Wednesday, 28 December 2011
Handoko Widagdo – Solo
“Pak Handoko, saya minta maaf, sebab saya tidak bisa mengucapkan selamat natal kepada Bapak. Padahal saat Idul Fitri dan Idul Adha kemarin Bapak mengirimkan sms dan email kepada saya. Sungguh Pak, saya tidak bermaksud kurang sopan, tetapi saya memang tidak boleh memberi ucapan selamat kepada umat lain.” Demikian telepon dari salah satu sahabat karib saya pada tanggal 25 Desember 2011 yang lalu.
“Tidak apa-apa Mas. Saya mengerti kok. Bukankah telepon Anda ini sudah menunjukkan sikap Anda terhadap saya? Saya tahu, kadang kita harus taat pada apa yang kita yakini. Jadi, terima kasih”, demikian jawaban saya.
Pada awal telepon, teman saya ini terdengar sangat tertekan. Namun setelah saya jawab, nada bicaranya kelihatan gembira.
Telepon aneh kedua adalah telepon yang saya terima sebagai balasan sms saya kepada salah satu teman saya yang merayakan natal. ”Merry X-mass and Happy New Year” demikian sms yang saya kirim. Tak menunggu lama hp saya berbunyi. Teman saya ini langsung saja memberondong saya dengan kalimat-kalimat berikut: ”Han kok X-mass to? Tidak boleh lho. Kristus kok diganti cross. Cross itukan artinya menyimpang. Sebagai orang beriman mestinya kita pakai Christmas bukan X-mass.” Saya menjawab…”ooo begitu ya? Maaf ya.” Kemudian saya kirim sms baru dengan tulisan Merry Christmas and Happy New Year kepadanya. Dan dia membalas. “Terima kasih GBU.”
Jadi, Selamat Natal bagi teman-teman yang merayakan dan Selamat Tahun Baru bagi semua kawan. Mari kita jalankan ibadah keyakinan kita sepenuh hati dengan tanpa mengabaikan persaudaraan dalam perbedaan.
Pages: « 9 8 7 [6] 5 4 3 2 1 »
Pages: « 9 8 7 [6] 5 4 3 2 1 »
December 30th, 2011 at 10:05
41 PAM-PAM : busyeeeeeeettttttt, saking kaget ditelp kamu, jd gagangnya ucul makane bunyinya glodaaaaaaak! kkkkkkk……
49 MAS DJ: wakakak……nemu telp tanpa gagang? nah, klu HP kan mmg ndak bergagang mas……jare aki buto malah HP iso dinggo ngulek sambel kkkkkkkk
December 30th, 2011 at 09:34
Merry Christmas Pak Han dan teman2 lain yg merayakan. Maaf saya belum hafal di sini siapa2 saja yg natalan (kecuali ingetnya Mas JC) … dan baru pulang dr luar kota. Bagi saya saling mengucapkan selamat adalah ekspresi penghargaan terhadap kebahagiaan umat lain … seperti juga sahabat2 non muslim mengucapkan selamat hari raya pada saya. Saya kutip status fb Sarah Joseph (American Muslim) dimana saya sependapat dengannya : “Jesus, son of Mary … it is the day when culturally people remember his birth. Let us remember his message of peace, reconciliation, care for the poor, and anti-militarism. He spoke against the injustices of the day. Let us have the courage to do the same.”
December 30th, 2011 at 08:15
Ternyata banyak saudara kita yang menjalankan keyakinan seperti teman saya yang tilpon itu. Berikut yang nempel di fb-ku: “posisi sama dgn di artikel …. Semoga kesehatan yg baik, kebahagiaan dan kesejahteraan selalu menyertai Pak Han ssekeluarga, amien”
December 30th, 2011 at 08:04
Alvina, Merry Christmas and Happy New Year untukmu dan keluarga di Kanada.
December 30th, 2011 at 08:04
Kang JC, kasus teman saya itu menunjukkan bahwa sebenarnya Bangsa Indonesia itu luhur ing budi (berbudi luhur) yang bisa setya tuhu (patuh) kepada apa yang diyakininya, serta memberi nilai tinggi kepada persaudaraan.
December 30th, 2011 at 08:01
maturnuwun Adimas Nev. Gusti tansah paring pepadhang kagem adimas. Sugeng Natal saha warsa inggal.
December 30th, 2011 at 07:59
Maturnuwun Kang Anoew, kairing donga pamuji kagem panjenengan sak kulawarga, Mugi Gusti angluberi berkah karaharjan.
December 30th, 2011 at 07:57
Romo Budiman, terima kasih untuk amanatnya. Saya sangat kagum dengan teman saya yang berupaya sepenuh hati untuk menjalankan apa yang diyakininya dan berupaya sekuat tenaga untuk menjaga persahabatan.
December 30th, 2011 at 05:19
Handoko, Indra & fam: Merry Christmas and Happy New Year – 2012
December 29th, 2011 at 20:56
Pak Hand, menurut saya, sahabat Panjenengan di telepon yang pertama itu justru SUDAH MENGUCAPKAN selamat Natal, walaupun secara tidak langsung, karena dengan menelepon Panjenengan, berarti dia mengingat Panjenengan di Hari Natal dan menyampaikan bahwa “sebenarnya” dia berniat dan berkeinginan mengucapkan selamat, tapi karena mungkin karena satu dan lain hal jadi demikian…