Perjalanan Bersama Sahabat (1): Solo

Linda Cheang – Bandung

 

Salam kepada teman-teman Baltyra. Kiranya tulisan saya ini boleh menjumpai Anda dalam keadaan sehat.

Beberapa waktu lalu, saya bersama sahabat terkasih, Cris alias Romo Budiman, dia juga pemirsa Baltyra, merencanakan perjalanan untuk sejenak keluar dari rutinitas  masing-masing. Saya dari pekerjaan yang sekarang lebih banyak mengerjakan segala sesuatunya dari rumah, dan Romo Budiman dari rutinitas sebagai Kepala Gereja San Giorgio al Velabro Roma dan sedang cuti sebulan di Tanah Air. Ada waktu selama 6 hari 5 malam dapat dimanfatkan untuk pergi ke luar dari Bandung. Maka diaturlah perjalanan kami untuk mengunjungi Solo dengan niat awal hanya untuk melihat Kota Solo dengan segala keunikannya dan Salatiga, untuk bertemu teman kami sesama alumni SMK dan sesama pekerja di pelayanan rohani.

Saya sempatkan kontak Pak Handoko selama berkali-kali sejak rencana awal pergi hingga pada akhirnya ada konfirmasi dari Romo Budiman bahwa waktu yang Beliau punya adalah pada minggu-minggu akhir November 2011. Ketika saya sampaikan konfirmasi terakhir kami akan ke Solo, ternyata Pak Hand punya rencana yang lebih heboh lagi. Kami direncanakan akan menghadiri resepsi pernikahannya satu kontributor Baltyra juga, Lembayung pada akhir pekan sebagai suatu kejutan. Romo Budiman dan saya tapi dengan rencana tambahan, memberi kejutan kepada JC, hahaha…Sebagai informasi, saya sempat ada komunikasi dengan Lembayung mengenai rencana saya bertemu dengannya di Solo, tetapi tidak pernah saya sampaikan kapan tepatnya.

Singkat cerita, kami berkunjung ke Solo dengan kereta eksekutif. Ini bertujuan member kesempatan kepada Romo Budiman untuk melihat dari dekat, alam Tanah Priangan Timur dan Tanah Jawa lewat jendela kereta api, dan bonusnya adalah kesempatan mencicipi Pecel Bunga Kecombrang buatan Si Mbah ketika kereta berhenti di Stasiun Kroya, serta bertemu dengan satu teman saya, Indah di Stasiun Tugu Yogyakarta. Ini saya lakukan sebagai cara saya membayar pembatalan kami tidak jadi mengunjungi Yogya karena terbatasnya waktu yang dimiliki Romo Budiman.

Tiba di Solo Balapan, kami disambut Pak Hand dan istri. Ini benar-benar pertemuan saya bersama Romo Budiman secara langsung dengan Beliau. Buat saya, tidak terasa asing bertemu Beliau. Ini semua berkat Baltyra. Semalam pertama kami tinggal di kediaman Pak Hand dan kami diajak berkeliling mengunjungi satu tempat untuk wiskul alias wisata kuliner.

Esok paginya, beberapa jam sebelum mengejutkan JC, Pak Hand dan istri mengajak kami berwisata budaya ke Keraton Surakarta Hadiningrat. Dengan seorang pemandu yang tampaknya sudah akrab dengan pak hand, kami berkeliling keraton. Hal yang membuat saya senang adalah saya bisa mendapatkan banyak hal baru dari celotehan abdi dalem si pemandu, mulai dari sejarah kerajaan sampai ke Mocopatan. Saya yakin, deh, sepertinya kalau saya tidak bertanya soal Mocopat, sepertinya si mas pemandu enggak pernah sampai sepanjang itu berkisah tentang filosofi Mocopat. Benarkah Pak Hand?

Usai dari keraton, dilanjutkan makan siang, lalu kembali ke rumah Pak Hand untuk beristirahat siang, sementara Pak Hand menjemput JC dari Bandara Adisumarmo. Romo Budiman dan saya menunggu kedatangan mereka di lantai atas rumah, dan ketika sudah terdengar hiruk pikuk kedatangan JC, kami siap-siap menyambut munculnya Si Buto dari Serpong,  menunggu apa reaksi yang akan terjadi dan hasilnya, sukses juga karena JC kaget betulan, hihihi…. Terima kasih buat Pak Hand karena rencananya hebat. Jadilah kami berempat bisa bertemu muka dengan muka nyata.

Berlanjut ke acara resepsi. Ternyata selain dengan Buto JC masih ada Buto Kudus, Meitasari dan Lida, para kontributor Baltyra lainnya yang akan bergabung di resepsi. Jadilah kami wakil dari Baltyra untuk Lembayung. Sejak kami masuk ke gedung saya terus berharap kalau Lembayung masih belum tahu bahwa saya akan hadir bersama Romo Budiman.

Di resepsi pernikahan dengan adat Jawa Solo, kami mengikuti semua prosesinya dan di situ Romo Budiman berkisah bahwa dia serasa menemukan akar asal muasalnya. Romo Budiman asli Jawa, keturunan Gombong dan Kebumen, namun karena kelamaan di Bandung plus Roma, Italia, jadi mungkin sudah mulai terasa hilang koneksi dengan budaya asal. Ketika berada di Tanah Jawa, berinteraksi dengan orang-orangnya dan merasakan menyambung dengan akar dari alasnya, saya juga seperti mendapatkan bonus misi, yaitu berhasil mendekatkan kembali seorang sahabat dengan budaya asalnya. Tidak direncanakan tetapi benar-benar kami merasa diberkati. Benar-benar bonus!

Pada menjelang akhir dari resepsi pernikahan ketika teman-teman dari Baltyra dipanggil untuk berfoto bersama mempelai, nah, asyik juga sukses bikin Lembayung terkejut (belakangan menurut pengakuannya, sih, sampai shocked, gitu) Selamat untuk Lembayung dan Octavero. Kiranya pernikahan kalian senantiasa diberkati Tuhan dan langgeng sampai maut memisahkan kalian. Boleh, dong, ceritakan seperti apa, sih, kagetnya Lembayung melihat saya dan Romo yang dari Roma? Hehehe…

Selesai dari resepsi, kami para kontributor Baltyra plus Romo Budiman (bakal jadi kontributor juga)  masih punya acara lain, wedangan bareng. Cari angkringan yang ada wedang secang seperti yang saya kehendaki, ternyata angkringannya sudah hilang alias tidak lagi jualan. Akhirnya kami cari angkringan lain dan kami duduk-duduk di emperan di pinggir jalan di malam 1 Suro. Ada yang menikmati Wedang Jahe, Kopi Jahe, cemilan. Eh, kami tidak ikutan melihat kirab Kerbau Bulai Ki Slamet  saat itu karena sudah kecapaian.

Kisah berikutnya ketika kami wedangan bareng, biar Pak Hand atau Meitasari saja yang bercerita, biar lebih obyektif.  Tunggu kisah perjalanan  Romo Budiman dan saya di bagian berikutnya, Masih Solo.

 

Salam,

Linda Cheang

Desember 2011

 

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

67 Comments to "Perjalanan Bersama Sahabat (1): Solo"

  1. Linda Cheang  11 December, 2011 at 06:36

    Oom Dj : Danke schoen, buat harapannya. Ntar, deh, kapan-kapan aku bisa berbagi cerita lagi sama Oom dan Tante

  2. Lani  10 December, 2011 at 12:46

    Lani on Perjalanan Bersama Sahabat (1): Solo
    Lani on Seorang Perempuan Yang Hadir Pada Dini Hari
    Lani on Surakarta Hadiningrat Royal Wedding
    Lani on Kerstshow bij het tuincentrum
    Lani on Pelajaran Hidup Dari Papa
    Lani on Sepasang Bajingan
    Lani on Seorang Perempuan Yang Hadir Pada Dini Hari
    Lani on Painted Church dan Bunga
    Lani on Captain Cook Monument & Coffee Store
    Lani on Life is beautiful…
    ++++++++

    lah yg lainnya pd kemana yak??????? cm aku doank dirumah ini hehehe………….

  3. Lani  10 December, 2011 at 12:45

    59 aha! plg ndak udah ada satu yg menyatakan BERANI……kedua yg jelas DA……krn udah ketularan org BRAZIL……..kira2 yg cowo sapa ya yg berani bercelana ketat????? hehehe……

  4. Dj.  10 December, 2011 at 03:08

    Linda Cheang Says:
    December 9th, 2011 at 06:49

    Oom Dj : waduh, pas lagi dijepret ketika aku disuapi Oom, , aku lagi tembem-tembemnya,yah, hahahaha….
    yah, semoga ajah jodohku segera mendekat. Tapi menjadi single juga masih enak, nih, Oom, hahahaha.
    ————————————————

    Linda, saat itu yang jepret malah Susi…
    Tembem sih tidak, malah kelihatan seger….
    Dj. hanya bisa berdoa untukmu, semoga laki-laki yang akan menndampingimu, juga yang berkenan dihadapan TUHAN…..!!!
    Tapi nikmatilah dulu masa singlemu, karena nanti kalau sudah berdua, apalagi kalau sudah berekor, maka tidak bisa jalan semaunya sendiri.
    Semoga TUHAN memberimu jodh yang terbaik untuk masa depanmu.
    Salam manis dari kami di Mainz…

  5. Fatso  9 December, 2011 at 23:15

    Baik-baik saja.
    Lagi sibuk
    Ada percobaan belum selesai, lagi pasang ‘evacuated tubes’ dihalaman belakang untuk pemanas air dari matahari. Sisa lampu di rumah baru diganti semua dengan lampu-lampu LED.

  6. Linda Cheang  9 December, 2011 at 23:06

    so Fatso, apa kabar? ke mana ajah, sih?

  7. Fatso  9 December, 2011 at 23:00

    Linda,
    Terima kasih untuk liputannya.
    Selamat Berbahagia bagi Lembayung dan Octavero.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.