Ibu Utama

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

HARI IBU selama 52 tahun diperingati sejak ditetapkan oleh Presiden Soekarno sebagai hari penghargaan kepada perjuangan perempuan Indonesia, terasa seremonial dan datar dirayakan. Meski perkembangan kaum ibu atau perempuan Indonesia cukup baik dibandingkan dengan beberapa negara modern yang liberal. Namun masih ada beberapa masalah tersimpan rapih tentang bagaimana membuka tabir cara berpikir masyarakat kita yang masih patriarkh, dengan alasan budaya bahkan agama yang seharusnya dipertanyakan kembali.

 

 

62 Comments to "Ibu Utama"

  1. juwandi ahmad  22 December, 2012 at 20:49

    SEKALI LAGI HARUS SAYA KATAKAN: TULISAN INI SUNGGUH MENYENTUH, MENGHARUKAN, HISTORIS, ROMANTIS, MEMBUDAYA: KUMPUL JADI SATU.

  2. juwandi ahmad  22 December, 2012 at 20:42

    Kalau saya, Mas Iwan: alhamdulilah, bapak ibu masih lengkap meskipun sudah sepuh. Dan seperti saya pernah bilang, “Tidak akan pernah ada doa-doa tanpa kerinduan. Dan dalam kerinduan itulah doa doa kami tercipta. ” Selalu ada kerinduan, ada doa untuk ibu, yang selalu UTAMA

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.