Dumpling dan Tahun Baru

Hennie Triana Oberst

 

Kali ini suasana menjelang perayaan Tahun Baru Cina bagiku terlihat berbeda dari biasanya. Sewaktu tinggal di Medan dari lahir hingga dewasa, keluargaku memang tak pernah merayakannya, hanya sangat akrab di hidup kami. Almarhum ayahku dulu memiliki banyak teman dan sahabat dari etnik Cina ini, selain itu beliau juga mengerti bahasa mereka walaupun tak aktif menggunakannya. Setiap perayaan Imlek kami ‘kebanjiran’  kue keranjang (di Medan akrab disebut dengan kue bakul) dan panganan lainnya. Kami juga akan diundang oleh keluarga-keluarga teman Ayahku tersebut, ikut merayakan di rumah mereka. Begitu juga sebaliknya ketika Idul Fitri tiba, mereka akan mengunjungi keluarga kami.

Walaupun sangat akrab dengan suasana perayaan Imlek ini dan juga ketika bekerja di Jakarta di mana 80% teman-teman kerjaku adalah orang Indonesia peranakan aku tetap tak terlalu tahu ritual dan makanan apa saja yang biasa mereka santap. Aku cuma ingat biasanya tersedia selain kue keranjang, banyak sekali manisan buah-buahan. Ketika masa SMA (Sekolah Menengah Atas) kami yang memiliki seorang Guru Kimia dari etnis ini, setiap Imlek rumahnya pasti bakal ramai dengan para murid, dan makanan yang disediakan memang enak dan tentu berbeda dengan perayaan Idul Fitri maupun Natal.

Tinggal sementara di negeri Panda ini membuat keingintahuanku meningkat untuk lebih mengenai kebiasaan orang Cina dalam menyambut dan merayakan Tahun Baru mereka. Hampir semua orang yang aku kenal termasuk guruku mengatakan bahwa Dumpling (Pangsit) adalah salah satu makanan yang biasanya mereka santap di malam tahun baru. Mengingatkanku beberapa tahun yang lalu ketika kami bermukim sementara di negara paman Sam, kami diundang pada perayaan Imlek ini oleh seorang teman baik yang asalnya dari Shanghai. Sekitar 15 keluarga yang hadir, dan hampir semua yang ikut serta membantu membuat dumpling sebagai salah satu santapan istimewa kami malam itu.

Hari Sabtu pagi yang lalu aku diundang untuk belajar membuat dumpling di restoran yang berada di gedung apartemen di mana kami tinggal. Kesempatan gratis ini tentu tak aku sia-siakan, maka akupun ikut bergabung, begitu juga Chiara dan suamiku dengan senang hati ikut serta. Ketika dia tanya mau belajar masak apa, aku jawab mau belajar bikin dumpling. Waktu aku tunjukkan padanya foto dumpling yang terpajang di lobby hotel, dia mengatakan “Mama, itu namanya bukan dumpling, itu Jiaozi“. (Jiaozi 饺子 = dumpling).

Adonan dan isi dumpling ternyata sudah disiapkan chef restoran tersebut. Mungkin untuk menghemat waktu dan menjaga kerahasiaan resep istimewa mereka. Tapi tetap tak masalah, yang penting kegiatan ini menyenangkan, walaupun hanya belajar menipiskan kulit dumpling, kemudian mengisi dan membungkusnya. Mirip sekali dengan membungkus pastel. Isi dumpling yang kami buat ada dua macan, yang satu isi daging, sedangkan satunya isi sayuran dan telur.

Foto 1. Menggiling kulit dumpling

 

Foto 2. Isi dumpling

 

Foto 3. Salah satu dumpling yang berhasil dibuat oleh Chiara

Setelah selesai memenuhi beberapa wadah, maka kami para peserta diundang untuk mencicipi dumpling tersebut. Nah momen inilah yang paling kami tunggu. Selain dumpling yang lezat, saus yang disediakan (ada 4 macam) rasanya menakjubkan. Lagi-lagi resep rahasia dan tidak untuk dibagi-bagi.

Foto 4. Dumpling dan saus yang siap disantap

Aku lupa membawa kamera, dan juga tangan yang belepotan dengan tepung tak mungkin mengabadikan momen istimewa ini. Jadi hanya dua foto yang berhasil aku minta dari pengelola apartemen, ditambah foto pinjaman.

Selamat Merayakan Tahun Baru Cina.

Xīn Nián Kuài Lè   新 年 快 乐

Catatan:  Sejarah mengenai dumpling dan dan tahun baru biarlah sang ahli peranakan saja yang menjelaskan.
Pangsit dan Wonton itu sama atau berbeda ya?

Catatan harian 2012-01-14

Terima kasih untuk redaksi dan para sahabat Baltyra.
Salam hangat.

 

66 Comments to "Dumpling dan Tahun Baru"

  1. HennieTriana Oberst  10 February, 2012 at 14:35

    Evi, terima kasih sudah mampir di sini.
    Kadang kalau sedang kangen dengan satu makanan yang rada sulit didapat, walaupun rasanya nggak pas banget juga sudah memuaskan ya.
    Salam hangat dari jauh, masih dingin di sana?

  2. Evi Irons  10 February, 2012 at 07:59

    kemarin saya beli dumpling isi pork, tadi sore baru saya coba untuk memakannya, lumayan untuk bisa pengganti makan dumping pangsit. Penasaran udah lama gak pernah makan.

  3. HennieTriana Oberst  23 January, 2012 at 12:33

    Ayla, wah pastel dan risoles aku juga nggak nolak kalau ada yang kirimin hehehe…
    Tadi malam juga diundang, makan dumpling lagi, aduhhhh enak banget
    Selamat menikmati santapan Imlek ya.

  4. Anastasia Yuliantari  23 January, 2012 at 03:41

    Waaahhhh…enak benar. Tadi dapat kiriman pastel dan risoles dari sebuah keluarga di sini. Sambil makan membayangkan dumpling buatan Hennie aaahh….heheheheh.

  5. HennieTriana Oberst  22 January, 2012 at 13:20

    Uci, terima kasih juga sudha mampir membaca.
    Selamat bersibuk ria di dapur, dan menikmati dumplingnya.

    You too, Gong xi fa cai….!

  6. uci  22 January, 2012 at 11:58

    Besok aku Mau bikin ini, thanks hennie!

    Gong Xi fa cai to you!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *