Mencintai Hingga Terluka

Meitasari S

 

Siang ini aku terpekur di jendela kamarku. Kubuang pandangan keluar, mencoba mencari kalau-kalau ada setetes embun jatuh di dedaunan tanaman hias di belakang rumah. Yah cukuplah setetes saja, ia pasti menyegarkanku…

Kuhela nafasku, karena embun pagi tak jatuh di tanahku siang ini…

Pikiranku melayang pada kejadian hari-hari belakangan. Cerita antara aku dan dia.

Ahhh …Mengapa di usia perkawinan yang makin tua kami justru makin sulit untuk saling memahami….?

Benarkah kami sudah kembali pada usia kanak-kanak? Yang ingin selalu dimanja dan diperhatikan? Selalu saja ada yang salah dan tak sempurna yang mengganjal di dada. Bagai menumpuk sekam dalam diam. Baranya tak pernah mati. Hanya menunggu dijerang minyak dan kemudian : blarrr!

Kubiarkan hatiku berkecamuk tak karuan. Lelah mata ini memandang matahari dan kilaunya yang menyilaukan. Kubawa mataku kembali ke kamarku. Dan sejenak berhenti pada sebuah kayu yang berpahat seorang lelaki yang sedang merentangkan tangannya. Ia adalah jembatan antara langit dan bumi. Seorang yang telah menyerahkan nyawaNya bagi sahabat-sahabatNYA. Seorang yang tak pernah menuntut walau tak dicintai bahkan dikhianati sahabat-sahabatNya.

Ah… Kurasakan tetes air yang menghangat di pipiku …

Kusadari demikianlah indahnya cinta, jika kita mampu mencintai hingga terluka ,…

 

Smg, 14.01.12

Untukmu, kekasihku!

 

About Meitasari S

Seorang istri dan ibu pekerja yang karena pilihan kehidupan, menahkodai keluarganya paralel dengan suaminya yang satu di Jakarta dan satu lagi di Semarang. Jiwa sosialnya yang tinggi, membuatnya terlibat juga dalam kepengurusan salah satu sekolah asrama di Jawa Tengah dan juga dalam lembaga sosial Anak-anak Terang yang mendanai anak-anak kurang mampu untuk menempuh pendidikan yang lebih baik.

My Facebook Arsip Artikel

29 Comments to "Mencintai Hingga Terluka"

  1. Meitasari S  18 January, 2012 at 02:57

    Mb mawar, tx mb. Semarang msh hujan trus mnyambut imlek. Mampir mb…

  2. Mawar09  17 January, 2012 at 21:58

    Meita: tulisan yang bagus utk jadi renungan. Apakabar Semarang? Salam manis!

  3. Meitasari S  17 January, 2012 at 18:05

    Mb henie, he he., emang ada berapa ya cintanya mba? Ha ha? Ah mb henie tau aja …

  4. Meitasari S  17 January, 2012 at 18:04

    Yu lani, iki dolan ku rada kether ki. Ha ha ha. Biasa yu golek segenggam emas yu…Bayi tuwoku rewel kalau di gratisin. Ha ha ha

  5. Meitasari S  17 January, 2012 at 18:02

    D.A : ah kau belum tahu enaknya terluka kan., ha ha ha. Enak gila! Wkwkwkwk

  6. Meitasari S  17 January, 2012 at 17:57

    Kakang DJ, i do believe in Him. And i am paid!

  7. Meitasari S  17 January, 2012 at 17:47

    Nuchan, iyo mas anoew kuwi doul ha ha ha. ..

  8. Meitasari S  17 January, 2012 at 17:46

    Nuchan, iyo mas anoew kuwi doul ha ha ha.

  9. HennieTriana Oberst  17 January, 2012 at 09:17

    Meita, ini cinta yang lain ya.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.