Kerstshow bij het tuincentrum

Nunuk Pulandari

 

Note:

Kerstshow bij het tuincentrum = Christmas show at the garden center

 

Ketika saya membuat foto-foto dalam tayangan ini, yang terpikir dalam benak saya: ”Bukannya masih terlalu dini untuk memulai kegiatan yang berhubungan dengan Natal”.

Saya ingat sekali  plus minus seminggu sebelumnya awal bulan September baru saja berlalu. Dalam perjalanan pulang,  saya mampir  pergi ke salah satu “Tuincentrum” (pusat keperluan kebun/taman) tidak jauh dari rumah di utara. Saat itu saya memerlukan beberapa kantong “rozengrond” . Kantong-kantong plastik besar yang berisi tanah khusus untuk bunga mawar yang isinya biasanya sebanyak plus minus 20 lt atau 40 lt.

Memasuki “tuincentrum” itu saya segera berjalan menuju “pintu” ke arah yang biasa saya lalui kalau saya pergi ke tuincentrum ini. Tetapi di “pintu” itu terlihat lilitan pita berwarna merah dengan tanda Dilarang Masuk.  Sedang untuk menuju ke bagian belakang dimana biasanya tersedia jejeran berbagai  tumpukan jenis tanah untuk keperluan tanam menanan di antaranya juga tanah untuk mawar , saya harus mengambil jalur yang melewati bagian tanaman yang tidak mengenal musiman.

Yang juga agak berbeda pada hari itu adalah kosongnya beberapa bagian ruangan yang biasanya diisi dengan pot-pot, bagian peralatan kebun dan bagian bunga-bunga musim panas. Terlihat di tempat kosong ini dan di sekitarnya telah berjejer meja-meja kosong yang sudah mulai direka dan ditata. Hal ini nampak dari goretan putih dari kapur yang menggambarkan apa yang akan disajikan di atas meja.  Ketika saya menanyakan mengapa tempat itu dikosongkan, terdengar jawaban:”Mevrouw, wij gaan met de Kerstshow beginnen”. Saya hanya membatin:” St Martin, Thanksgiving day, Sinterklaas saja belum lewat, kok sudah menyiapkan keperluan Natal untuk akhir  bulan December mendatang”.  Apa nggak salah????

Tetapi plus minus dua minggu kemudian saya kembali ke “het tuincentrum” yang sama. Dan yang terlihat sudah jauh berbeda ….. Dan ini bisa terlihat dari foto yang tersaji di bawah ini.

Foto 1. Salah satu lorong yang harus saya lewati.

Ya, teman-temin di Baltyra, untuk anda semua yang menyenangi Natal dan suasana menjelang dan menyambut Natal, mungkin tayangan yang saya tuliskan untuk anda semua ya sangat menyenangkan dan menarik. Dari informasi yang saya peroleh, hanya dalam waktu plus minus 2 minggu mereka sudah berhasil merubah seluruh “tuincentrum” (yang cukup luas, karena tuincentrum ini merupakan salah satu yang terbesar di Noord- Holland) menjadi ajang Kerstshow yang sangat menawan dan megah.

Foto 2. Salah seorang pendekor sedang menyempurnakan tatanan yang ada.

Seperti yang teman-teman mungkin sudah ketahui, ternyata setiap kira-kira minggu kedua bulan Oktober, memang hampir semua “tuincentra” sudah menyulap sebagian besar gedungnya menjadi sebuah dunia yang gemerlapan, yang dipenuhi dengan hiasan dan lampu-lampu natalnya. Hiasan ini tidak hanya berupa bola-bola hias  yang berwarna warni  dengan lampu-lampu hias yang menerangi salah satu sudut tuincentrumnya saja, tetapi seluruh tuincentrumnya juga mendapatkan sentuhan tangan seni yang ada. Sehingga ketika kaki menginjak lantai tuincentrum, suasana Natal hampir di semua pelosok tuincentrum sangat terasa. . Meriah sekali.

Foto 3. Salah satu lorong yang penuh dengan pernak pernik keperluan Natal.

 

Foto 4. Tidak ada ruang yang tersisakan, semua dipenuhi hiasan Natal

Kalau kita perhatikan penataan di tiap tuincentrum, secara umum hampir menggunakan thema dan artikel yang sama. Hanya berbeda dalam penyajian dan jenis artikel yang digunakannya.  Biasanya penataan ini sudah dimulai pada awal ketika kita memasuki sebuah gerbang tuincentrum. Di salah satu bagian ruang pertamanya selalu ada pintu “entrée” khusus. Melewati pintu ini kita dibawa berhanyut ria menelusuri jalur khusus sehingga kita bisa melihat semua suasana natal yang telah direka  di tuincentrum itu.

Semua persediaan keperluan Natal yang berhubungan dengan hiasaan untuk suasana dan warna, ditata sedemikian rupa agar semua haktor yang digunakan saling mendukung dan terlihat asri. Setiap pojok, setiap meja, setiap pohon dan setiap benda yang ada di ruang itu, semuanya  mendapat sentuhan tangan sang pendekor sehingga terwujud satu tema Natal yang tertentu.

Foto 5. Suasana Natal di dekat alat pemanas ruangan yang penuh dengan kehangatan.

 

Foto 6. Sebuah desa dengan suasana Natalnya

 

Foto 7. Salah satu suasana natal di sebuah sudut kota lengkap dengan lalulintas dll

 

Foto 8. Suasana Natal di salah satu taman dengan anak-anak yang sedang bermain ria.

 

Foto 9. Suasana pedesaan di salah satu bukit dengan latar belakang gua (?) menyambut natal mendatang

 

Foto 10. Suasana natal  di puncak gunung nan bersalju

Teman-teman pembaca semuanya, kalau kita perhatikan lebih lanjut lagi, untuk menghias berbagai thema yang tersaji, diperlukan berbagai macam artikel. Kesemuaannya ini dapat  dan bisa ditemukan (maksud saya dibeli) di sana. Di semua tuincentrum biasanya kita bisa membeli keperluan untuk misalnya:

– mendekorasi pohon;
-penerangan yang dapat memberikan suasana khusus;
-lilin-lilin yang didominasi warna merah dan keemasan;
-hiasan dan kebutuhan meja makan;
-hiasan rumah dan kebun;
-pohon Natal.

Kesemuanya dapat diperoleh dalam berbagai ukuran, warna, dan variasi harga yang menawan. Tentu dapat diperoleh sesuai dengan ketebalan kantong pembelinya. Jenis dan kemasan artikel yang ada banyak menggunakan nuansa warna yang bisa memberikan ungkapan berbagai rasa. Dalam hiasan Natal banyak ditemukan warna-warna seperti:

-Merah, suatu warna yang melambangkan kasih sayang dan romantic;
-Kuning, yang melambangkan kegembiraan dan kebahagiaan;
-Hijau, memberikan ketenangan;
-Putih, melambangkan rasa kesucian dan ketenangan;

Foto 11. Semua keperluan tersedia dalam kemasan yang indah untuk dipandang mata.

 

Foto 12. Pinguin, pohon natal dan salju sedang menantikan pembelinya.

Banyak hiasan natal yang tersaji sangat mengundang para pengunjung tuincentrum  untuk mengaguminya. Tidak hanya anak-anak kecil tetapi orang dewasapun tak terkecualikan.

 

Foto 13. Penerangan dalam aneka bentuk binatang turut meramaikan suasana.

 

Foto 14. Diperlukan rasa seni untuk mendekorasi ruang yang ada.

 

Foto 15. Juga tersedia kebutuhan untuk berski ria.

Siang tadi, Sabtu 3 Desember kami sempat bersepedaan ke Den Haag, Walaupun cuaca tidak begitu bersahabat. Hujan gerimis dan agak dingin di pagi hari berakhir dengan bersinarnya sang matahari. Jadi tidak ada salahnya kami bersepeda ke Den Haag. Setelah agak lelah berjalan mencari cadeau untuk merayakan Natal bersama, kami mampir ke Bijenkorf untuk minum cappuccino dan seiris cake.

Foto 16. Salah satu sudut pernak pernik keperluan Natal di Bijenkorf

Sampai di salah satu tingkat pertokoan Bijenkorf, selain hiasan natal kami juga melihat dua sepeda yang kalau melihat warna lak sepedanya, sangat menyolok dan menarik perhatian.

Foto 17. Sepeda buatan asli Belanda dengan harga yang selangit.

Dua sepeda yang dibuat di Belanda dengan lapisan lak dari koper (tembaga), dan variasinya sebagai hasil proses ilmu mekanika. Dua sepeda yang secara fungsionalis tidak berfungsi sebagai “  het vervoermiddel” alat pengangkut. Dua sepeda yang menurut informasi di papan pemberitahuan di sampingnya, sangatlah mustahil untuk dimiliki oleh kebanyakan penontonnya.

Foto 18. Papan pemberitahuan dengan informasi harga sepedanya.

Ya, teman-teman.. Sebuah harga sepeda yang hanya akan terbayar oleh para pemilik “dompet tebal”. Dan setelah kedua sepeda berpindah tempat kemungkinan besar tidak akan pernah dinaiki dan terlihat di jalan-jalan sepeda yang ada di Belanda… Dat is dan jammer…

Teriring salam en een dikke knuffel van het kikkerland… Nu2k

 

 

94 Comments to "Kerstshow bij het tuincentrum"

  1. Lani  11 December, 2011 at 01:21

    93 MBAK NUK : aku kira kata “ndilalah” ndak tepat………krn aku percaya ditiap rumah ada lelembutnya, cm ada yg menampakkan diri, artinya org yg tinggal disitu bs melihat, merasa, atau bahkan berkomunikasi……….tp ada jg yg mmg tdk mempunyai kemampuan kearah itu……….aku termasuk salah satu dr banyak manusia yg tdk diberi kemampuan utk bs merasakan, melihat mrk hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii………….memedenikan mbak amit2 jabang bayi jok kaget!!!!!

  2. nu2k  10 December, 2011 at 23:44

    Jeng Laniiiii, aduuuhhh.. Dulu waktu masih tinggal di Jakarta, saya sempat beberapa kali pindah rumah.. Eeeh ndhilalah di rumah-rumah itu semuanya ada “penghuninya”. Nantilah saya akan ceritkan. Ini masih nulis cerita yang lain…Ada noni cantik pakai baju Belanda… Ha, ha, haaa. Nu2k

  3. Lani  10 December, 2011 at 22:36

    90 pengalaman apalagi to mbak Nuk? ttg dunia lelembut?????? aku tunggu tayang disini…….biar aku menolak sgl macam lelembut tp klu cm baca yo seneng to mbak……..krn baca dr pengalaman mbak yg ngalami dewe

  4. nu2k  10 December, 2011 at 17:07

    Dimas ISK, sudah saya tuliskan di onlinenya.. Pasti sedang sibuk buat laporan tontonannya ya… Ditunggu.. Doe doei, Nu2k

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.