Seling Selangkah, Meniti Langkah, Saling Melangkah

Probo Harjanti

 

Seling Selangkah adalah program baru Yayasan Bagong Kussudiardja, khusus untuk tari. Berbeda dengan Jagongan wagen yang sajiannya beragam, dan sudah ‘jalan’.  Program Seling Selangkah  ini rencananya diadakan tiap 4 bulan.  Senin 19 Desember 2011 tempo hari, adalah yang kedua kali, setelah terjadi penundaan beberapa kali.  Edisi  pertama diadakan bulan  Agustus lalu. Acara in sebagai salah satu bentuk PLT BK (Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja) mengapresiasi masyarakat umum dan masyarakat seni.

PLT  yang didirikan tahun 1957 ini sudah melahirkan penari dan penata tari yang tak terhitung jumlahnya. Tentunya tariannya  juga. Banyak siswa PLT yang masuk sejak TK sampai  dewasa tetap masih di PLT. Ada di antara mereka yang kemudian menjadikan tari sebagai pilihan berkarier, entah sebagai penari, penata tari, guru tari, atau yang terkait dengan tari seperti mengelola penyewaan busana tari berikut riasnya, kadang juga berujung menjadi perias penganten. Itu sedikit tentang PLT.

Edisi dua Seling Selangkah  ini menampilkan 3 karya tari kreasi baru, yang semuanya berupa tarian lepas, berupa paket tari yang bisa diajarkan di sekolah atau pun sanggar tari. Tiga tarian dengan tiga tingkat kesulitan yang berbeda, dari mudah, agak sulit, sampai yang sulit. Maksudnya, tarian dengan teknik gerak yang sederhana dan simpel, sampai yang rumit dan teknik gerak yang ‘hanya’ bisa dilakukan oleh penari yang jam terbangnya sudah banyak.

Tarian pertama adalah Upadi, yang artinya mencari, karena memang menggambarkan remaja yang suka mencari pengalaman  baru, adalah karya saya. Saya sebut karya ‘nyaur utang’, karena sesungguhnya saya merasa  sangat tidak siap. Saat siswa harus ujian semester, ditambah anak saya opname, untuk mengumpulkan siswa berlatih amat sulit.  Juga ada perubahan yang harus saya lakukan, dan ternyata otak lagi buntu, nyari gerak nggak kunjung ketemu, entah paa ke man. Saya hampir menyerah dan meminta saya ikut edisi 3 saja, yang rencananya diadakan bulan Februari tahun depan. Namun dari berbagai desakan saya ‘memaksa’ diri tetap menampilkan anak didik saya, dengan konsekuensi berani malu karena jauh dari maksimal. Kualitas gerak anak yang belum tersentuh sanggar  tari amat berbeda dengan anak yang sudah bergabung di sanggar, mestinya membutuhkan persiapan yang lebih lama, ini sebaliknya. Amat mepet bahkan!

Upadi mempergunakan caping sebagai properti tari. Awalnya karena di kantor  ada kurang lebih 8 buah caping yang nganggur selepas  kami pakai lomba gerak jalan. Saya pikir bagus dimanfaatkan menjadi tarian. Geraknya amat sederhana dan tidak rumit, mengingat anak didik saya bukan anak sanggar. Kalau diberi gerak sedikit rumit sudah ngeluh: ”sulit Bu……” ya sudah.

Karya kedua adalah tari Nyai Kembang, menggambarkan remaja yang ingin kebebasan (berekspresi), dibawakan 5 penari dari SMKI, salah satunya sulung saya. Sayang videonya tidak boleh ditampilkan. Tarian yang berbau erotis ala remaja dengan  banyak gerak goyang ini dibawakan 5 pelajar SMKI dengan apik. Mereka sudah cukuup lama latihan, meski sering berbenturan dengan kegiiatan sekolahnya,  yang sedang menyiapkan pergelaran juga.

Tarian  terakhir adalah Reraton, yang menggambarkan sekelompok burung flamingo dengan segala tingkah lakunya, juga memarekan keindahan bulu-bulunya. Dibawakan 4 penari dari 5 yang direncanakan. Reraton dengan apik dibawakan penari-penari yang sudah ‘jadi’,  sudah amat berpengalaman, ditunjang dengan keindahan kostum tarinya. Meski yang benar-benar baru hanya bagian kepala dan sayap saja, tetapi karena kepiawaian penata kostumnya, terkesan bena-benar baru. Beberapa orang termasuk wartawan kecele, hanya kebagian tarian terakhir, itu pun tidak utuh. Biasanya pmentasan di Padepokan Bagong kebanyakan memang dimulai pukul 20.00, tetapi seling selangkah edisi 2 ini melibatkan anak-anak, jadi jam 20an sudah selesai. Apalagi yang ditampilkan tidak memakan waktu lama, 3 tarian baru masing-masing 5 menitan, 4 tarian lama pun tak lebih dari 20 menit. Tarian  lepas memang idealnya tidak terlalu lama, karena sebagus apa- pun kalau terlalu lama sementara tarian tidak menggambarkan cerita akan membosankan.

Meski pun menurut Agra Aghasa sebagai penanggung jawab program edisi 2 ini lebih siap, tetapi dari saya pribadi, dan diiyakan Umi, merasa belum siap, masih banyak kekurangan. Semoga di edisi berikutnya bisa lebih siap dan lebih baik lagi. Salam budaya!

Inilah beberapa foto jepretan suami  yang bisa saya bagi untuk pembaca Baltyra.

Tari Kelinci karya Ida Manutranggana, biarpun ada yang keliru tetap lucu dan menggemaskan

Tari Yapong, karya Bagong Kussudiardja

Tari Lenggang karya Ida Manutranggana

Tari Kuntu Tiflan, diangkat dari tari kerakyatan daerah Sleman, karya bersama Sutopo TB, Heru Handonowari dan Flory Fonno

Aku dan pembawa acara

Tari Upadi, karya Probo Harjanti

Video Tari Upadi

Tari Nyai Kembang karya Umi Krismiati

Nyai Kembang, yang paling depan adalah mbarep saya

Reraton, karya Teki Arani

Video Tari Reraton

Kostum yang baru hanya yang di kepala, tangan, dan sayap

46 Comments to "Seling Selangkah, Meniti Langkah, Saling Melangkah"

  1. probo  20 January, 2012 at 11:42

    makasih ya Mbak Tantri……
    masih belajar kk……

  2. tantri  19 January, 2012 at 12:31

    Ibu … kagum dengan tarian ciptaannya … selamat yaa Bu

  3. probo  11 January, 2012 at 23:01

    PakDj…aku memang sudah kurus…tidak usah ngurusin rumah…hahahaha

    Mbak Dewi makasih disemangiti…eh disemangati…..

  4. Dewi Aichi  11 January, 2012 at 06:18

    Bu Probo….waduh ck ck ck ….saya terkagum kagum, sampai tercekat melihat video tari ciptaan BU gucan…..ngga nyangka sama sekali bu gucan ..! Bu gucan…selamat berkarya yaaaa…..

  5. Dj.  11 January, 2012 at 04:15

    probo Says:
    January 10th, 2012 at 15:19

    PakDj…la wong keblinger gitu lo…….
    artinya nggak becus ngurus rumah tuh…..

    ————————————————————

    Benar kan….
    Bu GuCan memang hebat….!!!!
    Siapa yang suruh ngurus rumah…???
    Yang jelas bisa ngurus suami sehinga setiap suami lapar, bu GuCan siap menari….
    Salut….!!! Hahahahahahaha….!!!

  6. Dj.  11 January, 2012 at 04:13

    Kornelya Says:
    January 10th, 2012 at 04:19

    Hahaha, opanya David membuat aku terbahak2 sendiri didepan komputer. Disambi suami lapar hahaha.

    ——————————————————————-

    Mbak Kornelya…..

    Bbayangkan berapa banyak para istri yang bisa bikin suami lapar dan ingin makan dirumah saja.
    Kadang suami merasa kenyang dirumah dan lapar diluar rumah, sehingga banyak suami yang jajan diluar.
    Kalau bu GuCan, bikin suami lapar dan langsung menari, suami puas…. Hahahahahaha….!!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.