Tuesday, 13 December 2011
Meitasari S
Beberapa waktu yang lalu aku sempat mengamati tingkah para remaja kaum punk dan gipsi. Ingin aku berhenti dan ngobrol dengan mereka mencari tahu, mengapa mereka memilih cara hidup ala jalanan. Sungguh aku tak mengerti, bagaimana mereka mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Sementara mereka hanya jalan-jalan mejeng tapi berdandan ala selebritis. Bedanya sepertinya mereka jarang mandi. Ah maafkan aku ya kalau salah menilai kalian.
Belum sempat terjawab ketidakmengertianku, aku sudah dikejutkan oleh status seorang anak yang sempat muncul di newsfeedku. Dalam status yang disertai foto itu, anak tersebut menunjukkan goresan-goresan di pergelangan tangannya. Sungguh hal yang sangat membahayakan pikirku. Dalam hati kecilku aku bertanya, ada apa kah anak muda sekarang???? Saat aku bercerita pada ibunya, si ibu menjawab, “Iya si A sedang stress. Beban tugas sekolah begitu berat, sementara tuntutan ayahnya terlalu tinggi. Anak tidak boleh ini itu.”
Dan yang kubaca tadi pagi di sebuah Koran daerah, sungguh membuatku kelu. Simaklah berita ini :
“Perilaku dan tindakan kawanan remaja yang tergabung dalam Geng Cokor ini sungguh memprihatinkan dan membuat resah masyarakat. Selain suka nongkrong disertai dengan minum-minuman keras dan ngoplo, geng yang anggotanya sebagian masih berusia muda (14-22 tahun, dan dalam foto yang terpampang 5 orang wanita semua) ini juga terlibat tindak kriminal perampasan dan penganiayaan. Kawanan geng yang memiliki ciri khas tanpa alas kaki atau dalam bahasa Jawa disebut nyokor. Di Berita yang lain dikatakan, anggota geng ini wajib melawan orang tua. Luar biasa!!!! “(Suara Merdeka 1 Nov 2011 hal D-Tersinggung, Geng Cokor Aniaya Korban)
Aku sungguh tak mengerti, bagaimana, bunga- bunga harapan bangsa bisa sedemikian parah. Perubahan perilaku remaja, dari yang jaman saya piyik, yang begitu segan terhadap orang tua dan santun pada orang lain, tapi sekarang bisa berubah begitu brutal. Ah entahlah ! Kiranya kita sebagai orang tua harus makin bisa menjadi sahabat bagi para remaja. Menemani dan mengikuti perkembangan mereka, tidak sibuk saja mencari uang. Kita tidak boleh malas mengawal remaja kita, juga tidak segan mendisplinkan mereka. Tidak membebani dengan tuntutan-tuntutan di luar kemampuan mereka.
Semoga saja, aku bisa menjadi sahabat anak-anakku, mendampingi mereka dan membekali mereka dengan hal-hal yang baik dan bermartabat demikian juga harapanku pada anda semua. Semoga!
Semarang, 2 Desember 2011
December 13th, 2011 at 13:37
yang harus dikasihani adalah jalanan… gak apa-apa tiba2 punya anak…
December 13th, 2011 at 13:35
saya punya teman, yang ortunya dan keluarga besarnya amat religius……
tapi salah satu anaknya justru lari je ke jalanan….
berarti si anak tidak nyaman di rumah…..
siapa yang harus dikasihani?
December 13th, 2011 at 12:59
15 : betoooool………ngomong2 apakah ada puber ke 3 dst????? nah, klu ada pastilah semangkin membahayakan lingkungan hidup perumahtanggaan………
16 ISK : sudrun ala khodirun ini.
baca komentarmu alinea plg akhir aku ampe jatuh bangun ngakak……..ini ada istilah baru khodirun…….tambah runyam dibanding sudrun-kah?????
ndak usah nanya lagi, mmg pentulise udah kerasukan ampe kedarah dan daging virus sudrun nya……mujarab sekali ya…..virus ini ganassssss
December 13th, 2011 at 12:06
…oh iya lupa…yang menulis artikel ini juga sudrun toh?
December 13th, 2011 at 12:05
Semasa pemerintahan Presiden Soeharto ada isitilah “kenakalan remaja” yang berorientasi ke hal negatif, sperti konsumerisme berlebihan, seks bebas dan penyalahgunaan obat-obatan.
Padahal yang namanya “kenakalan orang tua”, lebih sadis lagi dan lebih berbahaya untum orang lain. Misalnya ekstramarital yang mengakibatkan kehancuran rumah tangga dan masa depan anak-anak.
Nah, kenakalan orang tua ini harusnya lebih diperhatikan daripada kenalan remana dan pergaulan yang sudah menjadi human reality, karena reaksi hormonal.
Banyak orang-orang Baltyra di sini saya golongan mengalami “kenakalan orang tua”. Misalnya dari komentar-komentar nakal dan sikao sudrun yang sudah makin parah sekali. Saya prihatin sekali dengah sudrun ala khodirun ini.
December 13th, 2011 at 11:40
Sebenarnya nggak hanya remaja yang mempunyai pergaulan buruk, orang dewasa pun demikian pula, apalagi yang lagi puber kedua he..he..
December 13th, 2011 at 11:08
Maka buatlah rumahmu nyaman bagi anak-anakmu, sehingga mereka tidak pergi ke tempat lain.
December 13th, 2011 at 10:07
CI LANI…. jangan lupa…. nanti kalo artikel PONDOL mencungul….
harap dikunjungi….
December 13th, 2011 at 09:46
KANG MONGGO : halaaaaaah, udah berani lempar batu, banjur mlayuuuuuu……nanti aku kejar lo……bawa irus……nyilih warung Pondol……..nyatane kang Monggo jg tetep cinta bergaul sama diriku……….hehehe….jok ngece yo kang………
December 13th, 2011 at 09:41
Hmmm.. sebenarnya bergaul dengan Lani juga perlu diwaspadai, perlu rutin check-up otak …… ha ha … mlayu ……..