Kopdar Baltyra Desember 2011

Adhe Mirza Hakim

 

Rencana kopdar (kopi darat) para Baltyrans aku dapat dari Group Baltyra di FB, awalnya mas ISK yang melemparkan ide ketemuan ini, kebetulan ada beberapa sohib Baltyra yang sedang pulkam. Buat aku yang di daerah (Bandar Lampung), bisa datang ke acara kopdar seperti main tebak-tebakan buah manggis, artinya bisa…tidak…bisa…tidak? Syukurlah jadwal kopdar Baltyra ndilalahnya barengan dengan tanggal resepsi pernikahan adik sepupuku yang di Jakarta, akhirnya bisa juga berjumpa dengan sohib-sohib Baltyra, dengan catatan datangnya agak telat, rencananya aku mau ke kondangan adik sepupuku dulu.

Mas ISK kirim forward email yang menjelaskan alamat Resto Pondol, aku save di notepad hp ku, biar gampang kalau mau jelasin ke supir taxi. Aku reply email ke mas ISK, mau bawa sedikit oleh-oleh makanan, mas ISK berpesan kalau bakal merepotkan sebaiknya nggak usah. Ternyata nggak repot tuh…bisa juga bawa itu pempek sebesek! Hehehe…

 

Minggu, 11 Desember 2011, Resto Pondol – Jakarta

Jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 9.30 pagi, aduuh pasti sudah telat nie acara akad nikah adik sepupuku, aku minta pak supir taxi agak ngebut dikit, eh…gimana mau ngebut neng…? Ini Jakarta…kek nggak tau aja kalau jalanan suka macet hehe….rencanaku setelah menghadiri acara akad nikah, langsung janjian sama Lida, ke Pondol.

Aku telpon Lida, bertanya dimana posisinya ternyata dia masih di atas Busway, kami putuskan untuk ketemuan dekat hotel Atlet Century, kebetulan gedung pernikahan yang akan kuhadiri ada di belakang hotel tsb. Dasar….nggak well informed, saat aku tiba di gedung yang dituju ternyata….jadwal akad nikah adik sepupuku pada sore hari, hahaha….ancuur banget! Sangking pe-de nya aku tidak bertanya jam pernikahan hanya mematok tanggal dan tempatnya saja.

Lida menelponku memberitahu bahwa dia sudah dekat meeting point, aku yang jelas-jelas salah jadwal akhirnya menjemput Lida di halte bus dekat GBK, senengnya bisa ketemuan sama Donald lagi hehehe…(Lida fans berat paman Gober! Hihihi…ups…Donald dong…). Berhubung Lida pernah ke Resto Pondol, jadi dia yang menjadi penunjuk arahnya, sempat sih salah jalan dikit tapi kami cepat menemukan tempatnya di jalan Tanah Abang II Jakarta Pusat.

Tampilan restonya minimalis dan homy. Aku masuk ke Resto Pondol dan melihat satu sudut yang mejanya sudah disusun rapih memanjang, dan memastikan yang duduk di sana adalah para sohib Baltyra. Ada 7 person di sana, yang jelas aku pernah ketemu langsung ada 2, mas ISK dan JC, kalau mas ISK aku sudah ketemu 2x sedang sama JC baru 1x itupun hanya sebentar, yaah…agak sedikit amnesia sama penampakannya hihihi… tapi kalau lihat posturnya yang agak menjulang, tidak salah itu JC.

Sebagai tamu yang datang paling telat, aku harus memperkenalkan namaku dulu, kalau Lida sudah sering kopdar jadi sudah tidak asing lagi. Aku sebut satu-satu ya…yang jelas tuan rumah, Ci’ Liliani, ISK, JC, Ilhampst, Pampam, Inang Butet dan pakde Doel Anwari plus kami berdua (AMH dan Lida), total ada 9 sobat Baltyra yang ketemuan.

Rupanya acara makan-makan sudah dimulai, aku perhatikan ada menu Tiwul, Pecel, Rempeyek dan beberapa mangkok-mangkok yang sudah licin tandas menunjukkan menu yang disuguhkan pasti begitu lezat… aku lihat koq ada lontong kuah ya…ibarat pepatah “Pucuk dicinta ulam tiba” aku kebetulan lagi pengen banget makan lontong kuah (tepatnya kuah soto plus lontong).

JC bilang “Mba Adhe cobain ‘Sate Wates’ nya, enak banget …”, aku agak sedikit bingung, yang aku lihat itu kan lontong kuah santan, kenapa namanya Sate Wates ? Ci’ Lili menjelaskan, kenapa disebut  Sate Wates, karena di kuah lontong itu ada potongan sate ayam, plus irisan daun jeruk dan brambang mentah, kalo orang Jawa bilang brambang itu artinya bawang  merah hehe… sebelum Sate Wates ku datang, Ci’ Lili menyodorkan sepiring Tiwul buatku, well…asli tradisional food, aku perhatikan mas ISK yang ada di sampingku sudah menghabiskan beberapa piring Tiwul hihihi…hayoo ngaku!

Kami terlibat perbincangan yang santai tapi terasa banget keakrabannya, jujur aja…nuansa kekeluargaan  lebih dikedepankan, ini yang membuat “Link Pertemanan” para sobat Baltyra berbeda dengan komunitas lain yang sejenis. Tulus dan tanpa topeng hehehe….emang Tari Topeng kaliii…

ISK berkisah suka pakai aplikasi Skype saat online dengan Ci’ Lani yang di Hawaii dan mba Dewi Aichi yang di Rio, sayangnya aku belum pakai aplikasi Skype, maklum deh… sementara cukup pakai BBM, YM dan Whatsapp. Ssssttt…ISK rupanya penasaran sama Ci’ Lani, gimana asal muasal sudrunnya…hahaha, apakah sejak dari sononya sudah sudrun atau mendadak sudrun setelah tinggal di Hawaii ?

Ternyataaa…aslinya Ci’ Lani emang sudah rame dan hebooh! Taunya dari Ci’ Lili, karena sudah kenal dengan Ci’ Lani dari jaman TK, hmmmmmmm…..mas ISK tambah semangat nie buat bertanya, aku senyum-senyum dalam hati, lumayan nie bisa aku bocorin dalam tulisan, biar Ci’ Lani jumpalitan pengen nyubit ISK hahaha….

Alkisah dahulu kala ada seorang anak perempuan yang sangat pe-de abiss….sejak kecil sudah punya cita-cita mau nikah sama pria kulit putih..(maaf ya aku tidak mau pakai istilah B***), Ci’ Lani sudah les bahasa Inggris sejak muda demi melancarkan komunikasi dengan “wong londo” istilah gaulnya.  Kisah selanjutnya….tanya ISK aja yaa… Ci’ Lani peace deeh… hehehe, yang pasti Ci’ Lani pasti ngedumel kalo lihat makanan yang dihidangkan Ci’ Lili asli kesukaan Ci’ Lani juga.

Selanjutnya pesanan Sate Watesku datang, sebelum disantap wajib difoto dahulu, eh nggak taunya Lida malah motret aku sambil comment lagi “Makanan buat dimakan bukan difoto” hehehehe….dasar sudah ketularan sudrun juga kali yaa… sengaja buat liputan khusus buat pakde DJ yang di Mainz, pasti kangen sama masakan khas Indonesia. Aku mengutip penjelasan Ci’Lili via FB yang menjelaskan apa itu “Sate Wates” isinya berupa lontong, sate ayam, sambel goreng tahu+krecek, ditabur brambang mentah, irisan daun jeruk purut dan bubuk kedelai ( crubuk), disiram kuah santan. Asalnya dari Wates, perbatasan Jogja-Purworejo, tapi kalau cari di daerah asalnya sana asli kaga nemu!

Ya seperti kalau kita cari nasi Padang di kota Padang, atau soto Lamongan di kota Lamongan, kecuali kalau kita cari pempek Palembang di kota Palembang, pasti ketemu, bahasan makanan tidak habis-habisnya. Bahkan pakdhe Anwari bilang kalau mau jadi dokter gigi yang ramai pasiennya pilih kota Palembang, aku akhirnya menjelaskan sebenarnya kuah (cuka) Pempek tidak akan buat gigi keropos jika asam yang dipakai untuk campuran kuah pempek, memakai “asam jawa” atau “jeruk nipis”, karena lebih alami walau rasa asam kuah cuka nya tidak sepekat rasa asam cuka botolan. Biasakan minum air putih agak banyak jika habis memakan kuah cuka, biar kadar asam yang menempel di gigi bisa dinetralisir.

Dalam sekejap sate watesku sudah licin tandas…aslii enak bangets…(sebenernya mau minta tambah, hahaha…tapi malu, abis yang lain pada makan semangkok masa’ ini yang baru datang mau minta jatah lebih). Kami lalu membahas beragam topik, seru lho…apa perlu aku bocorin semua???

Dari bahasan kuliner dalam pesta kawinan ala Jawa, yang pakai system hidangan, bukan model prasmanan yang suka ada efek mubazir, kami bahas secara serius…lha ini sedang bicara pola budaya makan lho, jadi pada dasarnya orang-orang tua jaman dahulu itu lebih bijak dalam menyiapkan hidangan pesta, karena untuk menghindari makanan yang terbuang sia-sia karena pola makan prasmanan memungkinkan para tamu mengambil menu makanan tanpa kendali, lalu sangking banyaknya malah tidak termakan! Dengan kata lain “mubazir ”. Ci’ Lili memberi gambaran bagaimana mahalnya menu buat pesta yang dipatok satu resto di salah satu kota di Jawa (katanya sih kota dimana JC pernah bermukim, tapi yang bersangkutan saat ditanya malah gak tau, udah pindahan sejak tahun 96-an katanya).

Pampam juga sumbang cerita soal konfirmasi kehadiran tamu undangan dalam suatu pesta, di Spore  jika ada tamu undangan pesta yang tidak bisa hadir di acara, harus kasih tau ke pihak pengundang, gunanya untuk mengurangi jatah porsi yang akan dihidangkan, faham sih gimana mahalnya menu makanan di negeri orang, bagi yang hadir tidak usah kasih konfirmasi lha sudah jelas diundang koq. Lida juga bercerita soal kebiasaan penyajian makanan pesta di Surabaya, pada dasarnya pola makan orang Indonesia itu lebih mengedepankan kebersamaan, kalau bisa semua kebagian, makanan yang disantap sama rasa dan sama rata, kesannya “Guyub” (kompak)…ini yang aku rasakan saat makan di Resto Pondol, Guyub… makanan yang disajikan secara bertahap tidak banyak, tapi menunya macam-macam, ujung-ujungnya wareg tenanan!!!

Menu selanjutnya Es Cendol campur, cendol plus irisan nangka, tape dan degan, trus kue kecil-kecil (duh namanya apa ya? Ci’ Lili yang bisa menjelaskan). Soal rasa jangan ditanya deh…asli nikmat. Topik selanjutnya kita bahas soal cuaca…apa karena bawaan makan es cendol ya? JC bahas soal perubahan cuaca yang extreme saat kunjungannya ke Tiongkok baru-baru ini, dari 20 degree C bisa anjlok mendadak ke 6 degree C, JC menjelaskan perubahan cuaca yang drastic itu sambil memperagakan dirinya sedang membuka jendela kamar hotel tahu-tahu udara dingin menyergap “besss….dingin” hahaha …(JC, aku justru memperhatikan cara penjelasanmu).

Inang Butet juga berkisah suhu extreme biasa dijumpai di Austin, Texas, dari 90 F langsung anjlok ke angka 30 F brrrrr….dingin banget ! Kisah lainnya Inang Butet suka menanam tanaman khas Indonesia, cara tanamnya dengan media Pot, ada tanaman daun singkong juga, kalau musim dingin itu tanaman masuk ke dalam garasi, tidak sampai mati sih, seingatku itu kisahnya kalau salah ingat sorry yaa…

Pampam lain lagi berkisah pernah merasa gerah sampai lengket gara-gara cuaca 34 C dan kelembaban 98% saat dia menuju stasiun MRT. Pampam tidak banyak komentar, yang aku perhatikan adalah cameranya (Nikonians juga ya.. tapi sepertinya sudah Pro motretnya, bikin aku nggak pe-de deket-deket sama yang pro hehe) trus Pampam pakai kostum Arsenal (club fave-nya), aku sudah faham soal ini, suka baca statusnya yang seringnya bahas bola.

Kata Pampam jangan ngomongin MU saat ini, soalnya lagi sensi gara-gara kalah sama klub papan bawah di Liga Champion hihihi…, Pampam sebenernya orangnya seriuss…sangat serius…khususnya kalo lagi ngadep makanan hahahaha….asli kaga mikir kanan kiri, apalagi tetangga ya. Serius khusus buat makanan aja yaa….kalau ingat komennya yang suka “iseng dan kocak” di Baltyra, bayangan kami penampakan Pampam paling 11-12 sama komennya, yah ngebayangin wajah pelawak lah hihihi… ternyata tampilannya jauh berbeda, cocoknya jadi manager Boyband…hahaha….Pizzz deh Pampam.

Selanjutnya beralih ke Gadget, JC menunjukan foto-foto ubur-ubur di Akuarium yang dibidik dengan camera-nya, begitu jernih dan apik, hmm…sebenarnya JC mau nunjukin foto ubur-ubur sekaligus gadget nya ya? Hehe… ssttt…ada yang curhat di sebelahku, abis kehilangan smartphone sampai 2x, akhirnya sangking kesalnya dia ganti hp yang sejuta umat! Tetep keluaran Nokia. Pakde Doel nggak mau kalah walau beliau sudah sepuh secara usia, tapi tetap tampil modis dengan gadget ala anak muda, waaa…..nggak sempat motret gadget pegangan pakde lho…(JC protes berats kenapa hanya dia yang dibilang pamer gadget, abis pak Doel nggak nunjukin secara jelas, cukup kita tahu beliau pake mini tablet juga hehe).

Sempat menyinggung booming Blackberry di Indonesia yang tariff langganannya sangat murah, kata Pampam “kita harus berterimakasih dengan Temasek yang sudah membeli saham salah satu Provider di Indonesia yang membuat tariff seluler jadi murah”, hmmm….begitu ya? Faktor pelanggan seluler di Indonesia yang jumlahnya sampai jutaan pelanggan memberi kontribusi keuntungan buat para pengusaha provider, sebenarnya simbiosis mutualisme juga.

Pak Doel Anwari yang paling senior kami mintai kesan-kesannya tentang Indonesia saat ini, kata beliau orang-orang susah di Indonesia kini tidak terlihat layaknya orang susah karena tampilannya rapih, sangat jauh berbeda saat jaman dahulu kala, dimana orang yang benar-benar miskin sampai pakai baju dari karung goni, dengan karet dari ban kendaraan bermotor, nah bayangin deh sendiri, kata beliau lagi kalau ada orang yang punya baju sampai 2 stel itu sudah bagus. Jadi kalau sekolah baju dipakai, sampai rumah bajunya dilepas, begitu kebiasaannya, hmmm… ini kesannya asli gambaran jaman pra Kemerdekaan ya.

Maklumlah pakde Doel ini hidup dalam 2 jaman, jaman pra kemerdekaan dan pasca kemerdekaan, betulkan pakde? Aku kebayang aja seandainya ada pakde DJ yang asal Mainz, pasti tambah meriah kopdar ini, penuh dengan kisah-kisah Indonesia tempo doeloe, hehe.

Aku sempat ngobrol dengan pakde Doel, termasuk salah seorang Baltyrans yang suka dengan tulisan-tulisan beliau yang kritis, pak Doel tersenyum sambil berkata “Dulu saya tidak berani menulis seperti saat ini, harap maklum dengan kondisi jaman dahulu,” iyaa lah pakde, kalo nulis yang isinya frontal di jaman Orba bisa diciduk pihak keamanan. Selain itu bahasan juga sampai ke soal sepatu, pakde bilang beliau lebih memetingkan kenyamanan sepatu buat jalan harga mahal dikit tidak masalah, nah…merk apa pakde? Hihihi…. Aku tanya sama mas ISK, dia sekarang pakai sepatu merk apa buat jalan? Dengan santai dia sebut “Sandal Jepit”…. asli aku langsung ketawa, emang deeh…. Sempat aku ditanya sama ISK, “Koq makin banyak mikir ya?” sebenarnya aku tahu dia mau ngomong “Koq makin kurus ya?”, hehe….bener kan.

Yang paling pendiam itu Ilhampst, penganten baru ini lebih banyak jadi pendengar yang baik dan selalu tersenyum. Aku tidak tahu apa dia aslinya pendiam atau lagi sakit gigi? Tapi kalo sakit gigi nggak mungkin soalnya dia juga banyak makan hehe.  JC sempat mempromosikan Semangka yang bobotnya segede anak bayi, hmm…10 kilo ya? Mantappss….bagi dong JC.

Ci’ Lili berkisah pernah jalan-jalan ke Lampung saat Sasayu masih kecil nonton atraksi gajah di Way Kambas, duuh aku aja blum sempat nonton Gajah Way Kambas nie. Ci’ Lili juga bercerita tentang Sasayu yang sangat tertarik dibidang Food Science, awalnya mau di Belanda, tapi ternyata diterima kuliah di Helsinski, dan Sasayu sendiri yang milih sekolahnya karena rajin browsing di Internet, hmm…yang pasti bukan sekedar rajin browsing Ci’ Lili pastinya Sasayu juga pintar  buktinya keterima saat melalui test masuk ke Universitas di sana. Yang seru kuliah di Helsinski itu gratis asal bisa lulus test masuk, hayuuu nyusul kuliah di sana tapi asal tahan kedinginan aja, hehe….

Setelah menyantap menu makanan dari Pondol yang ternyata gratis dalam rangka Ultah Ci’ Lili, waah…selamat ultah ya Ci’ Lili semoga selalu sehat dan tambah maju usahanya, kami semua memberi ucapan selamat kepada beliau.

Menu terakhir yang disantap adalah pempek sengaja buat penutup, Ci’ Lili langsung memotong-motong sendiri, dan meminta pegawai resto menggorengnya, lalu menghidangkannya buat teman-teman.  Maaf man teman….jika hidangan makanan yang tersaji dalam foto-foto tulisan ini sangat “menyakiti” perasaan kuliner para Baltyrans yang berada nun jauh dari tanah air tercinta.

Tulisan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pampam, aku yang buat tulisan dan foto-foto dibidik oleh camera Pampam, jadi jangan salahkan aku yaa…man teman….hehe…asli bikin “mabok”…makanya aku bilang untuk urusan makanan Pampam sangat serius, ini jelas terlihat dari foto-foto makanan yang begitu menggugah selera, trimakasih ya Pampam, buat yang baru sempat melihat fotonya, segera buruan ke Pondol, dijamin harga dan rasa sangat sesuai, kalau ada yang mau treat aku di sana nggak nolak koq, hehe….yuuuk!

Jam di tanganku menunjukkan pukul 12.30, aku harus pamit, hadeew…sudah datang paling telat eh pulang paling cepat hehe… buat semua sohib Baltyra yang sudah menyediakan waktu buat bertemu makasih banget yaa…semoga kita bisa berjumpa kembali di lain kesempatan. Lagi-lagi foto-foto dulu sebelum pulang…..teteup!

*foto-foto by Dharmananda Lukito (PamPam)

AMH, 12122011.

 

 

About Adhe Mirza Hakim

Berkarir sebagai notaris dan PPAT yang tinggal dan berkeluarga di Bandar Lampung. Berbagai belahan dunia sudah ditapakinya bersama suami dan anak-anak tercintanya. Alumnus Universitas Sriwijaya dan melanjutkan spesialisasi kenotariatan di Universitas Padjadjaran. Salah satu hobinya adalah menuliskan dengan detail (hampir) seluruh perjalanannya baik dalam maupun luar negeri lengkap dengan foto-foto indah, yang memerkaya khasanah BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

98 Comments to "Kopdar Baltyra Desember 2011"

  1. kita  27 December, 2011 at 10:49

    nice! bisa pelototin sepuas2xnya para baltyrans

  2. Reca Ence Ar  22 December, 2011 at 17:23

    Aduuuhhhh…
    Nyesel deh ga datang
    Mas JC…kapan lagi dong
    Hahahahaha

  3. butet  21 December, 2011 at 17:46

    Thanks Ade dan Pampam buat laporannya yang apik…. baru bisa baca sekarang…Terimakasih buat Pak Doel Anwari yg memberi daku tumpangan taksi….thanks buat pengalaman yg tak terlupakan bertemu dengan temen-temen semua.. yg pasti Terimakasih juga buat Mbak Lili.. makanannya tiada dua deh… saking maruknya aku nambah tiwul …tadinya ndak ada yg berani nambah ..karena malu-malu kucing… pas liat ada yg muka tembok nambah.. akhirnya berani deh nambah juga *sambil lirik Ilham*…Thanks ya Iwan buat ngetagging ke aku…

  4. Lani  17 December, 2011 at 13:37

    92 DHE : lbh baik ISK wawancara langsung ybs…….klu dpt dr sumber dr lain org jd salah kaprah……..hahaha…….aku percaya klu ISK yg nulis, pasti aktual…..ndak ditambah, ato dikurangi…….asli hehehe

  5. adhe  16 December, 2011 at 08:18

    @Pak Han, Okay deh!

  6. Handoko Widagdo  16 December, 2011 at 08:07

    Deal Cik Dhe

  7. adhe  16 December, 2011 at 07:58

    @Ci’ Lani, tenang aja….kalo mas ISK yg nulis pasti indah kisahmu hehehe…..pakar sejarah kalau nulis memang beda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.