Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Stories From the Roads (1)

Monday, 16 January 2012

Viewed 1541 times, 3 times today | 36 Comments |

Hariatni Novitasari

 

Kalau liburan musim dingin tahun yang lalu agendanya adalah menyusur Pantai Timur (East Coast) Amerika Serikat dengan menggunakan Amtrak sendirian, maka liburan kali ini adalah menyusur Pantai Barat dan sedikit daerah pegunungan di Utara dengan mobil (road trip). Perjalanan ini menghabiskan waktu selama dua minggu dengan total jarak lebih dari 6.000 miles (sekitar 9.600 kilometer) di kurang lebih 11 states. Road trip ini aku lakukan dengan tiga orang teman lainnya dari Indonesia; MF, MR, dan FB.

Rencana detail road trip ini baru dibahas dengan detail setelah kita semua selesai Ujian Akhir Semester (UAS) tanggal 15 Desember yang lalu. Padahal, sesuai rencana, kita harus mulai perjalanan ini tanggal 21 Desember karena kami berempat ada satu acara yang harus kami hadiri di Las Vegas, Nevada pada tanggal 23 Desember.

Setelah ujian selesai, kami langsung menyusun rute perjalanan dengan detail seperti kota-kota dan negara bagian-negara bagian yang akan kami kunjungi. Juga menentukan titik-titik dimana kita akan menginap dan kita bisa memesan penginapan. Dengan mempertimbangkan kemungkinan rencana berubah di tengah jalan (karena hanya satu teman yang menyetir), maka kami akhirnya hanya memesan penginapan di tiga kota: Los Angeles, San Francisco, dan Salt Lake City (Utah). Untuk penginapan-penginapan di kota lainnya akan kami pesan di perjalanan.

Karena peserta road trip semuanya dari Indonesia, maka lebih mudah bagi kita untuk menyiapkan perbekalan makanan. Semuanya makan nasi dan tidak keberatan sekali-kali makan mie instan. Makanya, kami masukkan 25 pounds beras, satu kardus Indomie goreng pedas, dan dua buah rice cooker ke dalam mobil. Tidak lupa, kami juga masak beberapa makanan yang paling tidak kami tidak perlu makan di luar sampai dengan mencapai Las Vegas. Salah satu keuntungan melakukan perjalanan di musim dingin adalah makanan relatif tidak cepat basi dibandingkan ketika musim panas.

Kami memutuskan untuk membawa perbekalan makanan sendiri karena itu satu-satunya pos yang paling mungkin untuk dihemat karena tidak mungkin memangkas pengeluaran dari bensin dan penginapan. Selain itu, dengan membawa perbekalan makanan, kita bisa menghemat waktu untuk berhenti dan memesan makanan. Selain itu, yang terpenting adalah, kita semua tidak puas saja kalau setiap hari makan masakan Amerika seperti sup atau roti. Biasa, perut Asia. Jadilah, makan di luar hanya kami jadikan selingan. Selama perjalanan ini, tidak lebih dari lima kali kami makan di luar. Lebih banyaknya, kami masak dan membungkus lauk dari restoran China.

Untuk perjalanan ini, sebisa mungkin kami menggunakan interstate (I) roads karena lebih diurus sebab jalan-jalan penghubung negara bagian adalah tanggung jawab oleh pemerintah federal. Misalnya saja, karena ini merupakan musim dingin (winter) dan sangat berpotensi untuk turunnya salju, kami mempertimbangkan kalau menggunakan interstate, maka pemerintah federal akan membersihkan tumpukan salju. Kalau kita menggunakan highway (jalan tol biasa), kalau ada salju, tidak ada yang membersihkan. Selain itu, interstate, biasanya memiliki pembatas jalur dibandingkan dengan highway. Jadi kita merasa lebih aman saja, terutama untuk perjalanan malam. Meskipun kita sudah berusaha untuk menghindari perjalanan malam sebisa mungkin, beberapa rute masih kami lakukan pada malam hari karena masalah jarak tempuh atau kondisi alam. Misalnya saja, yang kita lakukan dari San Francisco ke Salt Lake City atau dari New Mexico sampai dengan Las Vegas karena kita terjebak badai salju di Santa Rosa, New Mexico. Di dua perjalanan ini, paling tidak kami berada di mobil selama lebih dari 10 jam.

Perjalanan darat ini membuktikan kalau daratan Amerika Serikat ini memang benar-benar luas. Kalau hanya melihat dari peta, yang kami tahu hanya luas saja. Tetapi, ketika kita melakukan perjalanan, memang benar-benar luas. Paling tidak, kami telah melewati dan mampir di Oklahoma, Texas, New Mexico, Arizona, Nevada, California, Utah, Wyoming, Idaho, Colorado, dan Nebraska.

Dari perjalanan ini, kami juga bisa membandingkan perbedaan lanskap antara negara bagian. Seperti misalnya, ketika kami mulai memasuki New Mexico, kami mulai melihat gurun dan tanaman-tanaman khasnya yang sangat berbeda dengan Midwest tempat kami tinggal. Semakin ke Barat, vegetasi dan lanskap memang lebih menarik dibandingkan dengan Midwest yang sangat datar. Apalagi, ketika memasuki California. Di negara bagian ini, sepertinya semuanya ada: gurun, kebun anggur, bukit kecil, laut, dan lain-lain. Dari semua negara bagian yang kami lewati, California lah yang paling menarik. Kami tidak heran, mengapa orang menyukai California. Kota-kotanya di sana juga lebih beragam. Misalnya, Santa Cruz, Los Angeles, dan San Francisco sangat benar-benar berbeda.

Kami juga berkesempatan untuk membandingkan kondisi interstate roads. Meskipun menjadi tanggung jawab pemerintah federal, di state yang kaya, kadang jalan tol memiliki penerangan lebih dan jalannya sangat alus. Dari semua jalan tol, favorit kami adalah di jalanan di Nevada waktu kami perjalanan dari SF ke Salt Lake City. Jalan tolnya ampun alusnya, sampai speeding 80 MPH saja tidak terasa.

Kami juga bisa membandingkan perilaku menyetir mobil di banyak tempat. Semakin kita ke Barat, semakin orang nyetirnya ugal-ugalan dan suka honking. Kita yang terbiasa nyetir di Saint Louis tidak pernah speeding, terpaksa menyetir di atas garis limit.  Semakin ke Barat, memang semakin menakutkan. Apalagi, di beberapa states, semakin jarang lampu penerangan jalan. Terus, ketika kita memasuki kota seperti Salt Lake City, kita dikejutkan oleh orang-orang yang tidak menyetir dengan kencang. Speed limit di dalam kota hanya 35 MPH dan orang-orang rata-rata menyetir jauh di bawah speed limit. Selain itu, masih banyak lagi perbedaan peraturan antar state yang bagi kami sangat menarik seperti misalnya perbedaan jumlah denda kalau kita littering atau denda kalau speeding.

Dalam perjalanan dua minggu ini, convenience store adalah penyelamat bagi aku yang selalu beser. Convenience stores selain menyediakan bensin, juga menyediakan toilet yang cukup bersih, makanan-makanan ringan, dan juga kopi. Di beberapa convenience stores, aku menemukan beberapa kopi yang enak, seperti di depan Pantai Malibu atau di Country Village di Wyoming. Pernah juga dapat kopi gratis di salah satu convenience store di Nevada.

 

Perjalanan ini membuat kami semua menarik satu kesimpulan, “Amerika ini ternyata benar-benar luas dan banyak lahan kosongnya ya?” Selama perjalanan ini, Geographical Positioning System (GPS) sangatlah membantu kami. Ya, karena tidak ada tukang jual Teh Sosro di sepanjang jalan yang bisa ditanyai kalau kami salah ambil jalan.

bersambung…

 

 

Share This Post

Posted by Monday, 16 January 2012 on 07:45.

Categories: Jalan-jalan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

36 Responses to “Stories From the Roads (1)”

Pages: « 4 3 [2] 1 »

  1. 20
    Oscar Delta Bravo Says:

    HN kalau polisinya berseragam dan ada atributnya masih mudah dideteksi/dan kelihatan tapi kadang2 mobil undercover yang susah dideteksi/dilihat.Tapi saya ada tip untuknya;Pasti mobilnya buatan Amrik,bukan Jepang /German/Itali/Korea/England,berkaca gelap dan kadang2 masih bisa terlihat dibelakang dashboard ada lampu2 kecil bentuk segi empat berderetan ,yang kalau diaktifkan berwarna merah.biru berkelip2 jadi kalau speednya 70 jangan coba2 disusul sampai 80 lebih pasti kena pull over,yang lebih susah lagi kalau malam hari dan baru nongol dari ramp jadi ngak terlihat ,masih untung kalau ada GPS,karena biasanya mobil polisi ada speed radarnya yang selalu on,si GPS bisa mendeteksinya dan bunyi beep2 dan dilayar monitornya tertera :ALERT………..,demikian juga kalau ada radar speed detector ditraffic light,siGPS langsung bereaksi sebelumnya sampai ditraffic light

  2. 19
    Oscar Delta Bravo Says:

    HN komen #6 dari suhu JC rasanya benar,apa hanya chusus di Florida saya kurang tahu,tapi kenyataannya kalau rental carnya diairport sim negara lain boleh menyetir asal termasuk assuransinya,Banyaknya turis dari mancanegara yang mendarat diairport(Orlando/Sanford) pasti ngak punya sim US,tapi mereka bisa rent carnya dan bisa dikembalikan dimana saja di Amrik,jadi bisa sambil mencoba macam2 mobil jika hobby road trip,Justru rental car fokusnya turis kan mereka ngak punya mobil jadi pasti sewa mobil.Kalau asik berkendara karena jalannya mulus dan luas awas jangan sampai speeding,tapi kalu tahu turis biasanya dimaafkan/warning saja supaya lebih hati2.Salam dari Florida

  3. 18
    HennieTriana Oberst Says:

    Mon, senengnya jalan-jalan seperti ini. Pengalaman yang nggak bisa didapat semua orang.
    Benar banget USA itu luassss banget. Hanya seuprit yang pernah aku datangi. Makanya ada alasan untuk main ke sana lagi.

  4. 17
    HN Says:

    Mbak Adhe: terima kasih, Mbak.. Semoga niat menulisku tetep kenceng… hehe. Besok sudah mulai kuliah.

    Mbak Uci: hehe.. Iya, Mbak.. Nanti akan ada cerita khusus tentang GPS.. Karena kita banyak pengalaman pakai itu juga kok….

  5. 16
    HN Says:

    Subo Lani: hahaha.. Iya, yang nyetir cuman sendirian.. Lha tiga orang lainnya (termasuk aku) tidak boleh nyetir dan tidak boleh punya SIM (kebijakan yang ngasih duit, hehehe). Selama di SF, cuman di downtown saja, Subo. Ga ke vineyard.. Lha koncoku ora ana sing mimik je… Wah, daerahnya Subo dulu keren banget.. Sekarang percaya kalau bikin sambel terasi ora ana sing mambu.. hahah. Nanti akan ada artikel khusus CA, Subo.. Tapi aku suka banget sama CA deh.

    Nico juga barusan kirim ke aku kartu tahun Baru dan masih sering cerita-cerita tentang Subo kok kalau kita ketemu di YM.

  6. 15
    Lani Says:

    UCI : GPS ternyata bisa ngapusi ya?????? malah disasarke ke alas roban………kkkkkk

  7. 14
    uci Says:

    Pengalaman Road di Thailand , kehabisan bensin Ikut perintah JPS, udah jauh jauh mutar , nyampe ditengah hutan, dekat kedai kecil , ada pom bensin kecil, rusak reot tak berpenghuni , untung ada kios kecil yang merelakan bensin miliknya lima liter , kalau tidak bakal nginap ditengah hutan rimba, mehek deh!

  8. 13
    Adhe Says:

    Thanks HN, seru jjs nya, ditunggu lanjutannya.

  9. 12
    Lani Says:

    LEMONCELLO : oh, klakon to le road trip mengelilingi sebagian USA? Ediaaaaaaan yg nyetir cm satu org? weleh2 gempor, untung ora ngantuk…..
    Pegel linu2 perlu tukang pijet ditiap penginapan. Memang USA amat sgt luasssssss…….dan kebanyakan tanpa penduduk, kosong melompong! Krn aku tiap tahun camping jd bs mengaminkan pendpt mu itu…..
    Hehehe aku SETUJU bhw CALIFORNIA plg beraneka ragam oleh krn itu banyak diminati org utk menetap disana, wlu skrng sdg bangkrut jatuh rudin!
    Selama di SF kemana aja? Apakah kamu mampir ke northern part of CA? banyak vineyard…….
    Itu daerahku dulu……klu mo minum wines gratis disanalah tempatnya…..bs icip2 sampai mabooooook, tp jelas sang sopir tdk boleh ikutan minum, nanti alcohol didarahnya diatas limit dianggap DUI
    Nginepnya di losmen apa? Krn banyak chain losmen yg harganya mmg agak miring.
    Ini yg namanya sekali dayung 2, 3 pulau terlampaui……itulah enaknya USA mainland……krn bs stir mobil dr ujung ke ujung ndak perlu mabur, bs jalan darat…….
    Kami dl klu camping sll menempuh jarak plg tdk 3-4,000 miles…..pakae motorhome, jd klu capai tinggal ke campground dan tidur didlm mobil rumah ini.
    OOT barusan aku dpt kiriman slides dr NICOLO BELLISIMO…..heheh ternyata dia msh ingat aku.

  10. 11
    HN Says:

    Mas Anoew: hahahahha.. Aku lupa mengambilkan gambarnya untukmu, Mas.. Karena ternyata aku sendiri mungkin terpana ya? )

    JC: Kita rencana awalnya memang sewa mobil karena mobilnya temanku agak bermasalah. Tapi, karena kita dianggap perginya terlalu jauh (sampai LV dan LA), sama perusahaan mobilnya ga boleh. Kita sudah coba ada 4 persewaan mobil. Kalau kita kemarin jadi sewa mobil, sekitar $400 untuk dua minggu, tapi itu belum termasuk asuransinya. Temanku yang nyetir hanya satu orang dan dia pakai SIM US. Sedangkan dua temanku dan aku tidak boleh nyetir karena salah satu kontrak dari beasiswaku memang tidak boleh nyetir di US. Jadi ya…. yang nyetir hanya satu orang dan dia gempor, hehehe. Rekor temanku ada yang mengalahkan. Satu temanku yang sudah keliling di 48 states di US mainland, pas winter break ini, dia nyetir 8.000 miles.. Kita kalah 2.000 miles… hehehe.

    Pak Handoko: penduduknya pada pindah ke Indonesia atau China sama India, Pak… Makanya disini nampak kosong..

    Nuchan: Makasih ya Nuch.. Iya, karena ga ada yang jualan teh botol Sosro, kita pakai GPS.. Tanpa GPS mungkin kita ya bisa nemu tempat-tempat itu, tapi lama karena harus nyasar dulu.

    Oom Dj: hahahaha… Nanti saya akan datangkan para penjual teh Sosro dari Indo ya, Oom.. Biar nanti GARMIN protes karena GPSnya tidak laku… Karena kalah sama penjual teh Sosro.

Pages: « 4 3 [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)