Perjalanan Bersama Sahabat (7-habis) : Galeri Wiskul Solo – Salatiga

Linda Cheang

 

Kita lanjutkan galeri wiskulnya.

Masih di Solo. Malam hari di angkringan Wapo.

Nasi Kucing Bandeng sebelum dan sesudah dibuka bungkusnya. Enak, lho. Bandengnya gede, jadi berasa banget. Berikutnya ada  Sate Telur Puyuh, Sate, Baso Tahu dan Bakso Goreng “Black Berry”.

Sebelum berangkat ke Salatiga.

Timlo Sastro komplit. Kalau yang saya makan itu tidak pakai rempelo karena saya tidak suka ampela ayam, tapi doyan banget ati ayam.

Tiba di Salatiga.

Ayam Bakar Bu Wati, tapi saya lupa ambil gambar Ayam Bakarnya yang warna coklat. Jadi yang saya ingat ambil gambarnya hanya kumpulan ayam-ayam untuk dibakar di dalam bakul. Hiks…

Kefir Gedono, yang sempat difoto hanya kumpulan botol-botol  kefir dalam lemari pendingin.

 

Ronde Jago Salatiga, Mie Kopyok dan Batagor Bandung. Semuanya enak! Ronde Mak Pari, rasanya, ya, begitulah. Sepiring Rolade a la Salatiga yang ternyata adalah Daun Singkong digulung (!) lalu digoreng dengan tepung dan Tahu Goreng. Entah rasanya kayak apa karena kami tidak mengambilnya. Keburu wareg!

Dengan demikian berakhir sudah rangkaian reportase jalan-jalan dan makan-makan saya bersama Romo Budiman ke Solo dan Salatiga di 2011. Sampai jumpa di reportase jalan-jalan dan makan-makan berikutnya, semoga teman-temin Baltyra masih mau menyimaknya.

Salam makan-makan,

Linda Cheang

Desember 2011

 

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

45 Comments to "Perjalanan Bersama Sahabat (7-habis) : Galeri Wiskul Solo – Salatiga"

  1. Oscar Delta Bravo  26 January, 2012 at 00:02

    Linda,waktu saya membaca Baltyra adalah sangat minim,karena kalau sibuk dikantor tak ada kesempatan,paling2 curi waktu membacanya,sampai2 kalau ada berita/artikel penting selalu di email japri oleh suhu kita JC
    Saya ini senang alias hobby makan,terutama masakan Indo/Jawa dimana hanya setahun sekali bisa mencicipi kalau mudik,sampai2 dikirimi kealamat saya dirumah oleh Imeii yang hobby dan pandai masak memasak dari Arizona,Coolidge,Terimakasih untuk Imeii sekali lagi dan jangan kapok yaa??Sayapun pernah hanya untuk makan saja bermobil dari Orlando ke Tampa kira2 300 miles roundtrip hanya makan susie Jepang yang grand opening saat itu.Juga saya pernah ngantri untuk makan 2jam sepanjang 20 meter dimana all you can eatnya terkenal seharga $20 per orang di Hollywood,Casino Albuqeurque.New Mexico Salam dan selamat untuk makan2 selalu GBU Linda

  2. Linda Cheang  25 January, 2012 at 23:35

    ODB : terima kasih untuk paparannya.

    Sayang sekali, saya gagal ke Tuntang maupun ke Bedono untuk menjajal kereta api uap bergerigi dan mengunjungi museumnya, karena waktu yang amat terbatas. Romo Budiman dan saya saat itu memang kebanyakan di Solo. Itupun kami termasuk Mas Tono dan Ira, tetap bersyukur. Mungkin kesempatan lain, kami harus lebih lama di Salatiga dan wajib kunjung ke pabrik Ting Ting Gepuk. Iya, ujungnya, ya, makan lagi.

    Di Salatiga, meski gagal ke Tuntang, saya, toh, masih bisa menikmati cara lain wisata di sana : jadi supir! Tidak bisa ke Bedono, jadinya malah nyupir ke Gedono.

  3. Oscar Delta Bravo  25 January, 2012 at 23:33

    Linda komen saya tidak ada unsur humornya,hanya suatu ungkapan parabel atau pernyataan umum dimana tidak mengharapkan untuk tertawa atau marah2.GBU Linda

  4. Oscar Delta Bravo  25 January, 2012 at 23:27

    #40 dikirim keRedaksi,karena mental melulu,waktu tulis komen
    #41 balasan komen Linda saat ini memang menunjukkan sekarang keunsur yang lebih feminin
    Saya membacanya artikel anda ,karena ada kata Salatiganya ,dimana keluarga dari garis bapa adalah orang Salatiga
    dimana ditahun 1952,1953,1954 setiap liburan sekolah saya bersamaortu dan adk2 selalu mampir keSalatiga dan menginap dihotel yang besar tapi lupa namanya apa Grand Hotel ,entahlah,yang lokasinya agak berada diketinggian,sebelah kanan jalan sangat indah pemandangannya dengan kali Tuntangnya yang jernih sekali,dimana banyak anak2 bermain dan mandi2,termasuk ortu dithn 1927 saat beliau dikelas SR,sekolah Belanda pada tahun itu

  5. Linda Cheang  25 January, 2012 at 07:21

    ODB : Oom hanya mau melihat dari satu sisi saja mengenai artikel saya, sedangkan kalau mau paham tujuan saya bercerita , ya, harus baca seluruh serial artikelnya.

    Anda tidak salah sih, karena 2 artkel terakhir saya untuk Solo – Salatiga memang khusus tentang galeri wisata kuliner, tetapi dari cara Anda memberikan tanggapan , orang bisa salah paham terhadap Anda, apalagi kalau Anda tidak mau membaca serial sebelumnya yang tidak selalu bercerita tentang makanan.

    Saya percaya, Anda memiliki pandangan hidup yang luas, tidak tebatas atau tidak disempitkan hanya untuk makanan dan makan-makan.

    Untuk pernyataan Anda yang menyatakan bahwa saya ini hidup hanya (sekedar) untuk makan, saya hanya setuju sebagian. Benar saya pasti harus makan untuk hidup supaya bisa bekerja, tetapi hidup saya bukan seluruhnya hanya untuk makan.

    Terserah Anda saja, tapi pandangan orang-orang terhadap Anda juga jadi terserah, ya. Apapun, terima masih banyak, Anda sudah mampir. Harap saya dimaafkan karena mungkin ada isi artikel dan pernyataan saya ada yang telah tidak berkenan pada Anda, dan terutama, saya masih belum bisa memahami humor-humor Anda. GBU., Oom ODB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.