Serba Serbi Hidup di Turki

Dedushka – Eurasia   Merhaba teman teman semua, Hari Raya Kurban kemaren seperti biasa mudik ke rumah mertua, oleh oleh dari rumah mertua di antaranya cerita-cerita lucu dari teman yang sudah lama tinggal di Turki lebih dari 11 tahun. Kebetulan teman ini adalah teman SMA yang sudah lama tidak bertemu (sejak lulus SMA) lalu bertemu kembali di Turki bulan Maret lalu karena kami sama-sama senasib menikah dengan WN Turki dan lebih takjub lagi ternyata tempat tinggal mertua dan tempat tinggal teman itu berdekatan. AA (teman SMA) ini cerita pada saat dia pertama kali datang ke Turki tahun 2000 keadaannya sangat memprihatinkan, karena dia datang 1 tahun setelah gempa besar yang menghancurkan daerah Sakarya. Saat datang AA sangat shock, pertama karena tidak mengerti bahasanya, lalu cuaca yang sangat berbeda dengan Indonesia, adaptasi yang tidak mudah dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Saking stressnya AA ini selama 1 tahun konsultasi ke psikiater. Teman Indo lainnya (FC) malah langsung masuk UGD, karena tidak tahan dengan cuaca yang dingin. Cerita lainnya dari AA adalah pada saat dia datang, keluarga di Turki mengadakan acara seperti ngunduh mantu, yang unik di acara ini adalah pengantin menari atau joget-joget gitu, entah bersama pasangan pengantin atau keluarga yang hadir dan acara nya berlangsung sampai tengah malam. Tiap keluarga biasanya memberi hadiah ada yang berupa gelang emas, kalung, koin emas dan hadiah itu langsung dipakai dan disematkan di baju pengantin nya. AA ini cerita pada saat di make up, perias pengantinnya menghilangkan bulu-bulu halus di kaki, tangan, dahi dan di atas bibir, sekarang dia menyesal karena  sekarang malah tumbuh bulu-bulu halus itu dan dia mesti rajin ke salon untuk waxing (untung Ded ga ikut ritual tersebut, karena pernah liat mereka waxing, ya ampun ngebayanginnya sudah sakit duluan). Nah hadiah-hadiah yang didapat itu biasanya kalo ada pertemuan keluarga biasanya harus dipakai, kalo ga dipakai suka ditanyain gini: itu gelangnya kemana? Dijual ya? Hihihi lucu kan. Yang lebih lucu lagi ada temennya AA ini setiap ada pertemuan keluarga dia bawa 1 kopor, isinya pakaian dan semua perhiasannya, jadi setiap beberapa saat dia ganti kostum di acara tersebut, kebayang kan ribetnya, untungnya sekarang  temennya  tidak melakukan hal itu lagi, karena protes keras ke keluarganya hehehe Karakter orang Turki ini mereka mudah sekali memuji dan berkata manis hehehe kalo orang yang ga biasa menerima kata kata manis dan pujian suka kaget dan bengong seperti Ded hahaha biasanya kan kalo kita dipuji suka waspada karena pasti ada maunya gitu :P So sekian dulu berbagi ceritanya, disambung lagi nanti kalo ada cerita yang lucu dan menarik hehe…

31 Comments to "Serba Serbi Hidup di Turki"

  1. Ely  19 April, 2013 at 15:13

    mohon sharingnya nih, karna saat ini saya dilamar oleh orang turki, dan saya benar2 buta sama kulturnya mohon bantuannya mba

  2. Dedushka  6 March, 2012 at 14:43

    waduh kebetulan bukan ekspedisi nie :p

  3. Evi Irons  10 December, 2011 at 08:17

    Yah, sebentar banget ceritanya, lagi semangat-semangatnya membaca tahu-tahu sudah selesai. Ditunggu kelanjutannya ya! Memang kalau kita mau ke negeri orang, jangan berpikir lebih indah dari negeri kita sendiri, kita juga harus mempertimbangkan juga kalau keadaannya tidak sebaik yang kita bayangkan.

  4. Dedushka  9 December, 2011 at 13:36

    @hw; hahaha midodareni versi mereka pak

  5. Handoko Widagdo  9 December, 2011 at 07:28

    Lho berarti para anggota DPR yang belajar etika ke Yunani dan mampir ke Turki untuk menyaksikan bally dance itu pas midodareni ya?

  6. Dedushka  9 December, 2011 at 04:09

    @lani&nu2k : yg jelas saya mesti banyak belajar dri senior di baltyra semua

  7. nu2k  9 December, 2011 at 03:08

    Mbak Deduschka dear, saling ngemong, saling menghargai/ menghormati dan aduuuuhhhhh, jangan mau kalau hanya pihak wanita yang harus terus menerus menuruti dan mengikuti kemauan, hobby dll dll dari pihak pria … Rak salah kaprah dan egois namanya…..Welterusten en take care, nu2k

  8. Lani  8 December, 2011 at 22:14

    11 SU aku se77777…….boro2 menikah dgn ORANG ASING…….yg dgn satu ras/etnik saja pasti ada problem……..apalagi dgn org yg semuanya serba BERBEDA………tambah mumet, tp bukannya tdk bs menyatu…..yg penting kemauannya bs disatukan……..sama2 respect…….ya to?

  9. Dedushka  8 December, 2011 at 21:52

    @hennie; kultur nya seperti itu mba hen,mereka suka pesta dan tari tarian,tapi tariannya beda spt tarian kita

  10. HennieTriana Oberst  8 December, 2011 at 21:38

    De, memang orang Turki suka nari ya. Aku suka lihat mereka kalau pesta nari, dari anak kecil sampai orang tua. Aku punya sahabat orang Turki, sempat pingin belajar tari perut dari dia, sayangnya sekarang kita tinggal berjauhan.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.