Waspadai Remaja dan Pergaulannya

Meitasari S

 

Beberapa waktu yang lalu aku sempat mengamati tingkah para remaja kaum punk dan gipsi. Ingin aku berhenti dan ngobrol dengan mereka mencari tahu, mengapa mereka memilih cara hidup ala jalanan. Sungguh aku tak mengerti, bagaimana mereka mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Sementara mereka hanya jalan-jalan mejeng tapi berdandan ala selebritis. Bedanya sepertinya mereka jarang mandi. Ah maafkan aku ya kalau salah menilai kalian.

Belum sempat terjawab ketidakmengertianku, aku sudah dikejutkan oleh status seorang anak yang sempat muncul di newsfeedku. Dalam status yang disertai foto itu, anak tersebut menunjukkan goresan-goresan di pergelangan tangannya. Sungguh hal yang sangat membahayakan pikirku. Dalam hati kecilku aku bertanya, ada apa kah anak muda sekarang???? Saat aku bercerita pada ibunya, si ibu menjawab, “Iya si A sedang stress. Beban tugas sekolah begitu berat, sementara tuntutan ayahnya terlalu tinggi. Anak tidak boleh ini itu.”

Dan yang kubaca tadi pagi di sebuah Koran daerah, sungguh membuatku kelu. Simaklah berita ini :

“Perilaku dan tindakan kawanan remaja yang tergabung dalam Geng Cokor ini sungguh memprihatinkan dan membuat resah masyarakat. Selain suka nongkrong disertai dengan minum-minuman keras dan ngoplo, geng yang anggotanya sebagian masih berusia muda (14-22 tahun, dan dalam foto yang terpampang 5 orang wanita semua) ini juga terlibat tindak kriminal perampasan dan penganiayaan. Kawanan geng yang memiliki ciri khas tanpa alas kaki atau dalam bahasa Jawa disebut nyokor. Di Berita yang lain dikatakan, anggota geng ini wajib melawan orang tua. Luar biasa!!!! “(Suara Merdeka 1 Nov 2011 hal D-Tersinggung, Geng Cokor Aniaya Korban)

Aku sungguh tak mengerti, bagaimana, bunga- bunga harapan bangsa bisa sedemikian parah. Perubahan perilaku remaja, dari yang jaman saya piyik, yang begitu segan terhadap orang tua dan santun pada orang lain, tapi sekarang bisa berubah begitu brutal. Ah entahlah ! Kiranya kita sebagai orang tua harus makin bisa menjadi sahabat bagi para remaja. Menemani dan mengikuti perkembangan mereka, tidak sibuk saja mencari uang. Kita tidak boleh malas mengawal remaja kita, juga tidak segan mendisplinkan mereka. Tidak membebani dengan tuntutan-tuntutan di luar kemampuan mereka.

Semoga saja, aku bisa menjadi sahabat anak-anakku, mendampingi mereka dan membekali mereka dengan hal-hal yang baik dan bermartabat demikian juga harapanku pada anda semua. Semoga!

Semarang, 2 Desember 2011

 

About Meitasari S

Seorang istri dan ibu pekerja yang karena pilihan kehidupan, menahkodai keluarganya paralel dengan suaminya yang satu di Jakarta dan satu lagi di Semarang. Jiwa sosialnya yang tinggi, membuatnya terlibat juga dalam kepengurusan salah satu sekolah asrama di Jawa Tengah dan juga dalam lembaga sosial Anak-anak Terang yang mendanai anak-anak kurang mampu untuk menempuh pendidikan yang lebih baik.

My Facebook Arsip Artikel

42 Comments to "Waspadai Remaja dan Pergaulannya"

  1. Lani  21 December, 2011 at 06:38

    MEITA : mo nge-trend bolah-boleh aje……asal jgn dilibatkan ke VIOLENCE naaaaah itu wis ora bener blasssss……..

  2. Meitasari S  21 December, 2011 at 05:43

    Yu lani, iya d sini jg mulai tren. Brita terakhr gang ini membunuh orang., adhuh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.