Tuhan Mengirimkan Kamu Untuk Kurindui

Khrisna Pabichara

 

Pernah aku sesali perkenalanku dengan malam. Tetapi,
begitu mengenalmu, aku tahu malam selalu indah,
karena rindu. Kepadamu. Bagiku, matamu adalah kelu
rindu paling rahasia yang betapa sulit menakarnya.

Malam ini, rindu ialah cermin hening yang memantul-
mantulkan bayangmu dan memental-mentalkan sepiku.
Tak perlu bertanya kenapa atau demi apa, muasal
rinduku tak dilahirkan oleh bilamana atau dari mana.

Seperti telah terkatakan, perempuanku, rinduku lahir
dari kepurbaan mencinta dan selalu terbarukan. Bunga
dan kupu sudah lelap. Taman dan jalan mulai mati.
Tinggal aku, tetap berjaga di tidurmu menunggui rindu.

Ketahuilah, rindu bagiku adalah ketika hujan tumpah
dan laut bersiap mengarak awan baru. Begitulah Tuhan
mengajariku merindu dan mengirimkan kamu untuk selalu
kurindui. Begitu. Selalu.

Parung, Juni 2011

 

10 Comments to "Tuhan Mengirimkan Kamu Untuk Kurindui"

  1. Dewi Aichi  12 December, 2011 at 03:54

    Yaaaaaa…pak DJ, protes aja…he he…abis sepi nih baltyra…ya udah ngaco ngaco sendirian.

  2. Dj.  12 December, 2011 at 03:37

    Mba DA…
    Bilang saja tidak tau…
    Kok pakai e…salah…e….salah….!!!
    Hahahahahahahaha…!!!

  3. Dewi Aichi  12 December, 2011 at 03:02

    Benar sekali…Tuhan mengirimkan kamu untuk kucumbui..eh salah..kurindui…eh salah…kusumpahi…eh salah lagi…kucintai dan kusayangi selamanya..ehem..!

  4. Lani  11 December, 2011 at 01:30

    3 HAND: benul……eh, betoooooooo sekaliiiiiiiiii

  5. Linda Cheang  11 December, 2011 at 00:10

    rindu berat rupanya…

  6. nu2k  10 December, 2011 at 17:11

    Saya tak nyanyi saja. Rindu lukisan, mata suratan……..Salam, Nu2k

  7. Meitasari S  10 December, 2011 at 09:56

    Pak Han : huraggggggggggggg ikkkk, aku bertemu tetap aja rindu….. gimana dongggg???

  8. Handoko Widagdo  10 December, 2011 at 09:28

    Rindu adalah kala kita tidak bertemu

  9. Meitasari S  10 December, 2011 at 08:52

    Aihhhh… kau suka malam, ku suka embunnnn

  10. Sumonggo  10 December, 2011 at 08:52

    “Tuhan Mengirimkan Kamu Untuk Kurindui”

    Semoga Pak Pos tidak salah alamat

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.