh perjanjian Paris tahun 1814. Sejak itu Seychelles menjadi koloni mahkota terpisah dari Mauritius pada tahun 1903. Pemilu diadakan pada tahun 1966 dan 1970. Kemerdekaan diberikan pada tahun 1976 dengan status negara republik. Presiden pertama adalah Sir James Mancham dengan perdana menterinya France Albert René, seorang pengacara hukum Seychelles berdarah Perancis.
Pada tanggal 4 dan 5 juni 1977 enam dari anggauta partai René Seychelles People’s United Party (SPUP) berhasil mengambil alih kekuasaan menjatuhkan presiden Mancham, yang kemudian melarikan diri ke Inggris, dan mengangkat France Albert René sebagai presiden.
Partai SPUP akirnya bergabung dengan Front Progressiste du Peuple Seychellois (FPPS, atau Front Progressief Rakyat Seychelles).
Berkat jasa dari presiden René yang memerintah Seychelles dengan otoriter, meskipun bukan diktatur , tingkat kehidupan di negara ini semakin meningkat makmur. Dari tahun 1979 sampai 1991 Seychelles hanya mengenal satu sistim partai saja. Baru sesudah adanya referendum pada tahun 1993, dimana undang-undang dasar baru yang bersifat demokratis diterima sehingga memungkinkan adanya multi partai, sehingga partai oposisi SDP Seychelles Democratic Party juga resmi diperkenankan bergerak. Di samping itu juga dijalankan sistim terpisahnya negara dan agama seperti yang telah saya uraikan di atas.
Sejak abad ke 19 Seychelles sudah dikenal sebagai tempat untuk berlibur di kalangan elite orang Inggris karena flora dan fauna alamnya yang sangat indah dan menenangkan, selain iklimnya yang memungkin datangnya turis sepanjang tahun.
Di Seychelles ada 81 macam tanaman yang unik, yang tidak diketemui didunia lain. Pohon kelapa yang dikenal dengan nama coco de mer (Lodoicea maldivensis) hanya diketemukan di salah satu pulau di wilayah negara ini yaitu di Praslin, dan tumbuh di hutan di lembah tengah pulau Vallee de Mai. Buah kelapa dari pohon berbentuk seperti sepasang ginjal adalah yang terbesar di dunia dengan besarnya sekitar 50 cm yang beratnya lebih kurang 25 – 30 kg satu bijinya !
Bois Meduse atau (Medusagyne oppositifolia) juga baru ditahun 1970 diketemukan di sini. Selain itu Seychelles dikenal karena tanaman anggreknya yang bermacam-macam dan juga diperkembangan untuk diexport.
Kura-kura raksasa jenis Dipsochelys hololissa , Geochelone gigantea juga hanya diketemukan di Seychellen dan Madagaskar. Binatang ini dapat berusia 250 tahun dan beratnya sekitar 300 kg !
Karena seluruh kepulauan Seychelles sendiri terdiri dari 115 pulau2 yang terletaknya cukup terpisah dan sangat tenang inilah yang memungkinkan adanya pelbagai macam burung2 yang didunia lain juga tidak diketemukan seperti Terpsiphone corvine, burung Camar angin (Onychoprion fuscatus), Gygis alba dan burung kakatua hitam (Coracopsis nigra).
Di Seychelles dapat ada delapan taman perlindungan alam yang diolah menjadi obyek turisme, masing2 taman mempunyai tema tersendiri dalam bidang flora atau fauna yang terdiri dari:
Seychelles adalah salah satu negara yang indah dan kaya sekali akan fauna dan flora yang karena pemerintah negara ini juga sangat melindungi dan hemat sekali dengan kekayaan alam yang di anugerahkan ke negara ini, selain mendapat dukungan dari World Wide Fund for nature (WWF).
Ingin menikmati keindahan alam di sini? Silahkan sendiri berkunjung kemari, mpek mau melanjutkan lagi perjalanan ke La Réunion, sudah ditunggu perahunya….
December 7th, 2011 at 23:19
MPEK DUL : mmgnya klu si retetettet ndak ngerti boso PORTUGIS ndak bs nanya ke DEWI???? heheh……dia kan sodara kenthirku tercinta…….
hehehe…..fanassssss??????? jelas tiap saat gerah, panassssssss krn ini di KONA mpek bukan dinegoro londo sanaaaaa…….wakakak………..
mpek, HANDOKO itu kolektor prangko jd ingat dia dunk……..oleh prangko bekasnya gitu loooooooo
December 7th, 2011 at 23:14
Alvina VB Says: December 7th, 2011 at 21:49
Mpek Dul,
Trima kasih buat artikelnya. Sama dgn Handoko, saya lagi lihat itu perangko2nya sangat bagus sekali. Wah…kapan ya bisa jln2 ke sana?
Lho saya kan cuma nulis aja, dan bukan yg membuat perangko2nya yg bagus, masa kok terima kasih ama mpek. Sayang nggak bisa dimakan perangkonya. Oh masih banyak negara2 yang perangkonya bagus2.
Pernah lihat perangko Fujeira? Ini salah satu bagian dari Uni Emirat Arab. Kedengarannya seperti membual, tapi ini bukan omong kosong. Syang waktu di Dubai nggak beli koleksi beginian. Nti kalau berangkat ke Dubai lagi siapa tahu, suma 6 jam dari Brussel