Regency at Hualalai Resident Community

Lani – Kona, Hawaii

 

Aloha jumpa lagi Baltyrawan-Baltyrawati dimanapun kalian semuanya berada. Melanjutkan cerita bersuasana Natal. Tahun ini merupakan tahun pertama bagiku merayakan Natal bersama para MANULA, di salah satu panti manula yang megah. Megah di sini, dalam artian gedungnya, fasilitasnya, serta karena mahalnya.

Sebelum kulanjutkan cerita perayaan menjelang Natal serta kegiatan menjelang tutup tahun di tempat ini, aku ingin bercerita latar belakang bagaimana, aku sampai nyasar ke tempat ini.

Teman-temin di rumah ini tentunya pernah baca, sarapan utamaku di pagi hari adalah menjadi SATPAM Kona, dengan jalan cepat, lari pagi mengelilingi downtown Kona.

Dari kegiatan olahraga di pagi hari, selain menjadikan badan sehat juga mendatangkan keuntungan lain. Banyak ketemu, mengenal, orang-orang yang mempunyai hobby yang sama.

Salah satunya sebut saja B, wanita kulit putih usia 60+ yang masih sangat aktif, jalan kaki tiap pagi, serta menyukai olahraga laut snorkeling, diving yang dilakukannya sampai ke CARIBEAN ISLAND.

B, berasal dari keluarga kaya raya, suaminya 20 tahun lebih tua dari dirinya. Ibunya berusia 87 tahun, ditempatkan di panti manula yang kusebutkan di awal cerita.

Ibunya bernama M, dalam usia uzurnya masih bisa dikatakan sehat, hanya satu problem M, punya penyakit DEMENTIA. Aku tidak akan membahas apakah itu DEMENTIA, mungkin teman-temin di sini yang punya profesi dokter, lebih berkompeten menjelaskan dengan lebih detail.

Yang aku tahu, karena penyakit ini membuat si penderita mempunyai perasaan berubah-rubah, pelupa, termasuk dalam menggunakan kata-kata dalam berbicara, semuanya ini di luar kontrolnya.

Setelah aku mengenal B beberapa bulan, B mengatakan ingin mempekerjakan orang untuk membantu, mendampingi ibunya terutama untuk sore dan malam hari.

KEBETULAN (menyomot….meminjam istilah saudara kenthirku yang berada nun jauh disana di BRAZIL wakakakak…….pissssssss…….), aku mempunyai latar belakang sebagai care giver/care provider ketika masih tinggal di California.

Bedanya ketika masih bekerja di California, aku mendatangi pasienku, karena di kota tempat aku bekerja hanya kota kecil, mereka tidak punya fasilitas seperti tempat kerjaku yang sekarang ini. Atau bisa jadi keluarganya tidak ingin menitipkan orang tuanya ke assisted living/panti manula. Karena biayanya yang tentu saja lebih mahal dibanding kalau mendatangkan care giver ke rumah mereka.

Untuk menjadi seorang care giver/care provider harus mengikuti kursus CPR dan AED dengan RED CROSS, vaksin TB step 2, ini yang aku tahu syarat di STATE OF HAWAII, entah kalau di state lain.

Kursus ini aku ikuti dalam sehari, teori, dan praktek, hampir 10 jam. Pada saat itu ada 10 orang pengikut kursus, bahkan ada salah satu peserta yang baru saja pindah ke Hawaii, dan ingin bekerja di salah satu fasilitas kesehatan.

B, membayar semua biaya kursus, serta jam waktu kursus. Sertifikat kursus diberikan seminggu kemudian yang berlaku selama 2 tahun. Setelah habis masa berlaku sertifikat harus diperbaharui dengan mengikuti kursus ulang dan syarat-syarat lainnya harus dipenuhi, jika masih ingin bekerja di panti manula.

Setelah sertifikat kursus aku dapatkan, B mendaftarkan dan mengurus semua administrasinya ke Hualalai Regency Resident Community. Sehari kemudian aku diberikan NAME TAG dengan ditulis CERTIFIED CARE GIVER.

Sejak saat itu B mempekerjakan aku secara resmi untuk membantu, mendampingi ibunya. Aku diminta datang sore hari hingga malam, 3-4 hari/minggu. Jam kerja sangat flexible tergantung dari enerji dari M yang dari hari ke hari tidak selalu sama. Jam kerja berkisar dari 2-5 jam. Selain mempekerjakan aku, B mempekerjakan 2 orang lainnya, massage therapy, exercise therapy mereka datang 3 kali tiap minggunya.

Di panti manula ini kegiatannya sangat bervariasi, mulai dari olahraga terutama menggerakkan sendi-sendi, stretching, olahraga di kolam renang, menyanyi karaoke dengan fasilitas big screen TV, Bingo, juga beraneka hiburan baik donasi dari berbagai instansi atau yang datang karena dibayar, hiburan dari para pekerjanya yang merangkap sebagai penari hula, penyanyi, pemain music, server, restoran di tempat ini, mereka kebanyakan orang lokal Hawaii, kerajinan tangan, mengasah otak dengan word puzzle, meja bilyard

Gedung panti manula ini terdiri dari 4 lantai, restoran terletak di lantai 2, apartemen M terletak di lantai 3 dengan 2 kamar tidur, dan ada lanai/balcony menghadap ke laut, dengan pemandangannya yang sangat indah di saat sunset.

Fasilitas lainnya seperti mobil buat mengantar belanja, klinik kesehatan dengan perawat, juga ada ruang khusus untuk manula yang butuh bantuan lebih karena dengan alasan kesehatan mereka.

Dalam rangka menyambut Natal dan tutup tahun, semua ruangan dihias dengan suasana Natal, ada beberapa pohon Natal yang ditempatkan di front desk, di ruang kegiatan, di ruang makan. Tidak ketinggalan di kamar apartemen M, dihias dengan pohon Natal, lampu berwarna-warni yang dililitkan di pagar lantainya. M, banyak menerima kartu Natal dari teman-temannya yang aku tempelkan di salah satu pintu pemisah kamar.

M, hanya menyukai kegiatan mendengarkan music, dan menyanyi. Sambil mengikuti kegiatan, dihidangkan minuman, dan snack/makanan kecil, seperti crackers dengan aneka macam keju, chip and dip.

Setiap bulan sekali diadakan pesta untuk para manula yang merayakan ulang tahun pada bulan yang bersangkutan. Diberikan hiburan music, yang berulang tahun dikalungi lei, diberi kartu ulang tahun. Dalam perayaan ini ada beberapa pekerja social membantu membagikan roti ulang tahun serta minuman pada tiap manula yang datang.

Bekerja dengan M, lebih banyak senangnya dibanding dengan tidaknya, karena M orangnya baik, menyenangkan, selalu mentraktir makan malam, suaminya meninggal karena kanker 3 tahun yang lalu dengan meninggalkan kekayaan berlimpah hingga tidak perlu kuatir dengan uang.

Di samping menyenangkan ada saat-saat yang paling tidak nyaman jika penyakit M sedang datang, dia bisa berubah 180 drajad! Akan tetapi dengan pengalaman kerjaku di California mendampingi manula dengan Parkinson, dementia dan Alzheimer paling tidak aku tahu bagaimana mengatasinya. Yang utama jangan pernah dimasukan ke hati, ke dalam pikiran, karena akan sakit hati sendiri, karena si penderita tidak sadar, tidak tahu apa yang telah mereka katakan, mereka lakukan.

Aku ambil sikap diam, biasanya secara tiba-tiba penderita akan kembali normal, dan menjadi sangat baik atau bisa sebaliknya bad mood sampai sembuh/balik normal dengan sendirinya. Jadi tidak bisa diprediksi dengan waktu, datang dan pergi secara tiba-tiba.

Sebagai penutup selamat menikmati beberapa foto yang telah aku ambil ketika mereka mendapatkan hiburan dari rombongan HELANI church dari salah satu pegawai di tempat ini, pemimpin activity coordinator di dalam foto sedang menari hula.

Sekali lagi dari KONA, aku mengucapkan MELE KALIKIMAKA 25 December 2011 buat semua teman-temin yang ikut merayakan, serta selamat menyambut TAHUN BARU 2012.

 

Aloha and Mahalo,

Lani – Kona- The Big Island of Hawaii

 

54 Comments to "Regency at Hualalai Resident Community"

  1. Lani  31 December, 2011 at 08:43

    33 BA : ada yg kelupaan durung aku jawab kerjaanku ndak termasuk memandikan/bersih2 badan krn aku BUKAN PERAWAT/NURSE…….jd itu bukan lingkung kerjaanku. aku cm menemani, spt nonton TV, jalan2, makan, mengambil ini itu…….dan kdg membantu dia klu ke toilet……….

  2. Lani  27 December, 2011 at 22:28

    MBAK NUK : hahaha…ya ndak sampai segitunya…….perangnya disana aja nek ketemu mbak…….kkkkk……..baru aja masuk rumah habis lariiiiiiiii pagi………….jik gojos2 mbak………jok cedak2 kecutttttttttt heheheh

  3. nu2k  27 December, 2011 at 16:27

    Jeng Laniiii, untung nggak terus timbul Perang Dunia ke III… ha, ha, haaaa… Salam en doe, doei, Nu2k

  4. Lani  27 December, 2011 at 15:59

    MBAK NUK : yaaaaaaa ini, la minggu yl aku klalen……janji kencan……krn saking kueseleeeeeee……..balik soko nggaru, mandi langsung turuuuuuuu……dia udah nungguin ampe ditutup……dan ngirim email ke aku…….aku sampai kaget blaikkkkkkk aku wis pikun kkkkkkkk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.