Negeri Dongeng

Hennie Triana Oberst

 

Ini salah satu oleh-oleh perjalanan liburan ke hutan Bavaria yang lalu. Mengunjungi “Istana Dongeng dan Rumah Hantu” (Märchen- und Gespensterschloss).

Istana Dongeng ini adalah sebuah vila yang dulunya dimiliki oleh keluarga Willmann. Bangunan dengan gaya Art Nouveau (Jugendstil) didirikan pada tahun 1905, kemudian beralih kepemilikannya dan direnovasi pada tahun 1987, dan dijadikan sebagai “Istana Negeri Dongeng dan Rumah Hantu“, serta dibuka untuk umum.

Foto 1. Märchenschloss dilihat dari depan

 

Foto 2. Märchenschloss bahagian belakang dilihat dari teras café

 

Foto 3. Papan nama di samping pintu masuk

Vila yang terdiri dari tiga lantai dan satu ruang bawah tanah ini memiliki banyak kamar, yang masing-masing dihiasi dengan figur dari tokoh cerita dongeng yang berbeda-beda. Figur-figur tersebut adalah hasil pekerjaan tangan yang dibentuk dari tanah liat, kemudian dikeringkan dan dicat satu per satu. Sosok tokoh-tokoh dan pernak-pernik yang ditampilkan sebagai ilustrasi dari cerita tersebut cukup sederhana, tetapi tetap menarik terutama bagi anak-anak.

Pekerjaan tangan lainnya yang bisa dilihat adalah bangku, kursi dan meja yang terbuat dari kayu yang berada di tiap kamar dan yang terletak di dalam warung di bagian belakang bangunan,  yang menyadiakan marana dan minuman ringan, juga cendera mata..

Sementara 5000 keping ubin yang menghiasi toilet, juga dilukis dengan tangan keping per keping dan kemudian dipanaskan sebagai proses penyelesaiannya.

Foto 4. Toilet wanita

 

Foto 5. Toilet pria

Ada banyak dongeng yang digambarkan di sana, seperti beberapa karya Grimm Bersaudara (Brüder Grimm), yaitu Jacob und Wilhelm Grimm yang kita kenal dengan baik.

 

Musisi dari Bremen

Foto 6. Die Bremer Stadtmusikanten

Kisah empat ekor hewan, yaitu Keledai, Anjing, Kucing dan Ayam Jago yang diusir oleh majikan mereka karena dianggap sudah tua dan tak berguna lagi. Mereka akhirnya sepakat bekerja sama dan mengadu nasib sebagai musisi di kota Bremen. Di perjalanan menuju kota Bremen mereka melewati hutan dan harus bermalam di sana. Tanpa sengaja mereka menemukan rumah persembunyian para penyamun. Mereka berhasil membuat takut para penyamun hingga akhirnya meninggalkan rumah persembunyian tersebut yang dipenuhi harta hasil rampokan. Keempat hewan tadi akhirnya hidup senang di masa tuanya walaupun cita-cita mereka untuk menjadi musisi tak terlaksana.

 

Serigala dan Tujuh Anak Kambing

Foto 7. Der Wolf und die sieben jungen Geißlein

Kisah seekor serigala yang menyamar dan berhasil mengelabui tujuh anak kambing yang berada di rumah tanpa ibu mereka. Ia berhasil menelan hidup-hidup enam ekor anak kambing, hingga ia tertidur. Yang tertinggal hanya yang bungsu karena ia berhasil bersembunyi. Ketika induk kambing tersebut kembali, ia dan anak bungsunya berhasil membebaskan enam ekor kambing yang berada di dalam perut serigala yang masih pulas dengan membelahnya. Kemudian perut tersebut mereka isi dengan batu-batuan dan menjahitnya. Serigala mati tenggelam karena beban yang ada di perutnya ketika sedang kehausan dan minum di sebuah kolam.

 

Rapunzel

Foto 8. Rapunzel

Kisah seorang putri raja bernama Rapunzel yang memiliki rambut panjang yang ajaib. Ia diculik ketika bayi oleh seorang penyihir yang dendam karena tanaman ajaibnya dicuri oleh seorang pegawai istana demi kesembuhan permaisuri yang sakit dan saat itu sedang mengandung Rapunzel. Putri ini kemudian tumbuh hingga dewasa terkunci di dalam menara bersama sang penyihir yang ia anggap sebagai ibunya. Berkat seorang pangeran ia berhasil keluar dan kemudian bertemu dan berkumpul kembali dengan kedua orang tuanya. Rapunzel kemudian hidup bahagia bersama sang pangeran.

~~ooo~~

Begitu juga dengan beberapa karya Hans Christian Andersen.

 

Kisah Burung Bulbul

Foto 9. Die chinesische Nachtigall

Kisah seorang Kaisar di China yang terpesona dengan kemerduan suara seekor burung Bulbul. Nyanyian merdu dari seekor burung yang terbuat dari emaspun tak bisa mengalahkan indahnya suara si burung Bulbul, bahkan nyanyiannya sanggup menyembuhkan sang Kaisar dari sakit kerasnya.

 

Putri Yang Sempurna (Putri Kacang Polong)

Foto 10. Die Prinzessin auf der Erbse

Seorang pangeran yang berkelana ke seluruh negeri untuk mencari seorang putri yang didambakannya, putri yang sempurna. Ia akhirnya menemukan putri impiannya, seorang wanita yang hadir di suatu malam di tengah badai dan mengaku bahwa dialah putri yang sempurna. Hanya seorang putri yang sempurna yang bisa merasakan sebutir kacang polong yang diletakkan di bawah duapuluh kasur yang dilapisi duapuluh selimut.

~~ooo~~

 

Tak ketinggalan juga dongeng dari Timur Tengah.

 

Hikayat Seribu Satu Malam

Foto 11. Seribu Satu Malam

Kisah bermula dari murkanya seorang Raja ketika ia mengetahui pengkhianatan seorang permaisurinya. Sejak saat itu ia dendam dan akan menghukum mati setiap wanita yang menjadi permaisurinya. Hingga suatu saat ada seorang putri dari salah satu penasehat raja yang dengan rela hati menyerahkan diri menjadi istri dari Raja tersebut. Wanita cantik, cerdas dan berani ini setiap malam menceritakan kisah menarik kepada Raja. Ia sengaja tidak menyelesaikan ceritanya, sehingga Raja menjadi penasaran dengan akhir kisah-kisah tersebut dan menunggu kelanjutannya pada malam-malam berikutnya. Berbagai kisah yang diceritakan oleh permaisuri selama seribu satu malam tersebut tidak saja untuk menunda hukuman mati yang akan diterimanya, tetapi akhirnya menyadarkan sang Raja akan kekejaman atas dendamnya selama ini dan membatalkan hukuman mati tersebut.

Aladin dan Lampu Ajaib, Ali Baba dan 40 Pencuri, serta Sinbad si Pelaut adalah sebahagian dari kisah-kisah dari Hikayat 1001 malam ini.

~~ooo~~

 

Rumah Hantu

Di lantai bawah tanah bangunan vila ini juga terdiri dari beberapa kamar yang diisi dan ditata dengan kisah-kisah dongeng seperti Kisah Drakula, Nenek Sihir dan beberapa kisah menyeramkan lainnya. Sayangnya Chiara teriak dan nangis ketakutan ketika akan turun ke ruang bawah dan melihat hiasan seekor laba-laba yang menempel di dinding. Penjelajahan di ruang bawah terpaksa dibatalkan.

Foto 12. Laba-laba

 

Foto 13. Wastafel model jaman dulu

 

Cerita dongeng akan hidup sepanjang masa.

Terima kasih untuk redaksi dan sahabat Baltyra yang sudi meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini.

 

73 Comments to "Negeri Dongeng"

  1. HennieTriana Oberst  16 January, 2012 at 18:13

    Adhe, hehe…iya bisa jadi ada yang dilihat Chiara selain boneka-boneka hantunya
    Bernostalgia dengan masa kecil melalui dongeng. Dulu pernah membayangkan jadi putri yang bakalan diselamatkan pangeran nggak: hehehe
    Makasih juga sudah mampir membaca, Adhe.

  2. Adhe  16 January, 2012 at 07:36

    Mba Henny, thanks ya sharing kisah istana dongengnya. Jadi bernostalgia masa kecilku yg suka baca buku cerita, semua dongeng yg diulas diatas sdh aku baca, cuma pas dibagian rumah hantu dan penyihir, kisahnya terhenti krn Chiara tdk mau turun ke ruang bwh tanah, hmmm…..sptnya ada yg dilihat deh? Hihihi…..

  3. HennieTriana Oberst  14 January, 2012 at 10:33

    Pams, lho ketinggalan.
    Chiara nggak ada, dia nggak sudi difoto di rumah hantu

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *