Ibu Bhumi

Djenar Lonthang Sumirang

 

Amuk mengemuka dengan semburan darah di mana-mana..
terik menyengat matahari dan mendung tebal menggelayut silih berganti, datang pergi.
Nyalang liar anak-Mu tak tau malu..
Membakar, menebang, membendung, menjarah.
Klewang kembali bicara.

Bujuk maut kemewahan membuai, terlena dalam binal keserakahan, berkati-kati emas seakan kurang.
ah, panas dan kering tak berujung.

Tunggu saja munculnya perubahan, yakin bahwa roda pedati tak terhenti.
Masih ada benih yang akan tumbuh menjulang dengan akar yang dalam menghujam.

Ibu Bhumi,

lepaskan penatmu..
Bergeraklah barang sebentar, untuk menyingkirkan gedibal-gedibal lingkungan..
Bergeraklah barang sebentar, untuk melumatkan sundal-sundal kehidupan..

Ibu Bhumi,
Tanah, batu, pohon, lumut akan bertumbuh dan menjebol dinding peradaban yang ingkar.
Bapa Angkasa..
Petir, mega, angin akan menderu dan menyambar segala polah tingkah yang membuat bubrah.

Ibu Bhumi..Bapa Jumantara..Tirta bumi..Tirta Jumantara..Sirna Kaliyuga..

 

############################################

DLS.

Sendang Tirtahusada – Tembalang – Semarang.. 22/12/2011.

 

 

2 Comments to "Ibu Bhumi"

  1. Dj.  15 January, 2012 at 00:14

    Hebat memang orang Semarang….!!!
    Terimakkasih sudah dikasi mata yang indah…

  2. Handoko Widagdo  14 January, 2012 at 07:42

    JLS, puisi yang sangat magis. Thanks.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.