Nasib Anak Kost

Enta Nola

 

Halo Baltyraers…

Jumpa lagi dengan saya, mudah-mudahan tidak bosan ya.

Seperti yang saya tulis kemarin kalau saya tuh sudah pindah kerja ke luar kota yang jaraknya 1 hr flight dari kota tempat saya tinggal dulu. Karena pekerjaan saya tidak berbarengan dengan jadwal kenaikan kelas jadi sementara waktu anak-anak & suami tidak bisa ikut pindah ke kota yang sama.

Kebetulan suami punya usaha sendiri & memang rencananya mau dipindah ke kota tempat saya bekerja sekarang karena di kota ini, usaha suami lebih mudah untuk mendapatkan karyawan. Kalau di kota kami tinggal ya harus rebutan karyawan.

Untuk memulai bekerja, saya memutuskan untuk tinggal di tempat kost karena kalau tinggal di mess, banyak peraturan yang harus ditaati jadi saya memilih untuk kost yang lebih bebas sampai rumah kami di kota ini selesai dibangun.

Seumur-umur saya belum pernah jadi anak kost karena sekolah & kuliah selalu  di kota yang kami tinggal jadi bisa PP. Setelah saya diterima bekerja, oleh teman kantor (kebetulan kami memang sudah saling kenal selama kurang lebih 6 th karena sebelumnya saya telah menjadi klien mereka sewaktu saya bekerja di perusahaan yang dulu) saya sudah dicarikan tempat kost yang dekat dengan dengan kantor, tinggal jalan kaki. Setelah saya lihat, tempatnya cukup bagus, sirkulasi udara bagus, bersih, nyaman, tapi sayangnya kamar mandi harus pakai beramai-ramai tapi berhubung yang kost perempuan semua, apalagi di lantai 2 tempat kamar saya berada semuanya teman satu kantor walau beda dept.

Setelah saya setuju, saya tanyakan berapa sewa kamar kost tersebut karena saya mengira-ngira kalau di kota saya bisa kena 400 sampai 450 ribu tanpa AC, kamar mandi luar & mesti plus-plus lainnya seperti bayar listrik kalau kita bawa peralatan elektronik lainnya. Kata induk semangnya harga sewanya 200 ribu per bulan mba, tidak perlu bayar apa-apa lagi kecuali jaminan 200 ribu juga yang akan dikembalikan bila kita keluar dari situ & pembayarannya sewa 3 bulan di muka berhubung si mba ini malas menulis kwitansi setiap bulannya. Gubrakk…Cuma 200 ribu?? Ga salah nie??

Akhirnya saya kost di tempat itu tapi kok kalau malam sepi bangett…jauh dari keramaian apalagi kalau sudah jam 6 sore sudah jarang ada angkot, kalau jam segitu di sini sudah jarang angkot atau bis kota jadi kalau mau keluar tempat kost rasanya malas banget berhub saya tidak bisa naik sepeda motor, mau bawa mobil tidak disediakan tempat parkir di tempat kost jadi serba bingung….. Maunya sih naik taksi tapi kalau terus-terusan naik taksi bisa jebol nie kantong, mending uangnya di pake makan kepiting hehehehe…

Setelah 4 bulan, saya & keponakan memutuskan pindah ke tempat kos yang dekat dengan mall supaya gampang kalau mau beli apa-apa & tempat kostnya lebih amanlah menurut kami karena ada penjaganya 24 jam (kebetulan saya juga memasukan keponakan bekerja di tempat ini walaupun beda dept, lumayanlah jadi ada teman).

Semua teman-teman yang mengetahui keberadaan saya di sini pada kaget semua. Ngapain elo jauh-jauh kerja di luar kota? Gila kali ye ninggalin anak sama suami, ntar kalo suami kamu cari cewek lain gimana? Dan banyak pertanyaan lain yang tidak menyenangkan. Tapi saya menjawab dengan enteng saja, pertama memang kepindahan ini sudah direncanakan dari awal dengan matang karena dengan bekerja di kota ini saya bisa mulai merintis kepindahan usaha suami & alasan saya yang kedua yaitu mencari pekerjaan yang jarang melakukan business trip karena saya sudah capek ke sana ke mari.

Kalau buat jalan-jalan sih enak enak aja tapi kalau buat kerja yang ada diburu waktu & tidak sempat mampir sana sini jadi saya mulai mencari zona nyaman buat saya, dimana saya bekerja paling lambat pulang itu jam 5.30 sore sedangkan di kantor-kantor yang dulu saya selalu pulang jam 9 malam walaupun Sabtu libur tapi rasanya saya jarang menikmati Sabtu libur yang ada tetap masuk bahkan kadang-kadang mesti ke pabrik yang otomatis pulang pun tetap aja malam walaupun hari sabtu.

Kerja di sini sudah jelas waktunya, dari Senin – Sabtu pulang jam 5 sore paling telat jam 5.30. Kalo soal suami mencari WIL, rasanya suami saya tipe orang yang setia. Dulu juga saya sering bepergian  bahkan pernah dikirim ke China selama 4 bln untuk mengurusi kantor cabang yang baru dibuka  jadi bukan baru kali ini aja suami ditinggalkan & sebelum menikah memang kami sudah membuat perjanjian bahwa kalo saya bekerja maka suami tidak boleh melarang kemana pun saya akan bekerja kalo melarang ya lebih baik saya tidak jadi menikah dengan dia karena saya tidak mau menjadi terikat setelah menikah yang penting kami sama-sama saling menghargai & saling percaya.

Suka dukanya menjadi anak kost :

  1. Tidak bisa menimbun bahan makanan terlalu lama karena tidak ada kulkas
  2.  Kalo lapar tengah malam ya harus siap menahan lapar sampai esok hari
  3. Tidak sempat sarapan, jarang tukang jajanan untuk sarapan, mau buat sendiri repot. Paling makan roti atau minum sereal sehingga berat badan turun drastic 5 kg. Cocok buat orang yang diet. Otomatis saya menjadi lebih langsing di sini hehehe…
  4. Badan jadi lebih sehat, karena kalo mencari makan malam mau tidak mau ya jalan kaki ke tempat terdekat
  5. Tidak repot membersihkan ruangan yang kecil dibandingkan membersihkan rumah kok tidak ada beresnya. Berantakan melulu apalagi kalo unyil-unyil sedang mengundang unyil-unyil yang lain semakin berantakan aja tuh rumah walaupun mereka berusaha membereskannya kembali
  6. Kesepian, karena biasa dikelilingi oleh unyil-unyil yang hiperaktif. Walaupun anak cuma dua tapi rasanya seperti punya 6 anak dimana mereka terlihat manis & tenang pas tidur malam saja hehehehe…
  7. Tidak perlu repot memasak karena lebih praktis untuk membeli makanan matang. Biayanya sih sama aja kalo masak sendiri

Untunglah menjadi anak kost hanya sampai akhir Januari tahun depan karena rumah yang kami bangun bisa segera ditempati  tapi kepindahan anak-anak tetap menunggu kenaikan kelas  atau sambil melihat kondisi & situasi.

Sekian cerita saya yang menjadi anak kost di usia yang sudah tidak muda lagi. Semoga tidak membosankan………………

 

 

23 Comments to "Nasib Anak Kost"

  1. Lani  22 December, 2011 at 13:02

    21 DA : contone????? ya dirimu kuwi hehehe……..

  2. Lani  22 December, 2011 at 13:01

    16 ILHAMDULLILAH : jd skrg setelah menikah NDAK TINGGAL DI KOST LAGI??????

  3. Dewi Aichi  22 December, 2011 at 08:55

    Yung ha ha ..ketauan deh…jadi makin yakin kalau kenakalan anak kost, bukan oleh pelajar asli Jogja, orang Jogja yang nakal paling dikit aja…..contonyaaaa…….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.