Dua Bocah Kecil

Ida Cholisa

 

Dua bocah kembar berlarian. Jilbab kecilnya beribar-kibar. Menjemput pembeli di seberang jalan.

“Seribu rupiah untuk satu gorengan.”

Ada pisang goreng, ada bakwan, dan ada mendoan yang telah mendingin karena angin dan hujan.

Dua bocah kecil itu tetap gembira, meski hidup bergelut nestapa. Ia riang menjajakan dagangannya, di sela jam sebelum sekolahnya. Ia tak mengeluh pada kemisikinan yang membelenggu orang tuanya, hingga nasib membawanya pada perjuangan hidup di usia dininya. Mereka tetap tertawa, seolah tak pernah tercerabut masa bermain mereka. Syukur selalu terucap, saat dagangan satu persatu terbabat.

Melihat dua gadis kecil itu, bisa berkata apakah kita? Bisakah kita seperti mereka, tetap tersenyum di tengah kepahitan hidup yang acap mendera? Tetap bersyukur meski tak berlimpah apa yang kita punya?

Terkadang, ada saatnya kita perlu  belajar pada sang bocah kecil…***

 

Bogor, Nop 2011-

3 Comments to "Dua Bocah Kecil"

  1. Dj.  15 January, 2012 at 00:20

    Hhhhhmmmm….. Ada pisang goreng….!!!
    Mana tuh Cech Gentong….???
    Yummmy, Cech Gentong tidak hadir, Dj. habiskan sendiri…..
    Salam,

  2. anoew  14 January, 2012 at 11:20

    Orang tua memang kadang perlu belajar pada bocah kecil, jangan hanya bisa memproduksi saja.

  3. Handoko Widagdo  14 January, 2012 at 07:44

    Berbahagialah orang dewasa yang bisa belajar dari anak-anak. Thanks Bu Ida Cholisa.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.