Pengalaman Pertamaku Naik Pesawat

Enta Nola

 

Hallo Baltyers  dimana pun berada, apa kabar?

Semoga semua baik-baik saja ya…….

Sudah lama saya tidak menulis di Baltyra karena kesibukan pindah kerja di tempat baru, bukan cuma pindah kantor tapi pindah kota juga yang lumayan jauh, kira-kira 1 hr flight.

Ah sudahlah membahas pindah kerjanya takut melantur kemana-mana jadi sekarang mau to the point aja sesuai judul di atas.

Saya mau sharing pengalaman pertama saya terbang dengan pesawat.. agak katrok ya tapi semua orang pasti memiliki pengalaman pertama dalam setiap kegiatan di kehidupannya.

Sewaktu SMP, walaupun saya berasal dari keluarga biasa-biasa saja tapi papa menyekolahkan kami di sekolah yang cukup terpandang di kota saya tinggal. Karena sekolahnya cukup terpandang jelas saja semua teman-teman saya hampir semuanya berasal dari papan atas.

Bila setiap liburan saya harus membantu usaha papa & mama, setiap hari bangun jam 2 pagi bantu-bantu sampai selesai sekitar jam 8 pagi, lalu disambung lagi sore hari sampai selesai sekitar jam 5 sore, berbeda dengan liburan yang dilakukan oleh hampir sebagian besar teman-teman saya dimana mereka minimal liburan ke Sentosa Island, Jepang, Korea, Australia, dsb.

Saya sampai lihat peta Atlas dimanakah letak Sentosa Island, namanya kok campur Inggris & Indonesia, ternyata letaknya di Singapore.

Saya sampai berkhayal kapan saya bisa pergi naik pesawat, Negara mana yang menjadi tujuan saya sampai akhirnya saya mempunyai ambisi untuk giat belajar, bekerja mencari uang sebanyak yang saya bisa untuk ditabung & jalan-jalan ke berbagai negara untuk liburan & naik pesawat.

Kalau sekarang memikirkan ambisi saya waktu SMP, ingin tertawa rasanya. Kok tidak ada cita-cita lain apa?  Kok kampungan banget cita-citanya mungkin saya bisa berpikir begitu karena keadaan saya sekarang sudah jauh lebih baik dibandingkan dulu.

Setelah selesai studi, saya mulai bekerja. Ternyata pekerjaan saya ini menuntut saya berhubungan dengan orang-orang di benua lain atau kota lain yang letaknya berjauhan dari kota saya. Akhirnya saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi klien saya yang berada di Jerman tepatnya Hamburg.

Alamak…jauh banget. Perjalanan yang harus ditempuh sekitar  18 jam dengan 2 kali transit.

Setelah urusan passport & visa selesai akhirnya saya bisa juga naik pesawat. Sampai-sampai susah tidur menunggu datangnya tanggal  keberangkatan.

Hari yang ditunggu akhirnya tiba juga. Sesuai dengan petunjuk yang saya dapat bahwa saya harus membawa jaket yang tipis saja karena jadwal saya waktu itu bulan Agustus jadi cuaca tidak begitu dingin kata klien saya. Penerbangan dari Jakarta sampai transit pertama Singapore berjalan lancar & saya menikmatinya.

Tapi begitu penerbangan nonstop 14 jam dari Singapore ke Amsterdam, apalagi di atas Turki, pesawat kami mengalami guncangan yang lumayan hebat karena turbulensi & cuaca buruk. Rasanya seperti menaiki mobil yang berjalan di atas jalan berbatu-batu besar. Kalau naik mobil nempel ke tanah ya masih nyantai-nyantai aja, lha ini di atas pesawat terguncang-guncang gimana tidak dag dig dug nih jantung…..Saya berdoa jangan sampai pesawatnya jatuh. Pesawat terguncang-guncang sekitar 15 menit & setelahnya kembali tenang dimana cabin crew boleh melayani kami lagi. Akhirnya saya selamat sampai  tiba di Jerman & pulang kembali dengan selamat.

Itu pengalaman pertama yang saya alami sekitar 15 tahun yang lalu, setelah itu selama saya bekerja di perusahaan itu & beberapa perusahaan lain, setiap tahun pasti mengunjungi Eropa, bahkan ke negara-negara Asia lainnya begitu juga dengan penerbangan domestik. Sudah tidak terhitung berapa ratus kali saya naik pesawat karena hampir tiap minggu saya pasti trip menggunakan pesawat baik domestik maupun ke LN untuk urusan kerjaan. Walaupun sudah sering naik pesawat tapi saya tetap saja benci terbang, kalau dulu saya merindukan untuk terbang & ingin tau bagaimana rasanya tapi sekarang saya malah benci karena turbulensi membuat saya tidak nyaman dan deg-degan. Sebisa mungkin saya menggunakan jalan darat tapi karena mengejar waktu tetap saja harus menggunakan pesawat.

Sekian dulu cerita saya mudah-mudahan tidak membosankan.

 

Brgds,

Enta

 

32 Comments to "Pengalaman Pertamaku Naik Pesawat"

  1. Wendi  13 July, 2012 at 16:15

    Waahh.. Udah sampai gak ke hitung. Kalau saya satu kali aja blum. Tapi saya percaya,kalau saya pasti mengalami naik pesawat alias the first flight. He..

  2. cyntia  16 December, 2011 at 11:56

    hehe… lucu postingannya…saya malah pernah saking deg2annya udah tengok sana tengok sini dimana pengaman terdekat..hehe

    semoga dalam waktu dekat saya juga bisa sharing naik pesawat ke Korea..(9jam boo)hehe
    Doakan saya ya saya lagi ikut lomba My Korea Winter Story yang diadain di fesbuk Korea Tourism Organization Indonesia. kalo menang bisa dapet free tiket ke Korea.. amin..amin..amin…
    (oya, kalo mau iut, ikut aja tanggal 20 des kok tutupnya)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.