Narasi Panggung Perak

Kurnia Effendi

 

Teks: Jimmy Paais
Pembaca: Anne Roestam Moenaf (ibunda Fariz RM)

Waktu itu masih sekitar tahun 1959.
Saat hadir dirinya di antara sekian banyak peranan yang telah ada
Menjelang kancah hidup semata sebagai jiwa, raga, cita, dan citra yang baru
Ia dilahirkan sebagai putra yang ketiga dari tiga bersaudara
Cita rasa dan bakatnya akan musik sudah terjalin sejak masa kecilnya
Masih jelas dalam ingatan ketika suatu hari ia bertanya kepada ibunya tercinta:
“Bu, apakah suatu saat nanti saya juga akan pandai bermain piano?”
“Ya, tentu,” jawab ibunya. “Kau pun akan pandai kelak, apabila kau mau rajin belajar.”
Demikianlah, maka ia pun mulai belajar musik secara teratur dan bersungguh-sungguh

Sejarah dirinya mencatat mengawali kharismanya di kemudian hari
Bimbingan keluarga banyak mempengaruhi karier hidup yang dijalaninya
Namun, apa yang didapatkannya kemudian?
Ah, tidak seperti impian dan bayang-bayang yang terbingkai sekian lama
Dunia musik yang dijalaninya ternyata diselimuti kepalsuan
Dengki, iri hati, bahkan keserakahan diri
Terlebih lagi, justru hal ini berlangsung di sekitar kerabat dan sahabat-sahabatnya sendiri

Masyarakat dan situasinya menuntut dirinya dalam gemerlapan
dan kemilau seorang bintang
Tapi pribadinya mengharap yang lain, yang biasa saja
Sebagaimana dirinya bermula
Sungguh suatu kedamaian yang pasti

Sampai pada suatu saat, mungkin pula hari ini
Manakala ia berkaca dalam diri, seraya berkata:
“Diriku hanyalah manusia biasa. Tak lebih dari yang lain, pun tiada kurang dari
insan yang lainnya. Bahwa sesungguhnya aku hidup dalam sebuah PANGGUNG PERAK.”

(petikan memoar Fariz RM, dalam album Panggung Perak, 1981)


Salam,
Kef

 

8 Comments to "Narasi Panggung Perak"

  1. Secret  21 March, 2020 at 16:06

    Senyum om fariz pas lagi di kiss sama ibu nya manis bgt(

  2. SU  9 January, 2012 at 10:15

    Ngenes banget lihat penampilan Fariz yg sekarang. Kurus kering begitu. Padahal pas dia masih single dulu biar kurus masih kelihatan ganteng.

  3. Handoko Widagdo  9 January, 2012 at 07:58

    Kisah hidup anak manusia yang inspiratif.

  4. probo  8 January, 2012 at 21:22

    PakDj paling bisa main kata ….eh..main kesimpulan

  5. Dj.  8 January, 2012 at 15:47

    probo Says:
    January 8th, 2012 at 11:58

    ngekor Hennie ah…..2

    ———————————————————

    Bu GuCan….
    Tadi nulis ” Panjang banget ”
    Sekarang nulis ” ngekor Hennie ”

    Jadi kesimpulannya, ekornya yang panjang banget ya….???

  6. Dj.  8 January, 2012 at 15:45

    Di Jerman ada pepatah yang mengatakan….
    Bukan semua yang berkilau itu emas….!!!
    banyak orang yang silau akan harta, kedudukan atau karier yang muluk.
    Untuk apa…??? Hanya menginginkan pujian….!!!
    Akhirnya yang didapat,, hanya stress….!!! Dan banyak yang tidak kuat dan diakhiri dengan minum obat terlarang dan bunuh diri.
    Hiduplah bersahaja, lumrah, asal hari ini masih bisa tidur dengan nyenyak, tanpa banyak godaan pikiran.
    dan pagi bangun dengan badan yang sehat, serta ada makanan yang cukup.
    Itu sudah merupakan Berkat anugerah TUHAN…!!!
    Jangan lupa mengucap syukur, maka TUHAN akan memberi bonus yang tidak kita sangka.

    Ada Fitman yang tertulis….

    CARILAH KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA….!!!
    Maka semuanya akan ditambahkan kepadamu…!!!

    Selamat berhari Minggu…!!!

  7. probo  8 January, 2012 at 11:58

    ngekor Hennie ah…..2

  8. HennieTriana Oberst  8 January, 2012 at 11:46

    Fariz RM, salah satu penyanyi kesayanganku.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.